KIOSK COFFEE JOGJA & KESERUAN KECIL

Saya kira kedai kopi kecil berupa kios yang bertengger di pinggir jalan itu cuma ada di Jepang, ternyata kios kopi semacam itu bisa saya temukan juga di Yogyakarta.

KAWASAN Prawirotaman Yogyakarta memang sudah terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pejalan dari berbagai negara. Segala macam manusia tumpah ruah di sini. Popularitas tempat ini semakin menjadi-jadi ketika di beberapa titiknya dipakai sebagai lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang baru-baru ini melejit hebat. Tapi saya tak mau bercerita tentang hits-nya film itu. Karena ada yang lebih menarik yaitu kedai kopi kecil bernama Kiosk Coffee Jogja.

Tak jauh dari Prawirotaman (utara gapuranya), tepatnya di Jalan Parangtritis, mata saya menangkap sebuah kios kecil bercat putih. Kiosk Coffee Jogja ini sejejer dengan toko berjualan jas hujan dan rental motor. Kiosk Coffee Jogja luasnya hanya 2 x 3 meter saja. Di dalamnya terdapat meja yang menempel ke dinding dilengkapi dua kursi. Di sudut meja bertumpuk buku-buku yang menjadi ‘pelarian’ siapa saja yang singgah.

Ajaib juga sebuah kedai kopi kecil seperti ini mampu menarik siapa saja yang mendamba kopi. Saya bertemu Ester sang pemilik kedai kopi yang bersembunyi di balik meja dan Christine sang barista. Kiosk Coffee Jogja menggunakan Rok Presso untuk menu espresso bar dan untuk kopi hitam yang diseduh manual ada alat kopi semacam Hario V60, Aeropress, Syphon dan Vietnam Drip.

Saya memilih duduk di depan tepat di pinggir trotoar yang dibatasi partisi kaca antara ruangan di dalam. Karena belum ngopi dengan layak, saya benar-benar mendamba kopi enak. Pilihan jatuh kepada single origin Kerinci Natural dan teman saya memesan single origin Sunda (saya lupa Sunda apa). Kedua single origin yang diseduh dengan Hario V60 ini memberi puas yang luas. Ha-ha-ha. Kopi-kopi yang dibandrol 15 ribu rupiah saja ini mampu menjadi amunisi untuk melanjutkan petualangan keliling Jogja.

Kiosk Coffee Jogja ini memberi inspirasi untuk saya yang bukan penduduk asli kota ini. Betapa untuk memiliki kedai kopi kamu tak melulu harus punya tempat yang luas dan alat-alat kopi mewah mentereng. Karena kesederhanaan rupanya mampu juga membahagiakan kita. Terbukti dari cerita Ester banyaknya para turis yang meneguk kopi mereka sambil berbagi cerita. See? Kopi di manapun dan bagaimana pun tempatnya tetap mampu menularkan kebahagiaan. Setidaknya di Kiosk Coffee Jogja saya mendapatkan itu.

Kiosk Coffee Jogja

Jalan Parangtritis, Brontokusuman,

Mergangsan (Utara gapura Prawirotaman),

Yogyakarta, Indonesia 

 

 

4,437 total views, 8 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.