LAYANAN WiFi KEDAI KOPI, BENARKAH MENARIK PELANGGAN KEMBALI?

Cara agar pelanggan datang kembali ke coffee shop, pastinya banyak hal telah dilakukan pemilik kedai kopi untuk menjaga pelanggan agar datang kembali, namun tidak sedikit juga tanpa sadar mengabaikan sisi magis dari kopi.

JAUH sebelum memutuskan untuk mengelolah bisnis kedai kopi, banyak hal sudah dipersiapkan dengan matang dan penuh perhitungan teliti. Mulai dari siapa saja yang akan menjadi partner bisnis, dari mana suplai kopi untuk keperluan harian, bagaimana pemasaran untuk memperkuat brand image kedai kopi, banyak sekali termasuklah target pelanggan. Bermula dari target pelangganlah semua hal akan terasa mudah, seperti menentukan harga di tiap menu kopi kamu. Berapa harga yang sesuai untuk menu iced coffee maupun menu hot coffee. Jika dari mula saja, terget pelanggan tidak ditentukan, nantinya kedai kopi akan kehilangan aura, akan kehilangan karakter yang menarik perhatian pelanggan untuk datang kembali, lagi dan lagi.

Dari target pelanggan pun, dengan mudah dapat memutuskan fasilitas apa sesuai untuk mendukung jalannya operasional kedai kopi. Menambah sentuhan lagu pada kedai kopi juga perlu melakukan riset kecil-kecillan, bagaimana karakter pelanggan, apakah sesuai jika membuat daftar lagu bernuansa fancy. Sudah tentu tugas pemilik kedai kopi menyusun strategi dan langkah apa yang ditempuh agar pelanggan datang kembali. Memesan kopi yang sama, atau sekadar singgah untuk menghabiskan luang waktu mereka. Kemudian, bagaimana menurut kamu, apakah fasilitas layanan WiFi merupakan cara terbaik membuat pelanggan untuk datang kembali ke kedai kopi kamu?

Perihal WiFi ini, masih meninggalkan perdebatan yang tak terlalu dipermasalahkan. Kalau pun ada ya . . terus mengapa, toh kalau pun tidak ada juga tidak menjadi masalah yang serius. Nah, ingatkah film “filosopi kopi” seperti menyampaikan pesan dalam adegan perdebatan Ben dan Jody. Kedai kopi tidak memerlukan layanan wifi, yang diperlukan adalah biji kopi yang dirawat spesial oleh para petani, atau ini hanya imajinasi liar saya terlalu luas memaknai film tersebut. Walaupun demikian, banyak hal yang bisa menjadi daya tarik untuk membuat pelanggan datang kembali.

Cleanliness/ Bersih bukan hanya tentang meja yang bersih atau lantai yang mengkilap. Bersih di sini menyangkut segala aspek visual, beberapa konsep kedai kopi kehilangan karakter karena terlalu berani membenturkan desain – desain ruangan yang terkadang tidak perlu. Desain ruang yang bersih bukan juga bersifat minimalis, pertimbangkan konsep kedai kopi secara bijak dan teliti.

Aroma/ Bagaimana menurutmu jika ada pengharum ruangan di kedai kopi? Biarkan aroma kopi menyapa pelangganmu dengan akrab, jauhkan kemungkinan polusi wewangian yang sebenarnya tidak perlu, Aroma kopi sudah cukup untuk membuat pelanggan rindu. Pastikan hidangan kopi mempunyai aroma magisnya tiap saat dihidangkan

credit: everystreet
credit: everystreet

Lighting/ Dari sisi pencahayaan ternyata dapat memberikan sugesti kepada pelanggan. Pelanggan yang bagaimana yang kamu inginkan di kedai kopi kamu, pelanggan yang datang untuk belajar atau mengerjakan tugas, pelanggan yang datang untuk meeting, atau pelanggan yang datang untuk menghabiskan waktu luang mereka. Tingkat cahaya yang rendah biasanya membuat pelanggan lebih nyaman dan betah berlama-lama, dan tidak akan puas dengan satu cangkir kopi mereka. Tingkat cahaya yang terang umumnya membuat orang tergesa dan bertindak cepat, sehingga tidak berlama di kedai kopi, seating turnover lebih cepat pula untuk pelanggan keluar dan masuk.

Furniture/ Penempatan furniture menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan untuk sekadar singgah sejenak ataupun menghabiskan waktu luang. Biasanya furniture di sudut menjadi tempat favorit pelanggan untuk menyeruput kopi mereka. Pemilihan furniture sebaiknya sesuai dengan konsep desain kedai kopi yang diterapkan.

credit: pixabay
credit: pixabay

Windows/ Di sisi jendela ada hal yang tidak bisa terungkapkan, sebuah kenyataan yang membingkai pandangan mereka. Siapa yang mengira, beberapa pelanggan menyukai jendela yang dapat bebas menonton ke luar dari kedai kopi. Melihat lalu lalang apapun yang melintas menjadi kenyamanan tersendiri dengan secangkir kopi, menyesapnya sedikit demi sedikit.

Space/ Memahami karakteristik pelanggan, akan membantu kamu menata ruang kedai kopi kamu sesuai kebutuhan mereka. Pelanggan yang menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman, pastikan banyak ruang untuk mereka. Para pebisnis yang memilih kedai kopi sebagai tempat meeting mereka, buatlah akses ruang yang cepat untuk ruang gerak mereka. Sedangkan untuk mereka yang berlama-lama di kedai kopi, cukuplah dengan space yang nyaman dengan pencahayaan yang menarik.

Untuk membuat mereka kembali, perlu diketahui kedai kopi bukan hanya perihal kopi nikmat, namun bagi mereka kedai kopi tempat bersosialisasi, pertemuan bisnis, belajar, melarikan diri dari waktu dan lain halnya. Perhatikan pelanggan kamu, apa yang menjadi kebutuhan mereka. Jika layanan WiFi adalah sebuah keharusan, setidaknya jangan sampai mengurangi esensi dari kedai kopi.

src: perfectdailygrind.com img: gettyicons.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.