KOPI YANG TUMBUH DI BAWAH NAUNGAN POHON, SEBAGUS APA?

Kopi-kopi yang ditanam di bawah bayang-bayang pohon besar dianggap mampu menghasilkan karakter tak biasa yang bisa membuat siapapun terdiam dalam kekaguman setelah meminumnya.

DALAM Bahasa Inggris, istilah kopi yang tumbuh dalam naungan ini sering disebut dengan shade grown coffee—barangkali kalian lebih sering mendengar istilah Inggrisnya ketimbang dalam Bahasa. Seorang pembuat film bernama A. Kinnunen belum lama ini membuat rekaman khusus tentang tumbuhan kopi ‘jenis’ ini. Menarik, karena para pembuat film kopi biasanya lebih banyak mendokumentasikan tentang perjalanan kopi dan daerah-daerah penting yang menghasilkannya. Dari kacamata sang pembuat film yang telah mendedikasikan semua waktunya khusus untuk proyek ini, mari kita mengenal lebih jauh tentang kopi-kopi yang tumbuh di bawah naungan. Ah, istilah itu masih terdengar asing—shade grown coffee!

Apa sebenarnya shade grown coffee itu?

Kopi-kopi ini adalah jenis yang ditanam di bawah naungan pohon lain. Ini bisa berarti bahwa kopi itu tumbuh di bawah pohon-pohon yang memang sengaja ditanam khusus oleh petani, atau para petani yang menanam kopinya dalam kawasan hutan penuh pepohonan yang telah ada sebelumnya –sedikit mirip dengan proses bagaimana kopi liar tumbuh.

Pohon-pohon yang menjadi naungan kopi ini dianggap memberi banyak keuntungan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomisnya. Pohon-pohon ini melindungi tanaman kopi dari terik matahari yang bersinar terlalu panas. Ini membantu menjaga suhu tetap rendah dan stabil, sementara daun-daun yang jatuh dari pohon akan membuat tanah tetap lembab. Pohon-pohon kopi yang tumbuh di bawah naungan dan kondisi seperti ini pada umumnya akan matang lebih lambat sehingga buah cherry-nya pun menjadi lebih matur seutuhnya, lalu benar-benar bisa mengembangkan karakter rasanya yang kompleks dengan lebih sempurna.

Pohon-pohon yang menaungi tanaman kopi juga bisa menambah asupan nitrogen alami ke tanah. Jika tanah tidak mendapat banyak nitrogen, maka solusi yang banyak diambil petani umumnya adalah yang sudah umum kita temui: dengan menambahkan pupuk (yang seringkali berbahan kimia) ke tanah. Pohon-pohon di sisi lain bisa mengurangi risiko erosi tanah pada saat musim hujan.

Manfaat lain yang dirasakan adalah dari segi ekonomi. Jika para petani menanam jenis yang terutama pohon buah-buahan, maka mereka akan bisa memaksimalkan pendapatan sekaligus merampingkan tambahan pengeluaran lain. Pohon papaya, mangga, pisang, jeruk dan alpukat pada umumnya bisa tumbuh dengan baik di areal pertanian kopi.

Pohon-pohon rindang membuat suhu di sekitar tumbuhan kopi menjadi lebih adem.
Pohon-pohon rindang membuat suhu di sekitar tumbuhan kopi menjadi lebih adem.

Bisakah pohon penaung kopi ini membantu melawan hama?

Pohon-pohon yang rindang juga mendukung habitat tambahan yang dibutuhkan oleh populasi burung. Populasi burung telah lama dikenal sebagai pengendali alami yang sangat ramah terhadap pertumbuhan serangga dimana ini akan sangat berharga bagi para petani.

Sebuah studi di tahun 2013, di Kosta Rika pelayanan pencegahan terhadap pengendalian hama ini telah mencegah risiko kerugian 75 – 310 USD di setiap hektar pertanian setiap tahunnya. Keuntungan ini tentu saja akan semakin meningkatkan pendapatan masyarakat dan petani di Kosta Rika.

Hama penggerek buah/cherry kopi pun adalah masalah lain yang umumnya dihadapi oleh tumbuhan kopi. Nah studi yang sama menemukan bahwa pohon-pohon penaung semacam ini bisa mengurangi populasi hama setidaknya sampai 50%. Jika tidak ada populasi burung yang membantu mengendalikan hama ini, maka solusi yang umumnya diambil para petani biasanya, lagi-lagi, adalah pestisida yang tentu saja bisa menimbulkan dampak lain.

ipe Bourbons on the branch, protected from the sun by shade trees. Credit: V. Handskemager Wagner
Contoh kopi varietal Bourbons yang telah matang dan ditumbuhkan di bawah naungan pohon yang terlindung dari sinar matahari. Foto oleh V. Handskemager Wagner

Kopi-kopi yang ditanam di bawah naungan pohon bisa dipastikan memiliki potensi untuk membuat kopi itu benar-benar berkelanjutan, baik untuk alam maupun bagi petaninya sendiri. Karena itulah, film yang dikerjakan A. Kinnunen ini diharapkan bisa membuka wawasan para petani maupun penikmat kopi sendiri.

Yah, kita tunggu saja nanti filmnya seperti apa. Selamat ngopi! 🙂

single-origin kopi

Disadur dari perfectdailygrind. Credit foto: Marshal Hedin, Scot Nelson (flickr) dan V. Handskemager Wagner.

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.