Asia Cafe & Travel International Japan

LITTLE HAPPINESS IN ONIBUS COFFEE

onibus-coffee-foto-utama


Kedai kopi mungil yang keren dan mengesankan di Tokyo.

TOKYO, kota metropolitan yang disebut-sebut sebagai salah satu pusat gelombang kopi ketiga, tampaknya benar-benar menggeliat dalam industri ini. Di setiap persimpangan di kota ini setidaknya ada satu dua kedai kopi yang meski tak terlalu luas tapi selalu ramai oleh pelanggan yang kebanyakan minum kopi sambil berdiri. Kedai-kedai kopi specialty di Jepang umumnya memang tak perlu ruang yang terlalu lebar—mereka tampaknya memang tak peduli dengan spasi, tapi segmentasi. Tak heran jika kedai kopi Onibus yang menjadi rekomendasi oleh banyak situs web perjalanan ini pun termasuk salah satunya.

Onibus Coffee berada di Nakameguro, sebuah distrik yang tenang di pinggir kota Tokyo. Dari stasiun kereta api Nakameguro kita hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit. Kami menyinggahi Onibus bukan hanya karena setelah membaca berbagai referensi yang rata-rata menyarankan kedai ini, tapi anggap saja karena kami sekalian butuh sedikit ketenangan—dan juga kebahagiaan—setelah kemarin seharian penuh direcoki keriuhan SCAJ dan kota Tokyo.

dscf5120

‘Pemarkah’ khas Onibus.

dscf5128

dscf5112

Bagian depan kedai dan jalan masuk ke dalam.

Kesan teduh dan damai segera menjeru begitu kami mendapati kedai ini. Onibus Coffee memiliki desain interior yang bukan hanya unik tapi juga spesial, mengingatkan saya akan elemen-elemen khas Jepang. Sebuah sisi dindingnya didekorasi dengan memakai ubin buatan tangan dari Tokoname, sebuah kota di wilayah bagian tengah Jepang yang terkenal akan kerajinan tembikarnya. Sementara di dinding bagian belakang, ada satu mural lukisan tangan yang dibuat oleh seniman lokal bernama panggung Chalk Boy. Mural ini menggambarkan proses perjalanan kopi yang sangat spesifik mulai dari biji sampai cangkir. Sangat artistik. Belakangan saya tahu bahwa keseluruhan desain interior kedai kopi ini dibuat oleh desainer Kazufumi Suzuki yang juga mendesain kedai kopi specialty About Life Coffee Brewers (nama kedainya unik!) di Shibuya.

dscf5125

Di sini juga banyak ikemen-ikemen yang nongkrong. Lumayan buat cuci mata bagi cewek-cewek. :D

Di sini juga banyak ikemen-ikemen yang nongkrong. Lumayan buat cuci mata bagi cewek-cewek. :D

dscf5118

Ice drip pesanan kami. Segarrr…

Karena sejak pagi kami telah minum cukup banyak kopi maka di sini kami “hanya” memesan ice drip kopi Ethiopia seharga 520 Yen (atau sekitar 65 ribu Rupiah). Bagi saya pribadi, memesan kopi tak akan lengkap jika belum bercengkerama dengan pemilik kedai atau, paling tidak, baristanya. Tapi siapa sangka jika barista yang kepadanya kami mengobrol ternyata juga merangkap sebagai pemilik kedai. Wah, saya beruntung sekali. Sakao Atsushi, senpai ganteng sang pemilik kedai yang melayani kami hari itu, sangat ramah dan bersahabat. Mengingat bahwa ia termasuk salah satu roaster yang paling dihormati di industri kopi specialty di Tokyo tapi tak ada kesan arogan yang ditunjukkannya sama sekali. Membuktikan bahwa ilmu padi itu benar: semakin ia berisi, semakin ia rendah hati.

Selain Sakao-san, ada juga seorang barista perempuan (ah, saya lupa menanyakan namanya) yang ikut melayani di belakang bar. Nee-chan ini ternyata cukup sering jalan-jalan ke Bali. Ia bahkan mengucapkan ‘Terima kasih” tanpa kami sangka-sangka.

Sakao-san dan nee-chan yang bisa berbahasa Indonesia.

Sakao-san dan nee-chan yang bisa sedikit berbahasa Indonesia.

dscf5113

Daftar harganya. Cukup murah… untuk sekelas kota Tokyo.

Sambil menikmati kopi dingin yang diseduh dengan begitu nikmatnya, tak ada salahnya melihat-lihat sekeliling kedai. Apalagi tampilan kedai ini pun terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja. Meski mungil, tapi untuk sebuah kedai kopi specialty, Onibus Coffee terbilang sangat detil dan sungguh tak main-main. Mesin roasting Diedrich berkapasitas 15 kg yang mereka pakai untuk menyangrai kebutuhan kopi di kedainya tampak mencolok di bagian dalam ruangan. Sementara untuk minuman-minuman kopi berbasis espresso, mereka menggunakan La Marzocco Linea FB dengan grinder Mazzer.

Mesin roasting-nya. Tidak main-main.

Mesin roasting-nya. Tidak main-main.

Jika kalian cukup snob dan hanya ingin kopi-kopi manual brew, Onibus juga menyediakannya. Berbagai teknik seduh mulai dari Hario V60 sampai ice drip—seperti yang kami pesan—juga tersedia di sini. Jika ingin membeli biji kopi oleh-oleh, pilihan yang tersedia di Onibus pun sangat lengkap. Sebut saja misalnya origin Ethiopia, Kenya, Colombia, Brazil dan Guatemala yang semuanya di-roast dalam level light untuk keperluan hand drip. Sementara untuk espresso, Onibus memiliki 3 varian: Onibus blend, step dan city roast. (Kami membeli kopi single origin Ethiopia Chelelektu sebagai oleh-oleh. Setelah dicoba ketika sampai di Indonesia, ternyata rasanya benar-benar ajaib dan luar biasa).

dscf5114

Mau kopi single origin yang mana?

 

dscf5116

Kopi yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh.

Di bagian luar ada taman kecil dengan sebuah bangku panjang yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati kopi pesanan. Di bagian belakang, ada tangga menuju lantai atas yang berisi tempat-tempat duduk komunal dengan meja dan bangku yang telah didesain tak kalah unik.

dscf5124

Bagian luar kedai dilihat dari lantai atas.

dscf5123

dscf5127

Tangga menuju lantai atas.

 

Secara keseluruhan, suasana kedai Onibus Coffee ini begitu menyenangkan dan memberi kesan khusus untuk kami. Mood-nya bersahabat, ambience-nya menenangkan. Onibus Coffee seperti penyejuk di tengah kota Tokyo yang berisik. :)

 

Onibus Coffee Tokyo

Meguro-Ku, Kamimeguro 2-14-1, Tokyo

Jam buka: 9 pagi – 6 sore

PAKET CAFE

9,173 total views, 2 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply