LALITO COFFEE BAR: SATU KOPI, SATU SENYUM

Kedai kopi itu bukan hanya tentang teguk, tapi tentang suasana yang kelak memberi senyum pada mereka yang singgah.

Coffee bar-nya Lalito. Tempat kenikmatan lahir dengan sempurna.
Coffee bar-nya Lalito. Tempat kenikmatan lahir dengan sempurna.

SORE itu langit mendung menghitam. Cuaca Kota Padang benar-benar tak tertebak. Baru sejam yang lalu panas membakar, eh sudah mendadak mendung gelap gulita. Saya dan beberapa teman memang sudah lama ingin bertandang di salah satu coffee bar yang berlokasi di WR.Mongunsidi No.2A ini. Mumpung sedang di Padang, jadilah saya menyempatkan diri untuk menikmati kopi sekaligus nongkrong menunggu hujan yang mungkin sebentar lagi akan turun.

Tema industrial sungguh terasa di seluruh penjuru kedai kopi.
Tema industrial sungguh terasa di seluruh penjuru kedai kopi.

Lalito Coffee Bar bukanlah kedai kopi, lebih tepat disebut sebagai coffee bar dengan lighting remang nan hangat dibalut nuansa industrial yang kental di setiap sudut ruang kedainya. Coffee bar mereka seperti menjadi ‘pusat semesta kopi’ yang langsung kamu temukan saat membuka pintu. Saat masuk saya sudah menangkap mesin espresso Rancillio duduk manis di sana. Lalito Coffee Bar ternyata tak hanya menyediakan menu kopi espresso base, tetapi juga manual brew seperti Aeropress, V60, Chemex, Syphon dan French Press tentunya dengan aneka biji kopi yang bisa kamu pilih.

Seduh kopi dengan Aeropress.
Seduh kopi dengan Aeropress.

Karena hujan sudah turun dengan derasnya, saya pun merasa butuh dihangatkan. Secangkir Kopi Solok diseduh dengan Aeropress menjadi pilihan sore itu. Beberapa teman yang ada di situ memesan aneka jus buah segar karena mengaku sudah “mabuk kafein” akibat seharian berkeliling kedai kopi. Ha-ha-ha. Jangan khawatir jika tiba-tiba diserang lapar karena di sini tersedia banyak pilihan makanan mulai dari snacks hingga main course yang rasanya sedap benar.

Hangat adalah satu kata yang pas menggambarkan tempat ini.
Hangat adalah satu kata yang pas menggambarkan tempat ini.

Kebetulan saat nongkrong di sini, sang owner Arthur Oyong juga sedang di kedai, jadilah kami bergabung semeja sembari bercerita tentang perkembangan industri kopi di Kota Padang. Tak hanya Arthur, Lalito Coffee Bar juga kedatangan Adi, Ketua Koperasi Solok Rajo. Jadilah semakin asik pembicaraan industri kopi sore itu. Di luar hujan pelan-pelan mulai berhenti, tapi percakapan kami masih panjang tak kenal henti.

Secangkir cappuccino tak pernah salah.
Secangkir cappuccino tak pernah salah.

Sayang sekali waktu juga yang memaksa saya harus segera hengkang dari tempat ini. Padahal jauh di dasar hati saya sangat mau berlama-lama nongkong di tempat ini. Meski baru sekali singgah, menurut saya Lalito Coffee Bar adalah sebuah coffee bar berkonsep yang cukup asik untuk para pemburu kopi seperti saya. Kedai kopi ini tak hanya untuk mereka yang mencari kafein, tetapi juga cita rasa dan kenyamanan. Untuk saya sebuah kedai kopi yang baik tak melulu soal cerita rasa, tapi pengalaman yang membuat pengunjungnya tersenyum dan merasa betah. Di sini, saya temukan keduanya.

Kopi ketiga, tak kalah nikmat.
Kopi ketiga, tak kalah nikmat.

Berbanggalah warga Padang dengan geliat industri kopi yang sedang marak di sana. Kehadiran Lalito Coffee Bar dengan konsep dan kualitasnya memberi warna yang menyenangkan dalam perjalanan kopi kota ini. Suatu hari nanti saat kembali saya harus menghabiskan waktu lebih lama di sini. Memerhatikan para barista asik dengan dunianya sambil mencecap bercangkir-cangkir senyum yang hadir di sana.

Oh iya, selamat kepada Arthur Oyong yang berhasil menjadi finalis Indonesian AeroPress Championship 2016. I am so proud of you, ko!

 

Lalito Coffee Bar

WR.Mongunsidi No.2A, Padang

 

PAKET CAFE

 

1,188 total views, 4 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.