KENALI KARAKTER RASA ASAM PADA SECANGKIR KOPI KAMU

Dari segala elemen rasa, karater asam memberikan peran sangat penting di tiap secangkir kopi, apa pun metode seduhnya, dari karakter asam inilah pengalaman menjelajah rasa tercipta.

BAGAIMANA pengalaman pertama kamu ketika minum kopi? Apakah berasa pahit, sehingga pada saat itu juga kamu memutuskan tidak ingin bersahabat dengan sajian kopi? Tenang, bukan hanya kamu yang merasakan hal yang sama, banyak juga yang ragu untuk merasakan pengalaman kedua mereka minum kopi, padahal tidak selamanya kopi itu berasa pahit, mungkin saja karakter asamnya lebih sedikit, sehingga sisi pahit yang terlalu jelas. Mari mengenal karakter asam yang ada pada secangkir kopi kamu.

Bukan hanya kamu saja, mereka yang sudah terlalu lama berkenalan dengan kopi sebagai penikmat kopi yang antusias, masih kebingungan menjelaskan secara ilmiah karakter rasa asam yang ada pada secangkir kopi, dari mana karakter asam tersebut muncul. Bahkan banyak teori yang dikemukakan perihal karakter asam pada kopi, secara ilmiah kadar asam diukur menggunakan pendekatan skala kadar pH. Skala air mineral pada titik ukur kadar pH 7.0 yang mana maknanya ini seimbang, dan logikanya semakin asam maka kadar pH pada titik ukur yang semakin rendah.

Misalkan saja, kadar asam jus lemon pada titik ukur skala pH 2.0 yang mana ketika buah lemon diekstraksi menggunakan air mineral, ada pelepasan hydroxide yang menyebabkan penurunan kadar pH. Umumnya minuman kopi akan menunjukkan skala pada titik ukur pH 4.5, namun skala ini terkadang tidak bisa dijadikan acuan apakah kopi disebut nikmat atau tidak. Pengalaman eksplorasi rasa sangat berbeda jika disandingkan dengan kadar asam yang tertera pada skala ukur pH.

credit: highergroundstrading.com

Secara umum, karakter rasa kopi dipengaruhi banyak hal dan banyak elemen rasa asam yang memberikan kesan nikmat, bukan hanya itu saja karakter rasa manis juga ikut berperan, belum lagi bagaimana cara si kopi berekstraksi juga memiliki dampak terhadap rasa, penyajian juga memiliki peran.

Semua berawal sejak kopi masih menjadi tanaman, karakter asam akan berkembang. Yang dilanjutkan pada proses kopi apakah itu wet (washed), dry (naturals), semi-washed (pulped naturals) akan memberikan kadar karakter rasa yang berbeda pastinya. Kemudian setelah melalui proses tersebut, grean beans kopi akan diroasting-dipanggang menjadi biji kopi yang siap untuk dipasarkan, pada tahap ini yang paling jelas akan menciptakan senyawa acetic, quinic dan caffeic acids. Bukan berarti metode seduh tidak memberikan pengaruh terhadap rasa, tiap metode juga memiliki perbedaan untuk menciptakan karakter rasa kopi.

credit: highergroundstrading.com

Karakter rasa asam berikut yang sering ditemukan pada secangkir kopi kamu.

Citric acid
Jenis asam citric merupakan asam yang memiliki kadar paling besar ketika kopi masih menjadi tanaman, dan mudahnya untuk membayangkan rasanya seperti apa, asam citric adalah asam yang menyerupai rasa lemon. Sangat tinggi kadarnya ketika kopi masih menjadi grean bean dan akan mulai berkurang saat proses menyangrai kopi tergantung pada level sangrai.

Malic acid
Asam malic adalah asam yang bisa dibilang menciptakan aftertaste, karena asam malic dapat bertahan lama saat dirasa oleh lidah. Dari awal sampai akhir asam ini tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh proses kopi itu sendiri, tetap ada walau dalam kadar yang kecil dari awal. Sederhananya jika ingin mengetahui bagaimana asam malic, cobalah rasakan buah pir atau apel hijau, asam malic lebih mendekati ke buah yang memiliki asam yang agak gurih.

Acetic acid
Walau asam acetic tidak dikesan langsung oleh lidah seperti asam malic atau citric, namun asam inilah yang berperan memberikan kesan clean pada kopi kamu. Pernahkah kamu minum kopi dengan rasa asam yang sekejap hilang, itu merupakan kontribusi dari asam acetic. Asam acetic inilah yang memberikan keseimbangan rasa yang kompleks, rasa asam acetic sedikit mirip rasa cuka namun pada kadar yang sangat kecil.

credit: pinterest

Lactic acid
Nah, jika asam lainnya dapat dikesan langsung, lactic acid tidak demikian, asam ini berperan pada tekstur kopi yang kamu minum, jika kopi yang kamu minum agak creamy maka itu kontribusi dari asam lactic. Asam lactic membantu memperdalam karakter body pada kopi.

Phosphoric acid
Mungkin agak jarang dijumpai pada cangkir kopi kamu, karena biasanya asam phosphoric ini muncul pada tanaman kopi yang tumbuh melalui pembuahan atau pengaruh tanaman sekitar kopi walau tidak terlalu jelas. Mudahnya, seperti ada karakter rasa buah lain pada kopi kamu, misalkan kopi Kenya pada profil rasanya terasa blackcurrant, walau tidak jelas namun menciptakan percikan rasa yang hilang timbul saat kopi di lidah.

Untuk membiasakannya, kamu bisa uji coba menggabungkan ekstrak rasa lemon, apel hijau, dan cuka untuk mengesan rasa asam citric, malic, acetic. Seberapa kuat asam tersebut, asam manakah yang paling jelas, seperti apa rasanya apakah nyaman di lidah atau malah membingungkan. Untuk membuatnya nyaman, kamu bisa saja menambahkan sedikit gula. Mungkin kamu akan mendapatkan karakter rasa yang seimbang dan agak manis setelah dicampur oleh gula. Bagaimana karakter asam di secangkir kopi kamu hari ini?

src: fivesenses.com.au img: chavino

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.