KENAPA KOPI HARGANYA MAHAL?

Para coffee geek pasti sudah tahu jawabannya kenapa secangkir kopi harganya tinggi. Tapi beberapa peminum kopi pemula dan orang awam kerap bertanya-tanya perihal ini.

ARTIKEL ini saya tulis berdasarkan kerisihan yang kerap terjadi di luar sana. Pun didorong oleh perdebatan di media sosial “kenapa secangkir kopi saja harganya melampaui harga makanan yang membuat perut kenyang?”. Demi apapun secangkir kopi itu memang hanya terlihat sebagai air, kopi dan paling-paling susu. Kalau dihitung-hitung secara kasat mata kopi harganya murah, air bisa gratis dan kalau bersusu yah berapalah harga susu? Kenapa lantas harganya hampir menyentuh 30-an atau 40-an ribu?

Biaya Produksi

Dalam menanam kopi, petani butuh banyak biaya agar sang kopi sehat dan nikmat sampai ke pangkuanmu. Kopi-kopi ‘tertentu’ panennya tidak banyak dan ada pula yang perawatannya khusus agar dia tidak rusak. Belum lagi serangkaian panjang proses pascapanen. Ada upah yang harus dibayarkan kepada pekerja, ada begitu banyak ini-itu yang ujung-ujungnya mengeluarkan rupiah lagi dan lagi. Jadi jauh sebelum sampai pada cangkirmu harga kopi itu sudah tinggi dari sananya. Padaha wujudnya masih berupa ‘biji hijau’ saja.

Oh iya kerumitan ini juga belum dihitung jika panennya gagal ya?

Perjalanan ‘Biji Hijau’

Si green bean yang selesai di proses ini kemudian bertemu pada para pemburu biji hijau atau bahasa kerennya green buyer. Di sini tidak jarang para green buyer dari berbagai penjuru harus melakukan perjalanan ke perkebunan kopi. Tentu ada cost-nya lagi. Kopi-kopi istimewa juga dilelang dan yang terbaik dan mendapat nilai tinggi tentu saja harganya juga melambung. Sampai di sini sudah paham, ya?

Sangrai

Nah, tidak semua orang memiliki mesin sangrai. Pun investasi mesin sangrai tidak murah juga. Jika sebuah kedai kopi memiliki mesin sangrai sendiri tentulah dia bisa memangkas biaya penyangraian. Akan lebih baik jika dia juga bisa menjual biji kopi kemana-mana. Untungnya berlipat ganda.

Lalu bagaimana jika kedai kopi tersebut tidak punya mesin sangrai? Otomatis dia harus beli dari ‘tangan ketiga’ dan harganya sedikit lebih tinggi dari mereka yang menyangrai sendiri.

Di Kedai Kopi Sebelum Tiba Padamu

Pernahkah meerasa bahwa kamu seketika jatuh cinta pada kedai kopi bahkan kamu belum mencicip kopinya? Ruangan nyaman, sejuk dengan pernak-pernik menawan hati. Semua itu ada tanpa cuma-cuma. Kedai kopi bukan hanya sekedar secangkir Americano yang tampak murah. Saat kamu masuk ke kedai kopi kamu serta merta harus ikut membayar kenyamanan tersebut. Oh belum juga soal internet yang kencang ya? Ha-ha-ha.

Perhatikan mesin kopi di coffee bar. Andai kamu tahu seperangkat alat kopi di coffee bar itu harganya hampir sama dengan beberapa mobil baru. Jadi jika secangkir kopi harganya mahal dan kamu keberatan membayar mungkin kamu harus mulai seduh kopi sendiri saja. Itu pun harus berinvestasi alat kopi juga.

Sebenarnya saya punya penjelasan panjang lebar mengenai tema ini, tapi agar mudah dipahami yang awam jadi dipersingkat begini. Ngomong-ngomong kopi termahal apa yang pernah kamu coba?

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

16 Comments
  1. Pernah nyoba kopi Peru Oropesa “Cup of Excellence”. Pake metode filter (technovorm) disajikan di dalam cup keramik tanpa cat. Rasanya jempol banget. Abis itu balik lagi ke kasir, beli beans 200gr buat di rumah.

  2. Saya dari daerah kecil diujung pulau sumbawa NTB yang bernama daerah Bima. Kedai bukanlah tempat yang trend didaerah kami hanya ada beberapa namun itu semua memberi dampak untuk kesejahteraan petani didaerah kami…
    #coffee is taste be happy
    #Tamboracoffe#Kawaecoffee#Bimacoffee

  3. Kopi emang gak seharusnya mahal kok kak. Rata rata di Indonesia emang lebih banyak nutup biaya tempat/alat. Kalau ngopi sendiri dirumah, yaa mungkin kisaran range 4000-10000 kok hehe. Geisha ya mungkin bisa 50.000 mungkin seduh sendiri ya? hehehe

  4. Kopi termahal mungkin saya belum pernah coba,tapi sejauh ini kopi paling nikmat yg pernah saya coba adalah “Labah Rimbo” dari Solok,Sumbar.ini adalah nama kopi yg di berikan para petani setempat.Saya memang bukan seorang ahli,tapi yg saya tahu kopi itu nikmat bukan dari segi harga,atau kualitas (atau bla,bla,bla,bla),tapi kenikmatan kopi itu tergantung dari bagaimana cara anda menikmatinya.jadi kalau anda merasa nikmat dan merasa nyaman dari secangkir kopi,bukan nya wajar kalau ada harga yg harus di bayar dari apa yg anda dapatkan.Dan bagi anda yg yg merasa keberatan dengan harga,coba pertanyakan diri anda sebelum menyalahkan hal lain,kenapa anda memaksakan diri untuk menikmati suatu hal yg anda sendiri tidak bisa menikmatinya? Percayalah! Kopi yg paling nikmat bukanlah kopi yg paling mahal.

  5. Menurut saya klo yg ada dalam negeri kita masih wajar sih u/ harganya…
    Karena mulai dari proses perawatan pohon hingga di seduh di gelas kita itu membutuh proses yg special….

  6. Yang ngga wajar adalah…kalo kopi di kedai mahal…tapi mereka beli beans dengan harga murah dari petani. Saya lebih suka kedai-kedai yang membantu petani kopi.. ketimbang kedai-kedai kapitalis yang ga menghargai petani dan jual kopi berkali2 lipat dari harga yg dia beli dipetani.

  7. Halo gan, silahkan yang cari roasted/green beans arabika ijen, roasted/green beans lanang/pieberry, green bean luwak liar langsung aja info lebih lanjut Follow atau DM instagramnya @pandhulung. Proses: full wash, natural.

  8. kopi mahal? tergantung dimana minum kopinya kalo diwarung paling cuma 5rb-10rb, kalo di kedai kopi yang mapan 30rb-unlimited, tampilan kopi dan kemasannya sudah menentukan segmen penikmatnya sendiri. kedai kopi yang mapan mungkin sudah menghitung investasi, gaji pegawai, pemakaian listrik air, dll dan dirangkum dalam harga secangkir kopi

  9. Kopi yang paling nikmat bagi gue, bikinan nenek gue, sejak tahun 1970 gue kelas enam SD hingga sekarang belum ada, Nyang nya ingin, rasa pesisir banget meski diminum digunung

Leave a Reply

Your email address will not be published.