KENIKMATAN BARU BERNAMA COFFEE AT LOUIS

Surabaya buat saya seperti teman lama. Yang tak pernah asing ditemui kembali. Tapi selalu hadir memberikan cerita baru, termasuk kedai kopi.

URBAN Coffee Week yang berlangsung di Surabaya kemarin membawa saya kembali ke Kota Pahlawan ini. Dan disela-sela perayaan kafein di sana, saya menyempatkan mengunjungi beberapa coffee shop di sana. Ada kedai kopi yang sudah pernah saya kunjungi namun saya datangi lagi. Serta tak ketinggalan juga banyaknya kedai kopi baru yang meramaikan geliat kopi kultur di kota ini. Salah satu coffee shop yang mencuri perhatian adalah Coffee At Louis. Kedai kopi yang menjadi pendatang baru ini cukup menarik perhatian dengan konsep dan cita rasa kopi yang disajikan.

Coffee At Louis from the outside
Coffee At Louis from the outside

Siang ini Coffee At Louis cukup lengang. Kedai kopi yang baru buka enam bulan terakhir ini didesain minimalis dengan warna dominan putih, dilengkapi ornamen kayu yang dikelilingi tanaman hijau. Jendela-jendela kaca memungkinkan saya melihat kegiatan yang ada di dalamnya. Bar chic yang dikemudikan dua orang barista serta rak-rak kayu tempat berjejernya alat-alat seduh. Coffee At Louis adalah tipe kedai kopi yang mana kamu bisa betah duduk berjam-jam hanya dengan menyesap kopi saja. Segalanya tampak asyik dan asri membuat siapa saja yang datang betah duduk berlama-lama.

Coffee bar minimalis penghasil kenikmatan
Coffee bar minimalis penghasil kenikmatan

Saat memasuki kedai saya cukup kaget dengan udara yang sejuk. Biasanya coffee shop yang dikelilingi jendela kaca itu panas terutama di siang hari. Ternyata di sini malah sejuk sekali. Aroma kopi menyeruak ke seluruh penjuru. Belakangan saya tahu jawabannya. Coffee At Louis menyangrai sendiri kopi mereka sehingga aroma sisa sangrai sekaligus menjadi pengharum ruangan yang begitu mencandu.

Puas berkeliling akhirnya saya duduk di coffee bar dan ngobrol dengan owner-nya yang ternyata berwarga negara Australia bernama Liam. Liam menikah dengan perempuan asal Medan dan memutuskan membuka kedai kopi dengan membawa coffee culture dari negerinya dan diaplikasikan di kota ini. Liam merekomendasikan saya mencoba single origin Tanzania yang dibandrol seharga IDR 38.000 dan diseduh dengan Hario V60. Rasanya nikmat juga meski saya sering menikmati kopi-kopi jenis ini.

Single origin Bali Kintamani!
Single origin Bali Kintamani!

Satu per satu pengunjung mulai datang. Mesin espresso La Marzocco PB dan ‘kekasihnya’ automatic grinder EK43 Mahlkonig dan Mahlkonig K30 mulai bekerja tak henti-henti. Saya yang belum puas ngopi langsung memesan espresso single shot seharga IDR 24.000. Maklum seharian belum ngopi jadi bawaannya pengin meneguk kafein terus menerus. Teman saya yang ada bersama saya memesan filter coffee single origin Bali Kintamani (IDR 36.000) yang juga diseduh dengan Hario V60. Saya sempat mencicipi single origin yang ini ternyata rasanya outstanding. Saya jadi lebih suka Bali Kintamani ini daripada Tanzania tadi.

What a beautiful corner!
What a beautiful corner!

Sambil menikmati sisa kopi yang kami pesan saya juga sempat mencicipi beberapa cake yang disediakan di sana. Coffee At Louis ini menurut saya adalah kedai kopi berkonsep yang bisa dijadikan pilihan warga Surabaya untuk ngopi sore sambil bersantai. Jika saya saja bisa betah di sini, pastilah orang-orang di sini harusnya berbahagia karena ada coffee shop keren seperti ini. Yang membuat pengalaman ngopi makin seru adalah filter coffee disajikan di cangkir-cangkir keramik cantik ala Jepang. Saya saja minumnya sambil senyum-senyum.

Hail cold brew!
Hail cold brew!

Secara keseluruhan buat saya Coffee At Louis adalah sebuah nama yang tidak mungkin mudah dilupakan. Saya dengan yakin akan kembali lagi ke kedai kopi ini jika mampir ke Surabaya. Ambience yang menyenangkan, para barista dan owner yang ramah, rasa kopi dan cake yang enak serta segala hal yang terbangun di sini memberikan kenyamanan tingkat tinggi yang kerap membuat saya ingin kembali. Oh iya, jangan lupa mencoba cold brew-nya. Ini adalah satu cold brew terenak yang pernah saya coba.

Coffee At Louis

Jalan Trunojoyo No. 69 Surabaya Indonesia

(Selasa Tutup)

PAKET-KAFE- BARU

 

2,381 total views, 6 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.