LAMPU HIAS DARI FILTER KERTAS KOPI

Kreativitas seringnya lahir dari benda-benda tak terpakai. Salah satunya adalah coffee paper filter bekas ngopi yang kamu buang setelah selesai seduh kopi dengan cara manual.

ADALAH Vilma Farrell, seorang perempuan asal Minas Gerais, Brasil yang sekarang menetap di Sunnyside, Queens, New York City dengan segala kreativitasnya mengubah limbah filter kertas kopi menjadi lampu hias yang bernilai seni dengan keunikan tersendiri. Vilma Farrell dulunya adalah seorang jurnalis yang kini menjadi craftswoman, mengubah apa-apa yang tak terpakai menjadi bernilai.

Vilma Farrell, orang di balik kreativitas lampu hias dari kertas filter kopi
Vilma Farrell, orang di balik kreativitas lampu hias dari kertas filter kopi

Lampu hias buatan Vilma Farrell ini terbuat dari kertas filter kopi bekas pour over yang dia kumpulkan dari beberapa kedai kopi yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Dia mulai menjual lampu hias unik ini sejak 2011 dan hingga sekarang lampu hias yang kini dilabeli brand Lampada ini dapat diorder di Etsy atau made by order.

Inspirasi membuat lampu hias ini sendiri datang dari negara asalnya Brazil. Pada waktu itu dia melihat seseorang membuat sebuah karya seni daur ulang dari kertas filter kopi. Sejak itu Vilma Ferrell ingin melakukan hal yang sama dan mengaplikasikannya pada lampu hias.

Kertas filter kopi bekas yang dikumpulkan dari coffee shop
Kertas filter kopi bekas yang dikumpulkan dari coffee shop

Namanya juga karya dari bahan bekas, membuat lampu hias dari bekas kertas filter kopi tak semudah kelihatannya. Selain memerlukan waktu yang sedikit lebih lama karena harus mengeringkan kertas filter bekas, mengecat, mengeringkan lagi lalu menyatukannya satu per satu agar terbentuk sesuai yang diinginkan, proses pengumpulan kertas filter bekas itu juga memiliki tantangan sendiri.

Untuk mendapatkan motif dan pola yang diinginkan, kertas filter juga dicat sesuai kebutuhan
Untuk mendapatkan motif dan pola yang diinginkan, kertas filter juga dicat sesuai kebutuhan

Vilma mengaku dia sering datang ke coffee shop di sekitar lingkungannya setiap pagi kira-kira pukul 8 pagi, di jam-jam sibuk. Lalu menunggu sampai barista tak terlalu sibuk dan meminta bekas kertas filter kopi. “Paling banyak kertas filter bekas bisa dikumpulkan per satu kedai kopi adalah lima buah per hari,” katanya. Oleh karena itu ketersediaan lampu hias miliknya ini benar-benar tergantung dari jumlah kertas filter bekas yang ada. Dan itulah yang membuat lampu hias ini bernilai tinggi serta eksklusif karena memang sangat terbatas.

 

Lampu-lampu hias ini telah dipasarkan sejak 2009
Lampu-lampu hias ini telah dipasarkan sejak 2011

Untuk membuat satu buah lampu hias berukuran 15 inci, Vilma membutuhkan enam sampai tujuh kertas filter kopi bekas. Noda-noda pada kertas filter bekas memang sengaja tidak dibersihkan seluruhnya karena akan memberikan corak unik yang bagus untuk lampu hias. Selain itu, Vilma juga sering membiarkan bubuk kopi yang tertinggal di kertas filter begitu saja dan tidak langsung membuangnya untuk mendapatkan pola dan corak yang diinginkan. Ini yang menyebabkan tiap lampu hias memiliki coraknya sendiri. Satu lampu hias tidak akan memiliki corak yang sama dengan lampu hias lainnya.

Untuk menciptakan satu buah lampu hias berukuran 15 inci diperlukan 6 - 7 filter kopi bekas
Untuk menciptakan satu buah lampu hias berukuran 15 inci diperlukan 6 – 7 filter kopi bekas

Lampu hias dari kertas filter kopi bekas ini sangat cocok untuk kamu yang menerapkan gaya hidup recycling dan ingin ikut serta mengurangi limbah untuk bumi kita. Nah, kira-kira di Indonesia bakalan ada yang terinspirasi membuat sesuatu dari kertas filter kopi nggak ya?

 

Disunting dari sprudge

 

pour-over

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.