KINU: GRINDER MANUAL GENERASI TERBARU

Jerman cukup fanatik dengan segala teknologi buatan mereka, termasuk alat-alat penggiling kopi. Kini daftar fanatisme itu tampaknya akan bertambah lagi dengan kehadiran Kinu, grinder high end yang sedang hangat dibicarakan.

ADA anggapan terkenal di kalangan penggemar kopi yang tak kalah fanatik, “jika ingin memulai bisnis kopi, atau setidaknya ingin mulai serius di bidang kopi, maka berinvestasilah pada grinder.” Alasannya sedikit geek. Partikel-partikel potongan biji kopi yang dihasilkan grinder dianggap faktor penting—kalau belum bisa disebut penentu—terhadap citarasa kopi yang akan tersaji nanti. Maka, grinder manual pun dianggap salah satu yang patut dipertimbangkan jika seseorang berencana untuk ngopi dengan khusyuk di rumah—atau untuk dibawa berkompetisi.

Satu lagi daftar yang kian menambahi pilihan grinder-grinder manual andalan adalah Kinu, penggiling kopi buatan Jerman yang tidak kalah menarik. Menurut informasi yang mereka cantumkan pada situs web resminya, perusahaan Kinu sebenarnya sudah terlibat dalam banyak sekali proyek pengembangan dan produksi alat-alat penggiling kopi dan bumbu dapur untuk berbagai merek terkenal di dunia selama lebih dari 25 tahun. Namun, pada ulang tahun perusahaannya yang ke-25 mereka memutuskan untuk menampilkan koleksi grinder yang berada di bawah nama mereka sendiri: Kinu (yang berarti grinder dalam bahasa Swahili) pada 2014 lalu.

Menurut perusahaannya, grinder Kinu merupakan hasil dari pekerjaan dan eksperimen selama 4 tahun. Ada beberapa model grinder berbeda yang telah dikembangkan dan diproduksi sebelum Kinu versi saat ini dijual ke pasaran. Mengusung “embel-embel” grinder yang mewakili teknologi Jerman (terutama untuk soal ketepatan dan keandalan), Kinu termasuk yang termahal di kelas grinder manual.

Kemasan grinder Kinu.

Tentang Kinu. Perusahaan Kinu Grinders didirikan oleh keluarga ilmuwan Biernatek asal Jerman yang selama 25 tahun sebelumnya telah memproduksi grinder untuk berbagai merek terkenal di berbagai Negara. Dr. Eduard Biernatek, seorang mantan dokter gigi yang saat ini menjabat sebagai chief designer, teknisi dan CEO dari Graef GmbH (induk perusahaan Kinu Grinders) menciptakan alignment system inovatif khusus untuk grinder Kinu yang saat ini telah dipatenkan oleh perusahaannya. Grinder-grinder Kinu dikirimkan langsung dari Rodgau, kota di sebelah tenggara Frankfurt, Jerman dimana perusahaan ini berbasis. Sementara kantor pemasaran lainnya juga berada di Coral Gables, Florida Amerika untuk melayani kebutuhan global.

Konstruksi grinder. Semuanya dari bahan metal.

Spesifikasi. Semua material grinder Kinu terbuat dari konstruksi yang sepenuhnya dari bahan logam (metal). Kontainer—wadah penampung bubuk kopi—pada grinder terbuat dari stainless steel yang dilengkapi dengan 4 magnet neodymium (yang konon tidak bisa habis kadar magnetiknya). Bagian luarnya dilapisi dengan kover pelindung dari bahan ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene, yaitu polimer termoplastik yang bersifat “meredam panas”). Di bagian bawah kontainer terdapat sebuah O-ring untuk melindunginya dari goresan. Karet O-ring ini cukup membantu jika kita menggiling di atas meja.

Kontainer grinder terbuat dari stainless steel yang dilapisi pelindung dari ABS.
Karet O-ring di bagian bawah kontainer membantu “menjaga” grinder tidak bergeser saat menggiling kopi di atas meja.

Pada burr, Kinu dilengkapi dengan hardened conical burrs ukuran 47 mm dan dikerjakan dengan sistem “Black Fusion” yang konon merupakan teknik perawatan hasil pengembangan Kinu sendiri. (Conical burr selama ini dikenal sangat baik karena menggunakan sistem rotasi yang lebih lambat dibandingkan flat burr, dan lebih baik saat “menangani” minyak atau aroma kopi tanpa penyumbatan).

Grinding cone pada Kinu.
Grinding ring.

Tombol hitam yang berada di sisi grinder, atau kenob anti rotasi, berfungsi untuk membantu proses grinding menjadi lebih ringan. Kita cukup memegang bagian atas grinder dan menempatkan jempol di bagian kenob tersebut sembari menggiling, dan genggaman pun menjadi lebih stabil saat menggiling kopi.

Kenob anti rotasi membuat genggaman semakin mudah.
Menggiling kopi di atas meja juga begitu enteng, karena grinder tidak bergeser.

