KENAPA TANAMAN KOPI MENGHASILKAN KAFEIN?

Bukan hanya bermanfaat untuk manusia, metabolit sekunder pada kopi ini ternyata juga memegang peranan penting untuk tanamannya.

ADANYA kandungan kafein pada tanaman kopi pertama kali ditemukan oleh seorang ahli kimia dari Jerman, Ferdinand Runge, pada 1819. Setelahnya berbagai jurnal ilmiah kemudian banyak mengkaji mengenai hal itu. Sejumlah besar dari jurnal dan kajian ilmiah itu menganggap bahwa kafein pada tanaman kopi merupakan metabolit sekunder, yaitu metabolisme yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Metabolit sekunder umumnya memiliki aktifitas biologi yang dapat dimanfaatkan manusia, antara lain sebagai anti kanker, anti bakteri, anti oksidan, dan sebagainya.

Pada tanaman kopi, kafein ditemukan di semua bagian pohonnya. Mulai dari akar hingga biji, bahkan terdapat juga pada pembuluh xylem yang berfungsi untuk menyalurkan zat bahan fotosintesis dari akar ke daun. Banyaknya kandungan kafein yang tersebar pada tanaman kopi ini, oleh sejumlah hipotesis, disebut memiliki tugas yang berbeda-beda, yaitu menjadi agen alelopati, agen antiherbivora, sebagai “pusat penyimpanan” nitrogen, dan juga stimulan penyerbuk. Jika disimpulkan, sederhananya, keberadaan kafein pada tanaman dan pohon kopi berfungsi sebagai “support system” esensial untuk memberikan kebaikan untuk pohon itu sendiri–seperti yang dilakukannya pada tubuh manusia.

Pada tanaman kopi, kafein ditemukan di semua bagian pohonnya.

Fungsi kafein pada tanaman kopi

Dalam istilah ilmu biologi, alelopati merupakan senyawa kimia alami tumbuhan yang sifatnya “menyerang” tanaman lain, atau makhluk hidup lain—dalam hal ini makluk yang dianggap hama bagi perkembangan tumbuhan seperti serangga, dan sebagainya. Beberapa tanaman umumnya memang menghasilkan senyawa kimia alami yang bisa membahayakan keberadaan tanaman lain di sekitarnya.

Pada hal ini, para peneliti menyimpulkan bahwa kafein bisa “berakibat racun” untuk tumbuhan lain seperti fungi (jamur) dan memberikan efek toksisitas pada beberapa jenis serangga. Karenanya, kafein pun sering dianggap sebagai mekanisme pertahanan diri dari serangan makhluk yang lain. Terutama setelah ditemukan pula bahwa kafein diproduksi oleh organ tumbuhan yang masih muda dan sedang berkembang—kondisi dimana tanaman sangat rentan terhadap serangan serangga.

Selain menjadi “anti racun terhadap segala yang dianggap hama” itu, kafein juga ditemukan “bergerak” dan berada di hampir semua bagian pohonnya. Kafein yang ditemukan ini setidaknya mengandung 4 atom nitrogen sehingga, pada tanaman kopi, kafein dianggap sebagai cara sederhana untuk menyimpan nitrogen sampai nanti dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tertentu.

Bibit pohon kopi.

Terakhir, kafein merupakan senyawa yang baik untuk serangga-serangga penyerbuk, terutama lebah madu. Sejumlah penelitian terpisah menunjukkan bahwa ingatan jangka panjang lebah madu meningkat setelah “mengonsumsi” kafein—menghisap madu nectar bunga kopi. Agaknya inilah yang membantu lebah madu untuk ‘mengingat’ bunga mana yang mereka nikmati dan kemudian memungkinkan lebah-lebah madu itu kembali lagi ke bunga (atau pohon) yang sama di waktu berikutnya. Pada akhirnya, hal ini membantu tanaman kopi untuk melakukan penyerbukan silang dan menghasilkan variasi keturunan.

 

Kesimpulan

Melihat bahwa kafein faktanya telah memberikan sejumlah kebaikan dan banyak kegunaan sejak dari pohonnya sendiri, maka semakin beralasan bahwa senyawa alami tanaman kopi ini melakukan hal yang sama pada tubuh manusia saat diolah menjadi minuman. Sungguh alam benar-benar telah menyediakan segala sesuatu dengan cara kerja yang luar biasa.

 

Referensi: 
· Steiman, Ph.D., Shawn. 2015. The Little Coffee Know-It-All. Massachusetts: Quarto Publishing Group USA Inc.
· Filippi SB, Azevedo RA, Sodek L, Mazzafera P. 2007. Allantolin Has a Limited Role as Nitrogen Source in Cultured Coffee Cells. Journal of Plant Physiology.
· Wright GA, Baker DD, Palmer MJ, Stabler D, Mustard JA, Power EF, Borland AM, Stevenson PC. 2013. Caffeine in Floral Nectare Enhances a Pollinator’s Memory of Reward. Science. 339(6124):1202-1204
· Jurnal Metabolit Sekunder, oleh Dita Windriana.
Sumber foto:
· Flickr: Nathan F., denisbin
· John Beans: myfriendscoffee(dot)com

 

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.