Cafe & Travel Europe International

LEBUR SEMPURNA DI BOCCA COFFEE ROASTERS

bocca-coffee-amsterdam


Kedai kopi itu seperti manusia. Kadang dari luar terlihat biasanya saja tapi saat masuk ke dalamnya terungkaplah segala yang menarik yang membuat saya enggan lupa.

Welcome to Bocca!

Welcome to Bocca!

AMSTERDAM masih saja cantik seperti biasa. Siang itu kota ini begitu asik dengan udara yang sejuk tapi tak menusuk. Saya menikmati berjalan kaki di kota ini sambil menyerap pelan-pelan segala yang ada. Setelah makan siang keinginan minum kopi tentulah sangat mendesak. Saya ingat dulu pernah membaca review sebuah coffee shop yang harus dikunjungi jika saya mampir ke Amsterdam. Namanya Bocca Coffee Roasters, sebuag kedai kopi yang berlokasi di Kerkstraat 96HS. Tanpa pikir panjang saya dan para sahabat langsung bertolak ke sana.

Si seksi La Marzocco!

Si seksi La Marzocco!

Sang barista siap menyeduh kebahagiaan.

Sang barista siap menyeduh kebahagiaan.

Dari luar Bocca Coffee Roasters terlihat begitu kecil. Saya sempat berpikir apakah benar kedai kopi ini sama seperti yang saya di website tersebut. Sedikit kurang yakin karena bisa jadi saya salah alamat. Tapi ternyata saya tidak datang ke alamat yang salah, Bocca Coffee Roasters memang terlihat begitu kecil dan tidak meyakinkan dari eksteriornya, tapi kita saya masuk tempat ini sungguh luas. Meski luas dari segi interior tetapi Bocca Coffee Roasters hanya menyediakan tempat duduk untuk kapasitas 30 orang tamu saja. Tapi meskipun begitu, coffee shop ini cukup berani menggunakan coffee gears berteknologi tinggi yang membuat mulut mengaga.

Ini nih ownernya Bocca.

Ini nih ownernya Bocca.

What a cozy corner.

What a cozy corner.

Bagaimana saya tidak terpesona dengan alat-alat kopi yang dipakai di sini. Setidaknya ada tiga mesin espresso yang diletakkan di tiga sudut berbeda di kedai kopi. Bocca Coffee Roasters memiliki coffee bar panjang yang berbentuk ‘U’. Di sanalah segalanya diracik dengan sedemikian nikmatnya. Ada sebuah espresso machine La Marzocco Strada 4 Group costume dengan sentuhan kayu di samping panelnya. Sebuah mesin yang gagah dan cantik yang bekerja keras memberikan asupan kafein bagi para penikmat kopi. Selain itu ada Synesso 3 Group dan La Marzocco Linea PB 2 Group yang mendampinginya. Bisa dibayangkan bagaimana coffee shop yang hanya bisa menampung 30 orang ini memiliki tiga mesin kopi yang tak bisa dipandang sebelah mata? Sudah pasti banyak penikmat kopi yang datang dan pergi untuk menjemput kebahagian di sini, bukan?

Oh hi Synesso!

Oh hi Synesso!

 

My favorite corner.

My favorite corner.

Tak hanya perkara mesin kopi, Bocca Coffee Roasters juga berani berinvestasi di mesin penggiling kopinya. Sebut saja grinder keren seperti Victoria Arduino Mythos One, Mahlkonig EK43, Mazzer Kony, Mahlkonig K30. Juga mereka memiliki automatic tamper PUQ Press. What a coffee gears, right? Coffee gadget yang luar biasa ini membuat saya terkesima sekaligus penasaran bagaimana ramainya pelanggan yang ‘menyembuhkan’ dahaga kafeinnya di sini. Juga sekaligus membuat saya bertanya-tanya senikmat apa kopi yang berani mereka suguhkan.

Lovely space!

Lovely space!

Minjem punya sang juara barista.

Minjem punya sang juara barista.

Setelah puas berkeliling ke seluruh penjuru kedai, akhirnya saya memutuskan untuk duduk di coffee bar agar bisa ngobrol dengan baristanya. By the way, di Bocca Coffee Roasters hanya ada dua barista. Salah satu barista yang saya temui adalah Juara 3 Aeropress Championship 2016, Juara Latte Art Competition 2015, Juara 3 Dutch Championship Latte Art 2014 dan banyak lagi serentetan penghargaan kopi bergengsi. Pantas saya melihat banyak sekali piala yang berjejer di salah satu rak Bocca Coffee Roasters.

 

Piala-piala kejuaraan kopi yang diraih sang barista.

Piala-piala kejuaraan kopi yang diraih sang barista.

Coffee, everyone?

Coffee, everyone?

Sambil ngobrol asik dengan sang barista saya sudah tak sabar mencicipi kopi langsung dari sang juara. Untuk filter coffee saya memesan single origin Ethiopia Suke Quto dari Region Sidamo yang bijinya diproses dengan washed process. Rasanya ya ampun enak sekali dengan mellow acidity, low body dan tentunya menyegarkan banget. Tidak cukup dengan filter coffee, saya memesan hot cappuccino dengan coffee blend rekomendasi baristanya yaitu biji kopi dari tiga single origin Kolombia, Brazil dan Ethiopia. Bayangkan ketiga single origin ini melebur dalam satu cangkir, pastilah rasanya menggoda tiada banding.

Hot cappuccino dari tiga single origin.

Hot cappuccino dari tiga single origin.

Oh iya, bagian lainnya yang menarik dari Bocca Coffee Roasters adalah kamu akan menemukan sebuah roaster machine Probat jadul yang klasik sekali tepat di depan pintu masuk. Saya tidak bisa menebak berapa umur mesin ini dan mungkin sudah bekerja terlalu keras untuk menghasilkan nikmat yang tak pernah habis. Saat datang ke sana selain ngopi saya juga mencicipi banana cake dan cokelat yang dijual di sana. Ya makanan manis memang paling tepat dijadikan teman ngopi.

Camilan manis untuk kamu yang manis.

Camilan manis untuk kamu yang manis.

Rak penuh alat kopi.

Rak penuh alat kopi.

Juga jika kamu ingin membeli oleh-oleh untuk diri sendiri, di sini dijual single origin, aneka souvenir, dan alat-alat kopi seperti Aeropress, Chemex, Hario V60, milk jug, OCD, Comandante Grinder hingga apron. Akhirnya saya paham benar bahwa sebuah kedai kopi keren tak melulu harus rupawan dari luar saja. Karena Bocca Coffee Roasters justru memukau saat saya menyelami keseluruhan kedai kopinya. Kedai kopi ini adalah salah satu pengalaman terbaik yang saya rasakan selama di Amsterdam. Sebuah paket komplit dari barista luar biasa, kopi yang nikmat, alat kopi yang canggih dan suasana yang memeluknya dengan sempurna.

bocca-coffee-amsterdam

Classic Probat!

Bocca Coffee Roasters

Kerkstraat 96HS, 1017 GP

Amsterdam, Belanda

 

PAKET CAFE

5,953 total views, 11 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply