KEMBALI KE TWO HANDS FULL BANDUNG

2015 lalu saya pernah terkesima dengan sebuah kedai kopi bernama Two Hands Full. Dan di 2018 kemarin saya kembali lagi ke kedai yang sama meski lokasinya kini telah berbeda.

TWO Hands Full sungguh harum namanya. Kedai kopi yang berkiblat ke Melbourne ini memang dikenal dengan kopi-kopinya yang nikmat dan menu brunch yang membuat perut dan lidah berdansa. Meski 2015 sudah pernah ke sini, tapi saya ingin kembali. Apalagi lokasinya kini sudah berbeda dan di kedai yang baru ini saya melihat banyak perubahan meski tetap dengan tema sama.

Jika dulu saya datang pagi-pagi karena tidak mau melewatkan sarapan enak di sini, maka kali ini saya datang sore menjelang matahari tenggelam. Suasana pagi dan sore ternyata jauh berbeda. Sore lebih remang dengan pencahayaan hangat di sana-sini. Yang sama hanya satu: ramai tak kenal sepi.

Karena lelah telah menjelajah Bandung seharian penuh maka saya hanya butuh kopi enak dan tempat yang asyik dan nyaman hanya untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Setelah mampir ke coffee bar dan berbincang sedikit dengan barista akhirnya saya memesan single origin Ethiopia Worka yang diseduh dengan Kalita Wave yang rasanya sungguh refreshing. Saya teguk pelan-pelan karena tak rela rasanya jika kopi ini lenyap begitu saja.

Dan seperti biasa, tak cukup hanya dengan memesan menu manual brew, maka saya pun memesan menu espresso base. Ya, biar sekalian menjadi saksi bekerjanya si mesin espresso kecil tapi tangguh La Marzocco GS3. Setelah berdiri lama di depan coffee bar, pilihan jatuh kepada Flat White. Saya hanya berani pesan Flat White di kedai kopi yang berkonsep Australia karena di sanalah Flat White berasal.

Wah benar saja, kawan. Saya suka sekali Flat White di sini. Entah espresso blend apa yang mereka gunakan tapi minuman ini enak sekali. Rasa kopi dan susu melebur sempurna tanpa mendominasi satu sama lain. Keduanya pas pulang pada teguk. Saya bahagia! Tak hanya sekedar kopi, saya juga mencoba Baileys Cake yang rasanya unik. Tapi entah mengapa hadirnya begitu pas menemani sore berkopi kami.

Meski kali ini saya tidak mencoba main course dari Two Hands Full, tapi tempat ini tetaplah asyik seperti sedia kala. Dan kembali ke sini seperti mencicipi sepotong masa lalu yang manis. Yang meski sudah jauh berubah tapi tetap memberi bahagia yang tak sudah-sudah.

Two Hands Full

Jalan Sukajadi NO. 198 A, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung,

Jawa Barat, 40162

Jam Operasional 07.00 – 20.00 WIB

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.