KOPI DAN DEPRESI? APA HUBUNGANNYA?

Depresi dinilai menjadi momok mengerikan yang menyerang milenial. Sedang kopi adalah hal yang melekat erat pula pada kaum ini. Lalu apakah ada keterkaitan antara kopi dan depresi?

JAWABANNYA tentu saja ada. Tapi kopi bukanlah pemicu timbulnya depresi, melainkan senjata yang turut membantu memerangi depresi yang kian hari kian tinggi jumlahnya. Meski depresi mencegah depresi tidak sesederhana meneguk kopi dua kali sehari atau menyeduh dengan begitu fokus hingga luruh segala depresi ini, tapi kopi turut serta mengurangi.

Penelitian sendiri menyatakan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi kopi dua sampai tiga cangkir sehari memiliki resiko lebih rendah terserang depresi. Hal ini dikarenakan kafein pada kopi dinilai mampu membantu pelepasan endorfin yang cara kerjanya mirip dengan obat antidepresi. Dengan kata lain secara sains kopi bekerja seperti ‘obat’, memberi nikmat sekaligus bekerja melawan depresi yang mungkin sering hinggap pada kaum milenial.

Bahkan para peneliti dari Universitas Harvard di Amerika Serikat telah melakukan riset terhadap kurang-lebih 200.000 orang yang memiliki tiga level depresi yang berbeda. Dan selama beberapa tahun mereka menemukan jawaban dari penelitian ini bahwa orang-orang yang mengonsumsi kopi hingga empat cangkir perhari memiliki kemungkinan lebih sedikit melakukan bunuh diri karena depresi. Kafein membantu mengubah mood menjadi lebih baik sekaligus memberikan ‘ketenangan’ bagi mereka yang mengonsumsinya.

Lalu apakah semua jenis kopi mampu membantu menenangkan mereka yang stres dan depresi? Jawabannya tidak karena hanya kopi sehat dan berkualitas yang efeknya mampu terasa pada mereka yang membutuhkannya. Aroma kopi dari biji kopi berkualitas juga memberi efek tenang yang berbeda sehingga mampu membuat mereka merasa rileks dan meringankan kepala yang terkena stres.

Meski kopi dan kafeinnya mampu mengurangi resiko depresi, bukan berarti kopilah satu-satunya cara untuk keluar dari depresi ini. Jika kamu mengalami stres dan depresi yang begitu mengganggu seharusnya beri tahu orang terdekat dan jangan takut untuk bicara. Atau jika hal tersebut tidak membantu, sebaiknya hubungi psikolog dan psikiater yang memang ahli di bidangnya. Depresi jangan dibiarkan ya!

Foto utama dari floridiansocial.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.