Semacam review. Grinder Kinu tergolong berat, sekitar 1 kg saat di genggaman. Terasa jika grinder ini berkualitas bagus, apalagi kita tahu jika produksinya dari Jerman. Dibandingkan dengan Comandante, menggiling kopi dengan Kinu sedikit keras. Tapi proses grinding-nya lebih cepat selesai. Jika kita mengeset hingga ukuran gilingan paling halus, handle tetap berfungsi dan bisa berputar dengan normal—tidak seperti grinder manual pada umumnya yang akan terasa gesekan pada burr (kecuali pada Comandante).

Salah satu yang juga cukup menguntungkan dari Kinu adalah fitur adjustment wheel, yaitu roda-roda nomor (seperti pada grinder elektrik) yang membantu kita untuk menyesuaikan level gilingan dengan lebih gampang. Jadi tak perlu lagi meraba-raba. Dari keterangan situs resmi Kinu, grinder ini bisa menyesuaikan hingga 50 clicks dimana putaran 1 click berarti ada 0,01 mm jarak yang bergeser. (Yang kami coba, hasilnya bisa lebih dari 50 klik).

Adjustment wheel.
Adjustment wheel pada Kinu.

Angka pada adjustment wheel berkisar mulai dari 0 hingga 9. Jika kita memutar hingga angka 0 berikutnya, maka artinya itu sudah 10 poin. Jika diputar lagi berlawanan arah jarum jam sampai angka 0 lagi, itu artinya sudah 20 poin.

Kami mencoba mulai dari angka 0, dan grinding-nya cukup enteng meski yang digunakan adalah kopi light roast (yang umumnya bijinya masih sedikit keras). Tapi hasilnya susah keluar. Lalu kami mencoba di angka 1-5, dan bubuk kopi juga masih susah untuk keluar. Barangkali karena masih terlalu halus. Di angka 5, hasil bubuk kopi yang keluar masih terlalu halus untuk tubruk.

Tubruk: Angka 10 (namun pada angka ini, menurut kami pribadi, masih terlalu halus untuk tubruk)

Espresso: 15-18 (poin yang lebih cocok untuk espresso)

Manual brew: (metode filter) kami lebih cocok di angka 35-43

(Dalam boks bawaan Kinu terdapat selembar kertas untuk membantu kita mencatat angka yang kita gunakan dan untuk jenis gilingan apa, sehingga lebih membantu).

Bagian-bagian grinder Kinu semuanya screwless, alias tanpa sekrup, sehingga memasangnya kembali sangat mudah.

Jika kita membuka burr untuk dibersihkan, memasangnya kembali pun sangat gampang. Dan saat memasangnya kembali tidak perlu khawatir untuk kalibrasi ke angka 0 karena grinder akan otomatis “terkalibrasi” dan berada di angka 0 jika sudah bisa dikunci.

Kami membandingkannya dengan Mahlkonig EK43 (yang sudah dikalibrasi dengan Titus alignment tools dari Jerman), hasil gilingan lebih presisi pada Kinu. Menggiling di angka 35 pada Kinu dan EK43, hasilnya kurang lebih sama.

Lalu kami ayak dengan Kruve um800 dan um400 selama 30 detik. Hasilnya gilingan dari Kinu tersisa 70% pada um800, sementara gilingan dari Mahlkonig EK43 tersisa hanya 62%.

Hasil gilingan yang presisi.

Pros:

• Seperti produk-produk buatan Jerman pada umumnya, grinder Kinu pun memiliki konstruksi yang kokoh. Semua materialnya terbuat dari bahan logam (metal) berkualitas. Dan, menurut saya, karena semua materialnya dari logam termasuk kontainer, maka itu sekaligus juga mengurangi risiko seringnya mengganti spare parts karena pecah, retak, dan sejenisnya.

• Grind consistency: sangat konsisten. (Bagian ash tengah dan bearing sangat bagus dan stabil. Meskipun kita mengeset hingga angka 0, namun burr tidak terasa bergesekan. Handle-nya juga masih gampang diputar).

• Mudah digunakan. Saat dibongkar pun, burr-nya mudah dipasang kembali.

• Garansi: Kinu berani memberikan garansi hingga 5 tahun, tapi tidak termasuk kelalaian yang diakibatkan oleh kesalahan penggunanya seperti jatuh, dan sebagainya.

 

Cons:

• Tidak ada penutup di tempat masuknya biji kopi.

• Harga yang cukup mahal. Kinu termasuk yang termahal untuk kelas grinder manual. Tapi, seperti kata slogan lawas, “Ada harga, ada kualitas”.

 

Kesimpulannya, grinder Kinu adalah rekomendasi jika Anda mencari ketepatan dan hasil sangat presisi pada saat menggiling kopi—dan terutama jika Anda juga berencana membawa grinder manual saat mengikuti kompetisi.

Selamat menggiling kopi.

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.