KESENANGAN KECIL DI CAFE OBERKAMPF PARIS

Saya selalu percaya bahwa terkadang ukuran kedai kopi berbanding terbalik dengan keseruan pengalaman minum kopinya.

PARIS dan romantisme yang tak lekang oleh waktu ini memang sedap dinikmati sambil berjalan kaki. Saya dan para sahabat menikmati kota ini tanpa terburu-buru sama sekali. Segalanya berjalan dalam tempo lambat dan menyenangkan. Tak ada yang kami buru di sini. Pun perihal kedai kopi. Meski dengan kebetulan kami sering menemukan kedai-kedia kopi cantik nan asyik. Salah satu kedai kopi kecil itu adalah Cafe Oberkamph di kawasan Rue Neuve Popincourt Paris.

Kedai kopi yang dari luar bercat biru teduh ini mungkin adalah salah satu kedai kopi terkecil yang pernah saya datangi di Paris. Meski kecil kedai kopi ini dipadati para penikmat kopi yang memenuhi hampir seluruh meja yang disediakan. Uniknya lagi, di sini tidak diperbolehkan membawa laptop dan alat kerja lain. Mungkin dikarenakan kapasitasnya yang tak banyak dan luas kedainya yang mini jadi akan mengganggu pengunjung lain.

Di kedai ini hanya ada empat buah meja yang cukup untuk kira-kira 8 orang dan meja panjang di sisi jendela yang hanya cukup untuk 4 orang saja. Meski kecil, entah kenapa saya merasa nyaman dan tak sesak di sini. Aroma kopi yang semerbak ambience yang menyenangkan membuat saya dan siapa saja betah ngopi di sini.

Di coffee bar-nya sendiri barista yang kebetulan perempuan sangat sigap meracik kopi bercangkir-cangkir. Mesin kopi cantik Kees Van Der Westen Mirage yang dimodifikasi unsur kayu ini pun tak henti-henti berbunyi tanda sibuk yang terus terjadi. Oh iya, ada automatic grinder Mahlkonig EK43 White yang juga menemani si mesin kopi. Saya sangat menikmati bebunyian alat kopi dan suara-suara lain di kedai kopi. Terasa menyenangkan saja di telinga.

Sebenarnya ada banyak sekali menu sarapan di sini. Mungkin Cafe Oberkampf ini memang jenis kedai kopi yang didatangi pada waktu-waktu brunch, tapi berhubung kami sudah makan dan ingin ngopi saja maka yang dinikmati hanyalah kopinya saja. Saya pesan filter coffee single origin dari Ethiopia (saya lupa spesifiknya dari mana).

Yang saya ingat kopi saya ini diseduh dengan Moka Master. Alat seduh filter coffee yang menggunakan mesin. Sebenarnya saya lebih suka diseduh manual dengan barista. Tapi Moka Master ini membantu jika kedai sedang ramai-ramainya. Untung kopinya enak banget jadi tak masalah diseduh sama mesin. He-he-he.

Meski tak diseduh langsung sama sang barista yang sangat sibuk itu, tapi latte saya tentu dia langsung yang membuatnya. Secangkir latte nikmat yang kompisisi susu dan kopinya pas sekali ini sanggup saya habiskan dalam kurun waktu 3 menit saja. Soalnya enak sekali dan rasanya takut hangatnya pergi jadi sekali teguk mau lagi dan lagi. Sebenarnya saya suka sekali berlama-lama di sini. Cuma tidak enak hati dengan pengunjung lain yang baru datang. Maklum ruangan yang kecil membuat kita harus sedikit pengertian untuk bergantian dengan orang lain.

Cafe Oberkampf Paris ini adalah jenis kedai yang semua pengunjungnya datang untuk ngopi, makan dan mengobrol. Tak ada yang sibuk sendiri dengan laptop dan urusan lainnya. Semuanya berinteraksi antar sesama manusia. Sebuah pemandangan yang jarang terlihat di kota sesibuk Paris. Saya pun akhirnya menyingkirkan laptop jauh-jauh dan kembali pada konsep utama kedai ini: menikmati kopi, mengamati sekitar dan ngobrol dengan teman semeja.

Cafe Oberkampf Paris

3 Rue Neuve Popincourt, 75011 Paris, Perancis

Senin dan Rabu Tutup

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.