KOPI PERTAMA DI YOGYAKARTA : JEEVA!

Terima kasih kepada para follower Instagram @ottencoffee yang sudah merekomendasikan kedai kopi satu ini. Tanpa kalian, kami takkan menemukan tempat ngopi asyik ini!

MEDIA sosial adalah ranah tempat hampir segala pertanyaan bisa menemukan jawabannya. Dan kemarin kami sengaja bertanya di Instagram perihal kedai kopi apa yang direkomendasikan di Yogyakarta. Salah satu vote terbanyak jatuh kepada Jeeva Yogyakarta. Karena waktu kami tak banyak, akhirnya sesampainya di Adisucipto Airport kami langsung bertolak ke Jeeva Coffee Yogyakarta ini. Sekaligus ini menjadi tempat mengawali petualangan dari cangkir ke cangkir di kota ini.

Di media sosialnya, Jeeva terlihat sangat fotogenik dengan interior ‘bersih’ dan ruangan yang lega. Sesampainya di sana ternyata memang demikian adanya. Warna putih mendominasi dan diberi sentuhan hijau mint dan kayu di beberapa sisi. Dinding putih di coffee bar yang dilukis indah begitu mencolok. Menambah keseksian alat-alat kopi di meja bar.

Mesin espresso Linea PB 2 Group stainless steel yang ditemani automatic grinder Mazzer Super Jolly Black. Di hopper-nya pasti ada espresso blend yang kelak memikat hati. Untuk penggiling kopi-kopi manual seperti biasa ada Mahlkonig EK43 idola kita semua. Saya sangat suka melihat kursi-kursi rotan cantik di meja bar. Menambah kesan estetis tempat yang sudah cantik ini.

Oh iya, di Jeeva ragam alat seduh manual tersedia cukup lengkap. Mulai dari tubruk yang tradisional hingga french press, Kalita Wave, Hario V60, Vietnam Drip hingga Chemex semuanya ada. Jadi pengunjung bisa leluasa memilih kopinya diseduh dengan alat apa.

Setelah puas keliling sana-sini, saya pun memutuskan memesan kopi. Saya memilih single origin Papua Wamena yang awalnya saya minta diseduh dengan Kalita Wave. Tapi karena kata baristanya mereka sedang kehabisan kertas, makanya diganti menjadi Hario V60. Di sini semua kopi langsung diseduh di meja tamu.

Jadi baristanya memboyong semua alat seduhnya dan diseduh di depan kita. Asyik juga melihat kopi diproses di depan mata sambil bertanya ini-itu dengan sang barista. Baristanya juga menjelaskan tiap prosesnya. Jadi untuk yang mau belajar tentang kopi sedikit banyak dapat ilmunya saat ngopi di sini. Kopi dari biji Indonesia rata-rata dibandrol seharga IDR. 30.000. Dan kopi saya disajikan di gelas wine jadi lebih sedap menghirup aromanya sebelum diteguk.

Selain kopi-kopi dari nusantara, di Jeeva juga ada kopi-kopi impor dari brand ternama. Kami sih hanya mencoba yang lokal saja karena katanya ini disangrai sendiri oleh mereka. Selain mencoba filter coffee saya juga mencoba iced vietnam drip yang dibandrol seharga IDR. 28.000. Lumayanlah meluruhkan dahaga karena Jogja kali itu sedang panas cuacanya. Duduk santai berlama-lama di Jeeva ditemani kopi dan camilan memang bikin lupa waktu. Apalagi ambience yang diberikan tempat ini membuat kami betah berlama-lama.

Waktu kami di sana sedang ada cupping yang sempat menjadi perhatian para pengunjung yang datang. Sebenarnya ingin ikut cupping cuma terlalu malu untuk gabung. Ha-ha-ha. Untuk kami, Jeeva Coffee adalah salah satu kedai kopi asyik yang berhasil memuaskan hati kami. Sekali lagi terima kasih untuk semua yang sudah memberi tahu kami soal tempat ini ya. Tunggu petualangan lainnya di Yogyakarta. Siapa tahu kedai kopi favorit kamu juga kami singgahi!

Jeeva Yogyakarta
Jl. Suhartono No.2, Kotabaru,

Gondokusuman, Kota Yogyakarta,

Daerah Istimewa Yogyakarta 55224

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.