KOPI KETJIL JOGJA: SI KECIL YANG MELUASKAN

Seperti namanya, kedai kopi ini memang tak luas. Tapi pengalaman ngopi di sini memberi saya sebuah pencerahan bahwa kopi yang nikmat akan meluaskan apa saja, termasuk kedai itu sendiri.

 

KOPI Ketjil adalah salah satu kedai  kopi yang mungkin tak bisa saya lupakan. Berada di Kawasan Damangan Yogyakarta kedai kopi ini begitu menarik hati. Dari luar sudah berjejer motor yang parkir di sini. Ini merupakan pertanda bahwa di dalam telah banyak manusia yang menikmati kafein hingga berjam-jam. Saat mampir ke sana suasana hampir maghrib. Dan karena tak punya waktu banyak di Jogja saya memutuskan untuk mampir saja selagi bisa.

 

Kedai kopi ini benar-benar kecil. Interiornya terlihat industrial dengan lighting temaram yang memendarkan hangat yang menurut saya cukup nyaman. Saat pintu dibuka saya langsung di sambut coffee bar yang sekaligus tempat ngopi para pengunjung.

 

Di sisi kanan ruangan ini meja coffee bar berjejer panjang. Di sana segalanya transaksi kafein terjadi. Saat datang Kopi Ketjil sedang penuh. Maklum kedainya kecil jadi jika diisi sepuluh orang saja rasanya sudah penuh sekali.

 

Di Kopi Ketjil ada sebuah meja komunal yang biasa dipakai pengunjung untuk berbagi. Di belakangnya sebuah mesin sangrai terduduk manis. Mungkin sedang beristirahat dari tugas menyangrainya. Karena tidak kedapatan duduk di meja bar saya pun memutuskan duduk di meja komunal saja. Beruntung ada yang mau pindah ke meja komunal demi memberikan kursinya ke sana. Ah, sensasi ngopi di bar memang paling seru karena bisa ngobrol langsung dengan sang barista.

 

Saya memerhatikan sekeliling. Tidak ada penampakan mesin espresso otomatis di sini. Sebuah Rok Presso dan Bellman Stove Top menjadi andalan untuk menghasilkan espresso dan turunannya. Saya pun memesan secangkir latte yang meskipun penyajiannya lama karena menggunakan alat kopi manual tapi rasanya tak kalah dengan latte yang lahir dari mesin mahal nan canggih rupawan.

 

Sebuah latte yang begitu berkesan dengan sempurnanya ‘pernikahan’ susu dan kopi yang nikmat pada tegukan. Ini baristanya yang jago atau house blend-nya yang enak? Ah atau mungkin memang keduanya.

 

Bagian paling asyiknya ngopi di Kopi Ketjil adalah tiada batas antara pendatang dan ‘tuan rumah’. Ruang yang kecil ternyata menjadi keuntungan yang mampu membuat semua orang merapat lekat. Ngobrol semakin intim dan menikmati kopi semakin sedap karena kamu bisa langsung melihat lebih lekat. Dan suasana yang temaram remang-remang ini berasa seperti di dalam bar yang kerennya hanya menyediakan kopi.

 

Sedang asyik ngobrol saya sepertinya membutuhkan cangkir kedua. Jatuhlah pilihan kepada Papua Wamena dan teman saya memilih Java Karlos yang keduanya diseduh dengan pour over method. Sedap juga Papua Wamena yang rasanya memberi manis-manis getir pas seperti perasaan rindu yang tak mendapat temu. Halah! 

 

Masih betah duduk rapat-merapat di Kopi Ketjil ternyata sang barista mengeluarkan seperangkat alat cupping. Oh rupanya akan diadakan cupping malam itu. Sebenarnya diajak ikutan cupping session, cuma saya sudah banyak minum kopi hari ini dan sepertinya indera perasa pun sudah terkikis kepekaannya. Yah, jadilah saya menonton dengan khidmat saja.

 

Jujur, saya sebenarnya sangat takjub dengan Kopi Ketjil yang meskipun literally kecil, tapi memiliki segalanya yang dibutuhkan sebuah kedai kopi spesialti. Segala alat seduh manual, barista menyenangkan, kopi nikmat, kenyamanan tempat, playlist asyik hingga mesin sangrai.

 

Semuanya muat dan komplit dengan porsinya sendiri tanpa berlebihan di sana-sini. Belakangan saya paham, bukan perkara seberapa luas kedainya. Tapi seberapa seru kedai dan orang-orangnya sehingga mampu meluaskan setiap hati yang singgah. Kalau ke Jogja, si kecil yang satu ini harus kamu datangi.

 

Kopi Ketjil

Jalan Demangan Baru No.8a,

Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman,

Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Indonesia

3,547 total views, 2 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.