KESALAHAN UMUM YANG KERAP TERJADI DI HULU INDUSTRI KOPI

Penuh syukur masih bisa pergi ke kedai kopi favorit dan menikmati hasil seduhan kopi dari barista di sana dengan rasa hikmat. Bahkan bisa menyeduh sajian kopi sendiri di rumah setiap hari adalah kebahagiaan bagi penikmat kopi. Namun sedikit di antara kita yang bertanya apakah petani kopi sama bahagianya seperti kita hari ini menikmati kopi dengan hikmat.

BAYANGKAN kita yang di sini dengan senangnya menikmati kopi hasil petani kopi, namun masih saja banyak di antara petani kopi kita masih mengalami banyak permasalahan demi mewujudkan hasrat ngopi kita di sini. Tidak heran, kita sebagai penikmat kopi pasti hanya mengetahui kopi sebatas bahwa kopi yang nikmat adalah hasil kerja dari para coffee roaster. Jangan salah teman-teman, coffee roaster tidak bisa menciptakan biji kopi yang nikmat tanpa buah kopi yang berkualitas hasil panen petani kopi. Namun sayangnya, perjalanan buah kopi untuk panen tidak semudah itu, banyak tantangan yang dihadapi para petani kopi kita. Tidak sedikit yang mengalami permainan harga dari para pengepul, kegagalan panen, hama penyakit, dan banyak lagi. Walaupun tidak semua petani kopi mengalami hal miris yang demikian, namun masih ada di sebagian daerah produsen kopi di Indonesia yang mengalaminya. Contohnya saja para petani kopi konvensional di tanah Karo, kami tim Otten berkesempatan mengunjungi Starbucks Farmer Support Center (SFSC) yang terletak di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Dari obrolan singkat kami bersama pegiat di SFSC Berastagi disimpulkan masih banyak petani kopi di sana yang keliru, antara lain.

Kesalahan Pola Pikir Tentang Tanaman Kopi
Di tanah Karo pada umumnya petani di sana merupakan petani buah dan sayur, daerahnya yang sejuk dan terletak di pegunungan membuat lingkungan ini sangat sesuai sebenarnya untuk tanaman kopi. Namun, sayangnya tanaman kopi di sini masih sedikit yang ditanam secara fokus, tanaman kopi di sini ditanam hanya sekadar dan malahan dianggap sebagai tanaman pagar untuk mengelilingi tanaman buah dan sayur yang mereka tanam. Padahal tanpa sadar, hasil buah kopi yang mereka jual, uang yang dapatkan secara tidak langsung untuk membantu biaya perawatan tanaman buah dan sayur. Bayangkan jika tanaman kopi saja yang mereka fokuskan dari awal, pastinya sangat potensial, hanya saja banyak yang masih belum mengerti.

Keliru Memilih Bibit Kopi Untuk Ditanam
Beberapa yang sudah memilih untuk menanam pohon kopi atau memang sudah menjadi petani kopi turun-temurun, masih sangat minim wawasan pembibitan ketika pertama kali menanam. Malah banyak petani kopi mengabil kecambah dari buah kopi yang sudah jatuh dari pohon kopi dan menjadi kecambah. Hanya saja, tidak bisa dipastikan bahwa buah kopi tersebut sudah matang di pohon atau masih hijau. Dari pembibitan awal yang kurang perhatian, maka selanjutnya pohon kopi yang tumbuh dan menghasilkan buah bisa dipastikan tidak sebaik pohon kopi yang memang dari awal sudah dilakukan pembibitan secara serius.

Kurangnya Wawasan Teknik Budidaya Kopi
Banyak petani kopi yang mengeluh mengapa pohon kopi miliknya tidak berbuah dan menghasilkan panen secara konsisten, alhasil menyerah dan mulai menanam tanaman lain di lahan mereka. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya wawasan petani kopi di sana untuk merawat dan mengembangkan pohon kopi mereka. Bahkan banyak pohon kopi dibiarkan tumbuh sampai ditumpangi tanaman merambat lain yang tumbuh disekitar pohon kopi. Hal ini mengganggu pertumbuhan pohon kopi, dan pastinya tidak akan memiliki buah kopi karena nutrisi tanah terbagi dua antara pohon kopi dan tanaman merambat disekitarnya. Maka perlu wawasan tentang teknik budidaya kopi, dari mulai pembibitan, pola tanam, penggunaan kompos, dan lainnya.

Jasa Buruh Petik Buah Kopi Yang Sembarangan
Bukan berarti di tanah Karo ini tidak ada petani kopi yang mulai serius dengan pohon kopi mereka, tapi masih saja ada kesalahan yang juga sering dilakukan. Ketika masuk masa panen, petani kopi tidak terlalu memperhatikan pola petik buah kopi, maka yang terjadi buah kopi yang dipetik sembarangan. Umumnya di sana, masa panen tiba para petani kopi akan menyewa jasa lepas buruh petik buah kopi, dan orang-orang yang memetik buah kopi hanya memetiknya sembarang, jarang yang mengetahui bagaimana cara memetik buah kopi yang baik untuk pertumbuhan buah kopi itu sendiri. Padahal, memetik buah kopi yang salah bisa menyebabkan tidak ada lagi buah kopi yang tubuh di tempat semula buah kopi dipetik.

Berikut, sekilas permasalahan yang kerap dihadapi dan kesalahan yang terlalu sering dilakukan oleh para petani kopi kita. Kita yang minum kopi nikmat hari ini, tanpa sadar sebelum kopi menjadi secangkir kopi ternyata banyak hal yang dilalui buah kopi itu sendiri. Walau kita tidak bisa terjun langsung membantu para petani kopi, setidaknya minumlah secangkir kopi kamu hari ini dengan penuh suka cita.

Gambar sekadar ilustrasi dari sciencenewsforstudents.org.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.