LAMTORO, POHON PELINDUNG BAGI TANAMAN KOPI YANG SERBA BISA

Jika mengenal secara lebih dekat sifat tanaman kopi, sebenarnya tanaman kopi tergolong pohon yang pemalu tidak terlalu suka sinar matahari langsung, mungkin ini dijelaskan dengan karakteristik tanaman kopi yang sememangnya merupakan tanaman hutan. Bukan berarti menjadi petani kopi harus bertanam di tengah hutan, tapi mempelajari konsep budidaya alami yang terjadi di hutan itu harus.

BERBICARA perihal karakter rasa kopi, tidak bisa hanya di seputaran profil dari roasting atau juga cara menyeduh nikmat. Bahkan, ternyata pada dasarnya yang membentuk karakter rasa kopi itu pada fase kopi masih berbentuk tanaman. Pengelolahannya yang bijak dapat menciptakan karakter rasa kopi yang berkualitas. Karakter rasa yang tercipta dari tingkat roasting dan cara menyeduh bersifat memanipulasi atau pun meningkatkan karakter rasa potensial yang sudah ada dari green bean. Maka karakter rasa dari kopi juga tugas dari petani kopi, tidak hanya tugas roaster atau pun tugas barista.

Dan ternyata, pohon pelindung berkontribusi untuk membentuk karakter rasa dari kopi itu sendiri. Maksud dari pohon pelindung ini, merupakan pohon yang ditanam dan tumbuh sekitaran kebun kopi guna menetralkan sinar matahari agar tidak langsung menyinari pohon kopi. Karena jika tidak ada pohon pelindung, sinar matahari yang mengenai pohon kopi secara langsung, berdampak pohon kopi dipaksa tumbuh. Sinar matahari yang kita ketahui sangat membantu tumbuh kembang tanaman, lalu bagaimana jika sinar matahari yang diterima tanaman berlebih, akibatnya dipaksa tumbuh. Pada tanaman kopi, dampaknya terlihat dari karakter rasa ketika kopi diseduh menjadi minuman. Kopi yang pada awalnya tumbuh tanpa pohon pelindung cenderung akan memiliki karakter rasa yang terlalu berlebih dibandingkan kopi yang pada awalnya tumbuh dengan pohon pelindung. Fakta ini ditemukan ketika tim Otten melakukan kunjungan ke Starbucks Farmer Support Center di Berastagi.

Pohon pelindung untuk kebun kopi, mungkin terbilang opsional, karena tiap daerah lahan kebun kopi memiliki tingkat kelembapan dan kontruksi tanah yang berbeda pastinya. Namun pohon pelindung ini dianjurkan banyak praktisi yang giat di sosialisasi edukasi budidaya kopi di SFSC. Pohon pelindung yang direkomendasikan, salah satunya adalah pohon lamtoro, atau nama lainnya petai selong. Pohon lamtoro sendiri mampu mencegah erosi dan juga dapat meningkatkan kesuburan tanah, bahkan hampir semua hal dari pohon ini dapat dimanfaatkan.

KAYU LAMTORO BISA DIMANFAATKAN MENJADI KAYU BAKAR
Untuk daerah pedesaan menggunakan kayu bakar sebagai sarana memasak di dapur rumah tangga sudah menjadi kebiasaan. Bukan berarti karena tidak sanggup membeli gas dan peralatan masak kompor lainnya, hanya saja mereka sudah nyaman menggunakan kayu bakar. Kayu lamtoro kering, ternyata sangat bagus untuk dijadikan kayu bakar, disamping asap yang tercipta dari pembakaran sedikit, abu sisa pembakarannya juga sedikit. Jika, kayu bakar umumnya banyak asap yang ditimbulkan dan bisa mengganggu udara bersih sekitaran, kayu kering lamtoro dapat meminimalisir kemungkinan polusi udara disebabkan karena asap pembakaran. Kayu lamtoro yang dijadikan arang pun ternyata berkualitas untuk menjaga panas stabil ketika digunakan pemanggangan.

DAUN LAMTORO UNTUK MENJAGA KELEMBAPAN TANAH
Tidak semua dedaunan yang dapat menjaga kelembapan, karakter daun dari pohon lamtoro yang kecil-kecil ini, membantu mempercepat proses dekomposisi sehingga bagus untuk tanah. Sehingga secara tidak langsung, jika pohon lamtoro tumbuh di tengah-tengah kebun kopi dengan jarak tanam khusus, dapat menjaga kelembapan tanah untuk tanaman kopi. Bukan hanya itu saja, hewan ternak juga menyukai dedaunan lamtoro sebagai makanannya. Dua manfaat dari daun lamtoro, menjaga kelembapan tanah dari daun yang gugur ke tanah sebagai mulsa dan pupuk hijau, dan juga bermanfaat menjadi pakan ternak.

Dari manfaat tersebut, mengapa pohon lamtoro sangat direkomendasikan sebagai pohon pelindung untuk menstabilkan sinar matahari yang mengenai tanaman kopi dan juga memiliki manfaat yang banyak.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.