KEMBALI KE ST ALI MELBOURNE

Apalah artinya mampir ke Melbourne tanpa singgah ke sebuah kedai kopi keren seperti St. Ali. 

MELBOURNE buat saya adalah sebuah kota tempat kenikmatan kopi bertebaran di mana-mana. Tak bisa memang melepaskan Melbourne dengan kopi. Kota ini memiliki banyak sekali kedai kopi yang pantas dijajal nikmatnya teguk. Salah satu kedai kopi yang tak mungkin saya lewatkan jika saya mampir ke Melbourne adalah St.. Ali. Meskipun St. Ali sudah ada di Jakarta, tapi entah kenapa saya merasa kurang bahagia jika tak menyambanginya di kota asalnya.

st-ali-melbourne

Jadilah siang itu, di sela-sela acara Melbourne International Coffee Expo saya sempatkan untuk mampir ke coffee shop ini. Meskipun saya sadar benar bahwa lokasi tempat berlangsungnya MICE cukup jauh dari tempat St. Ali berada. Apalah artinya jarak jika sudah terlanjur suka, bukan? Sesampainya di sana seperti biasa St. Ali dipenuhi oleh para penikmat kopi. Hampir tidak pernah saya melihat St. Ali kosong-melompong. Kedai kopi ini begitu dicintai sedemikian rupa sehingga selalu dipadati para penikmatnya.

st-ali-melbourne

Mungkin buat kalian yang pertama mampir ke St. Ali akan sedikit kebingungan karena di depan kedai kopinya tidak ada papan nama atau petunjuk yang menjelaskan tempat ini. Tapi dengan aroma kopi yang tercium dari luar dan banyaknya manusia lalu-lalang tentulah tahu bahwa ini kedai kopi. Saat memasuki kedai St. Ali yang memang sangat luas ini menyambut saya dengan sebuah coffee bar panjang yang khas. Di coffee bar itu telah berjejer ‘senjata canggih’ pemberi nikmat menagih. Setidaknya saya menangkap espresso machine La Marzocco Line PB Black, dua buah automatic grinder Mazzer Robur dan sebuah Mahlkonig EK43 yang biasa digunakan untuk filter coffee. 

st-ali-melbourne

Karena sedang ramai-ramainya, kami pun cukup kesulitan mendapatkan meja. Untung ada tempat tersisa di comunal table sehingga kami tak perlu ngopi sambil berdiri. Ha-ha-ha. Tak apalah berbagi dengan pengunjung lain, hitung-hitung ada teman ngobrol juga. Tak sabar mencoba kopinya, kali ini saya memesan filter coffee dari single origin Columbia Monte Verde yang dibandrol seharga AUD. 8.5. Single origin yang diseduh dengan Hario V60 saya pilih karena penasaran dengan tasting notes yang ditulis di menu yaitu lemon, jasmine and plum. Waktu saya coba memang rasanya segar sih meski saya tidak mencicipi jasmine di sana.

st-ali-melbourne

Tak cukup dengan mencoba filter coffee, seperti biasa saya juga mencoba espresso-nya. Saya pesan one shot espresso dari Columbia La Estrella Gesha yang diproses secara natural. Espresso-nya rasanya asik dengan tasting notes apricot jam, blackcurrent dan jeruk. Sungguh espresso yang jauh dari rasa pahit. Saya suka sekali! Oh iya, espresso ini dibandrol seharga AUS 7.5 dan rata-rata harga koopi di sini mulai dari AUD 5 hingga AUD 8. Tergantung jenis kopinya.

st-ali-melbourne

Sambil menikmati kopi yang saya pesan, rupanya perut ikutan minta diisi. Ya maklumlah sudah memasuki waktu makan siang dan sarapan tadi pagi terasa kurang ‘nendang’. Tanpa pikir panjang saya pun memesan Hot Smoke Salmon (AUD 21) dan Koo Koo Ca Choo – Potato Hash with Mushroom Fricassee (AUD 21.5). Sungguh menu makan siang yang grande dan tak salah pilih. Saya tahu pada saat memesan ini saya memang sedang lapar tapi saya sadar benar kenikmatan makanan ini disebabkan bukan karena lapar tapi karena memang enaknya kelewatan. Jika kalian mampir ke sini tolong jangan lewatkan makanannya karena dijamin bikin lidah dan perut dansa dengan bahagia.

st-ali-melbourne

Sebenarnya saya masih betah duduk berlama-lama di St. Ali, tapi tak bijaksana rasanya karena antrian pengunjung makin siang makin padat saja dan tak ada tempat duduk untuk mereka. Jadi atas nama kemanusiaan dan keperikopian, akhirnya saya memutuskan meninggalkan St. Ali. Yah, tentunya dengan perasaan yang masih sama seperti bertahun lalu: St. Ali masih nikmat tak terganti!

st-ali-melbourne

ST. ALI 

12-18 Yarra Pl, South Melbourne

VIC 3205, Australia

Buka: 07.00 – 18.00 – Setiap Hari

PAKET CAFE

180 total views, 8 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.