LATTE ART 3D & PENGARUH RASA KOPI!

Latte art adalah bunga-bunga. Penghias secangkir kopi yang membuat penerimanya bahagia. Namun yang namanya ‘penghias’ keberadaannya sering dianggap tak masalah jika tak ada.

DI ranah kopi kita, latte art sudah jadi kesenangan tersendiri. Secangkir caffe latte biasanya dianggap hampa jika hadir tanpa ‘bunga-bunga’ atau ‘pola-pola’. Namun tak hanya sebatas latte art biasa dalam permukaan saja, ada pula yang namanya latte art 3D. Latte art genre ini terlihat sangat mewah dan memikat hati. Membuatnya pun memerlukan keahlian yang lain lagi.

credit : mymodernmet.com

Alih-alih bermain dengan micro bubbles, suhu susu, kecakapan menggoyang milk jug, latte art 3D lebih banyak bermain dengan busa susu yang tebal. Jangan keliru busa susu ini pun harus dibuat sedemikian rupa agar membentuk ketebalan yang nyaris seperti busa pada deterjen. Karena membuatnya membutuhkan waktu yang agak lama, maka busa-busa ini harus bertahan lama.

Saya sendiri pernah melihat latte art 3D berbentuk babi, sapi, panda, bahkan ketiganya dalam satu cangkir. Meminumnya sangat tidak tega karena hewan-hewan ini serasa muncul menyeruak dari cangkirmu. Siapa yang sampai hati meneguk karya seni?

Namun sungguhlah saya kecewa saat meneguknya karena caffe latte yang saya pikirkan dan sudah saya cicipi di kepala rasanya jauh sekali dari harapan. Tidak, saya  tidak menyalahkan sang barista. Karena waktu yang dimakan untuk membuat latte art 3D membawa serta kenikmatan secangkir caffe latte. Alhasil yang kamu dapatkan hanya secangkir caffe latte yang dingin. Nikmat susu dan kopinya kabur dimakan waktu. Bisa apa?

credit : mymodernmet.com

Lalu apakah latte art 3D layak dipertahankan di industri kopi ini? Menurut saya layak-layak saja selagi yang memesan tidak keberatan dengan perubahan rasa caffe latte-nya. Kamu mendapatkan rupa yang indah, tapi tidak rasa yang nikmat. Tinggal pilih karena sialnya kamu tak bisa mendapatkan dua-duanya.

Kalau saya? Saya memilih kopi yang nikmat dengan latte art yang biasa-biasa saja. Karena kawan, kopi itu diminum, bukan dilihat-lihat. Apalagi hanya dilihat, difoto lalu berakhir di mengenaskan karena tak sanggup dihabiskan. Kamu, golongan yang mana?

Foto utama dari mymodernmet.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.