KUALITAS NGOPI SAAT BERPERGIAN

“Ah ngopi di mana saja dan apapun kopinya itu sama saja.” Sebuah kalimat yang selalu saya ucapkan 7 tahun lalu. Kini, saya tak mau lagi menganggap semua kopi sama, bahkan saat berpergian.

BENAR kata seorang senioran yang sudah lama berkecimpung di dunia kopi, “sekali nyebur ke dalam hobi kopi yang baik dan benar, maka kamu takkan bisa downgrade lagi”. Hal itu terjadi pada saya. Dulu saya sama sekali tidak pusing soal ngopi. Saat melakukan perjalanan  baik urusan kerjaan ataupun pelesir sendiri, saya dengan lapang dada bisa meneguk kopi apapun. Sama bahagianya, sama nikmatnya, tak ada komplain.

Credit : health.harvard.edu

Kini sejak mencandu kopi yang ‘baik’ dan ‘benar’. Baik dan benar maksudnya kita semua pahamlah ya. Tak perlu didebat dan bantah. Ha-ha-ha. Saya tak mau lagi ngopi sembarangan karena ternyata memengaruhi selera, tubuh dan efeknya pernah bikin saya sampai mules dan diare. Maka artikel ini saya tulis untuk kalian semua yang sering berpergian dan tak mau kualitas ngopinya menurun karena keterbatasan beberapa hal.

Jika menginap di hotel, saya selalu memastikan apakah hotelnya memang memiliki kopi enak. Biasa saya tanya orang hotel. Jika meragu, saya akan minum teh saja. Tapi paling sering saya bawa Aeropress dan kopi sendiri atau bekali diri dengan kopi yang setidaknya bisa saya bikin kopi tubruk di kamar. Aman sentosa asupan kafein saya!

Eh tapi tidak semua hotelnya buruk lho. Saya pernah menginap di satu hotel yang sangat berkualitas kopinya, bahkan mereka punya mesin sangrai sendiri. Selain membawa sendiri kopi dari rumah, solusi lain agar ritual ngopi tetap terjaga kualitasnya adalah dengan mencari tahu kedai-kedai kopi di suatu daerah. Untuk ini saya biasa sudah jauh-jauh hari mencari tahu. Agar tak tersesat pada tempat-tempat yang salah.

Untuk urusan ini, media sosial adalah ‘mesin serba tahu’. Tinggal lontarkan pertanyaan, sederetan kedai kopi yang kamu butuhkan terpampang nyata. Bahkan di kedai kopi tersebut kamu bisa mendapatkan bonus, cerita seputar kopi warga lokal yang biasanya ajaib. Juga jadi  tahu bagaimana kebiasaan ngopi masyarakat di daerah itu.

Buat saya kualitas ngopi pada akhirnya tidak hanya soal rasa dalam cangkir, tapi bagaimana hati ini berbagaia saat meneguk kopinya. Jadi jika kopi sobek mampu membahagiakanmu, maka nikmatilah. Kalau saya sudah jelas, kopi hitam yang diseduh manual sambil mendengar cerita-cerita barista di suatu tempat baru adalah oleh-oleh paling sedap untuk diri sendiri.

Kalau kamu bagaimana? Bagaimana ngopi berkualitas yang kamu alami saat berpergian?

 

Foto utama dari travelandleisure.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.