LEBIH BAIK MEMBELI CHERRY COFFEE ATAU GREEN BEAN UNTUK DIPASARKAN

Dulu sekali pernah saya satu meja dengan para green bean buyer yang sedang mengobrol seru tentang budidaya dan permasalahan yang kerap mereka hadapi. Tepatnya obrolan ini ketika, kami tim Otten berkunjung ke Starbucks Farmer Support Center di berastagi. Obrolan singkat ini masih melekat dan nikmatnya secangkir kopi asal tempatan masih begitu teringat.

UNTUK mendedikasikan diri di bidang kopi sudah pasti akan dihadapkan dengan banyak rintangan, apalagi jika ingin berkarir menjadi pemasok biji kopi apakah itu ke kedai-kedai kopi kecil atau ke instansi besar sekali pun. Perlu sebuah wadah untuk mengumpulkan sesama pelaku yang berperan sebagai pemasok biji kopi, sehingga banyak ditemukan tukar pengalaman ketika menjalani karir sebagai pemasok kopi. Misalkan dalam sebuah temu para green bean buyer itu hari, banyak yang bercerita tentang sulitnya mensosialisasikan budidaya yang tepat pada petani rekanan. Petani rekanan yang dimaksud, petani kopi tradisional yang sudah menjalin kerjasama pada pemasok, paling sederhana bentuk kerjasamanya setiap panen dari petani kopi pemasok harus membeli namun syarat pada umumnya petani rekanan harus mengikuti prosedur budidaya dari pemasok. Karena hal ini terkait kualitas green bean, jika kualitas baik maka pemasok akan dengan mudah mencari pembeli untuk green bean di jual kembali.

credit: thesixfifty.com

PEMASOK BUKAN HANYA BELI DAN JUAL KEMBALI
Sekilas para pemasok kopi seperti mempertemukan pembeli green bean dengan petani kopi yang menjual green bean. Namun dibalik itu semua, pemasok juga menjadi seseorang yang berperan untuk menjaga kualitas green bean dengan karakter rasa yang konsisten. Tidak sedikit yang meminjamkan modal untuk para petani sebagai biaya operasional ketika budidaya, atau mendatangkan orang yang kompeten dibidangnya untuk memberikan edukasi budidaya. Dan biasanya seorang pemasok biji kopi harus memiliki dan menjaga kepercayaan pada petani rekanan, begitu juga sebaliknya. Jika petani fokus terhadap budidaya, maka pemasok fokus bagaimana pemasaran biji kopi.

Tipe pemasok pun berbeda, hal ini tergantung kebutuhan, sebab ada beberapa petani kopi yang langsung menjual kopi dalam bentuk cherry dan ada juga yang menjualnya dalam bentuk green bean. Sebenarnya apa yang berbeda, bagaimana pengaruhnya ketika dipasarkan.

credit: imancoffee

CHERRY COFFEE
Masih banyak di daerah-daerah Indonesia yang para petaninya menjual langsung hasil panennya dalam bentuk buah kopi. Sudah pasti harga akan berbeda jelas dari harga menjualnya ketika menjadi green bean. Bahkan masih banyak juga para petani tradisional yang menjualnya bukan karena tidak ada lahan untuk tahap penjemuran, hanya saja mereka tidak mengerti setelah panen proses apa lagi yang dilakukan.

Beberapa pemasok juga ada yang membeli buah kopi untuk dijualnya kembali, hanya saja harus sedikit bersabar dan mengularkan biaya operasional lagi untuk mengurusi tahapan selanjutnya setelah panen. Umumnya, mereka pemasok yang menerima pembelian buah kopi sudah pasti mempunyai lahan untuk menjemur bahkan tidak sedikit yang merangkap juga sebagai roaster. Sehingga potensi pasar terbuka luas, pembeli green bean dan juga pembeli biji kopi, namun sangat jarang menjualnya kembali masih dalam bentuk buah kopi.

credit: agentgreen

GREEN BEAN
Petani kopi yang sudah mulai fokus menghasilkan kopi speciality, akan menjual kopi dalam bentuk green bean, disamping tahan lama ketika tahap resting dibandingkan dengan cherry coffee yang mudah teroksidasi. Dan prosesnya pun sudah sangat diperhatikan, demi mendapatkan kualitas green bean dengan karakter yang menarik, yang harapannya roaster mampu mengoptimalkan rasa ketika diroasting.

Berdasarkan TheCoffeeGuide “International Trade Center” pasar kopi internasional yang sangat direkomendasikan menjual kopi dalam bentuk green bean karena banyak permintaan luar negeri untuk green bean. Dan pada proses transaksinya, walaupun berjauhan jika ada yang membeli dalam jumlah banyak, mengirimkan sample beberapa gram sangat mudah dalam bentuk green bean dibandingkan bentuk buah. Sebelum mengirimkannya, sudah pasti harus memperhitungkan lama jarak tempuh, sebab ini mempengaruhi tahap resting pada green bean.

Namun demikian bagaimana pun bentuk kopi yang akan kita jual, cherry coffee atau green bean sebagai pemasok sudah seharusnya memberikan upah yang layak pada orang-orang yang terlibat ketika budidaya dan juga harga yang pantas untuk petani kopi kita.

src: thecoffeeguide.org img: bipartisancafe

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.