KENAPA KOPI BISA BIKIN KURUS?

Kalau pengin kurus tanpa harus mengeluarkan duit banyak… minum saja kopi!

KIRA-kira kesimpulannya seperti itu, dan saya tidak sedang berkampanye walaupun kalimat di atas kesannya “iklan sekali”. Lol. Semua peminum kopi harusnya sudah tahu jika kopi mengandung kafein yang sekaligus merupakan zat psikoaktif paling banyak dikonsumsi di dunia.

Kopi, jika dibuat dengan benar bisa memberikan segudang kebaikan untuk tubuh. Mulai dari menyehatkan jantung sampai membuat peminumnya lebih berbahagia. Namun, ternyata masih ada lagi keuntungan lain yang bisa didapatkan dengan meminum kopi: membuat kurus. Bagi sebagian peminum kopi, barangkali anggapan ini sudah pernah didengar sebelumnya. Namun jika ditanya ‘kenapa? Kok bisa?’, nah barangkali artikel ini setidaknya bisa membantu menjawabnya.

Kopi, pada dasarnya, memiliki beberapa zat aktif biologis yang bisa memengaruhi metabolisme dalam tubuh. Ketika mencari beberapa referensi untuk menulis artikel ini, sejujurnya, saya bahkan semakin takjub setelah mengetahui apa yang dikerjakan zat-zat alami dalam kopi itu begitu kita mengonsumsinya masuk ke tubuh. Beberapa zat penting yang dikandung dalam kopi diantaranya seperti:

• Kafein, yang merupakan stimulan sistem saraf pusat.

• Theobromine dan theophylline, substansi yang juga berhubungan dengan kafein dan memiliki efek serupa seperti stimulan.

• Chlorogenic acid, yaitu salah satu senyawa biologis aktif yang bisa memperlambat penyerapan karbohidrat.

Zat yang paling banyak diteliti oleh para ilmuwan dari semuanya itu adalah kafein—mengingat efek yang ditimbulkannya terhadap saraf dan otak. Berikut adalah apa-apa saja yang dikerjakan kafein dalam tubuh ketika kita meminum kopi.

 

Kopi bisa membantu menguraikan lemak

Kafein bisa merangsang sistem saraf dengan mengirimkan sinyal langsung ke jaringan lemak untuk memecah dan menguraikan lemak yang masuk ke dalamnya. Hal lain yang dilakukan kafein adalah meningkatkan tingkat hormon epinephrine dalam darah—atau yang juga dikenal sebagai adrenaline.

Epinephrine ini pun akan menyebar ke seluruh darah, termasuk ke jaringan-jaringan lemak, lalu mengirimkan “perintah” untuk memisahkan lemak itu dan melepaskannya ke sel-sel darah. Sederhananya, kafein tidak memberi kesempatan kepada lemak-lemak itu mengendap terlalu lama, namun “mengubahnya” menjadi pelecut yang mengonversinya menjadi energi. Inilah salah satu alasan kenapa kopi juga baik dikonsumsi sebelum berolahraga.

kopi
Minum kopi bisa menguraikan lemak.

Kopi bisa meningkatkan metabolisme

Pernah dengar istilah resting metabolic rate (RMR)? Jika belum, penjelasan sederhananya RMR adalah: seberapa banyak kalori yang kita bakar ketika sedang beristirahat. Artinya meski sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa pun, tubuh kita tetap membakar kalori. Semakin tinggi RMR ini maka akan semakin mudah pula kita menurunkan berat badan dan membuat sebagian orang bahkan bisa tetap makan banyak tanpa menjadi gemuk.

Beberapa studi menunjukkan kalau kafein bisa menaikkan RMR sebesar 3-11 %. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, maka akan semakin besar pula efeknya. Yang menarik, kebanyakan peningkatan metabolisme ini akan semakin cepat berpengaruh jika dibarengi dengan peningkatan pembakaran lemak pula. Untuk membakar lemak, salah satu caranya ya dengan berolahraga. :p

Tapi di sisi lain, sebuah studi terpisah juga menunjukkan kalau efek kafein ini nggak akan berpengaruh banyak pada orang obesitas. Pembakaran lemak akan 29% lebih gampang diproses pada mereka yang tubuhnya lebih kurus ketimbang mereka yang gemuk. Intinya, kalau kamu mungkin kelebihan berat badan (baca: obesitas), kamu tetap harus berolah raga selain minum kopi. Kalau ngarepin bisa tiba-tiba langsung kurus dalam 2 hari cuma gara-gara minum kopi 2 cangkir, ya… itu ilusi. Ehehe…

 

Semacam catatan. Semua efek baik dari kopi akan bekerja jika polyphenols atau zat-zat alami penting yang ada di dalam biji kopi tetap terjaga. Karena, faktanya, banyak polyphenols dalam biji kopi yang hilang selama proses roasting. Yah, balik lagi, di sinilah diperlukan kejelian masing-masing peminum kopi untuk memilih jenis kopi apa yang ingin dibeli. Sebaiknya sih, pilih kopi dengan variasi light roasted.

Selamat minum kopi! 🙂

 

cari-kopi

14,528 total views, 180 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

12 Comments
  1. Point-nye sih gue rasa karena kopi bersifat diuretik…………dan juga stimulan……… orang yang abis ngopi gak mungkin jadi lemes……………..pasti jadi aktif sehingga kalori di-tubuh-nya juga terbakar,,,,,,,,,,,,udah gitu kopi bersifat diuretik alias membuang cairan …………..coba aja ………kalo abis ngopi…………nggak lama pasti pengen kencing coy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.