KOPI TOEBROEK, KITA DAN NOSTALGIA

Tak peduli seberapa canggih kemunculan alat kopi, kopi tubruk selalu di hati. Mungkin karena jenis kopi ini mengandung nostalgia bagi tiap-tiap kepala.

PENGALAMAN saya dalam menikmati kopi pun diawali dengan mencecap kopi tubruk milik paman saya. Dari gelas belimbing bening saya meneguk kopi kali pertama. Ada rasa pahit yang menyisakan ampas halus. Sejak saat itu saya takkan pernah lupa kapan kopi menyentuh hidup saya.

Beberapa orang yang saya kenal pun bertutur kalau pengalaman ngopi mereka berawal dari kopi tubruk. Entah itu diwariskan dari kakek nenek atau mama papa mereka. Atau secara tak sengaja menjadi kebiasaan saat nongkrong di warung kopi. Kopi tubruk telah ada sejak lama. Mengisi keseharian, menjadi saksi hidup dan pertemuan. Bahkan orang-orang besar negeri ini pun melibatkan kopi dalam mengambil keputusan. Konon Ir. Soekarno Bapak Proklamator, dan presiden pertama kita pun gemar menikmati kopi dengan sedikit gula dari dan sebelum negeri kita merdeka.

Bicara soal merdeka, Agustus memang identik dengan kemerdekaan kita. Dan untuk merayakan geliat nasionalisme khusus di bulan kemerdekaan ini, Otten Coffee meluncukan satu varian kopi terbaru yang dinamai Kopi Toebroek. Kopi Toebroek sendiri adalah kopi seri khusus yang sengaja diluncurkan tepat untuk merayakan romantisme kemerdekaan. Dengan kemasan ‘jadul’ yang khas, Kopi Toebroek ini diracik begitu istimewa untuk mereka yang merindu nikmatnya kopi tubruk di masa lalu.

Selain itu, Kopi Toebroek ini juga diperuntukkan untuk penikmat kopi yang tidak memiliki alat kopi di rumah. Sehingga dengan muda bisa menikmati kopi ini dengan cara ditubrukkan saja. Air dan kopi jadilah sebuah kenikmatan yang mungkin akan mengingatkan kita pada nostalgia masa kecil, serunya bertandang ke rumah nenek, asyiknya kumpul di warung kopi bersam teman-teman semasa remaja dan masih banyak lagi.

Untuk kamu yang ingin menikmati keseruan dalam nostalgia yang sama, bisa menikmati kopi ini di Otten Coffee dan mari kita bersama-sama meneguk kopi yang diseduh sederhana dan diwariskan turun-temurun dari seluruh keluarga di negeri kita tercinta!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.