LIVE REPORT: SCAJ 2016 HARI TERAKHIR

Hari terakhir eksibisi kopi specialty terbesar di Asia yang semakin padat dan penuh atraksi.

ADA anggapan umum yang menyebut bahwa jika sebuah event digelar dalam kurun beberapa hari berturut-turut maka hari terakhir adalah yang menjadi puncak perayaannya. Anggapan yang sama berlaku juga untuk Specialty Coffee Association of Japan 2016. Semarak yang kami temui di hari pertama ternyata semakin berlipat di pameran terakhir ini. Pengunjung SCAJ 2016 semakin ramai dan padat.

Jika kami terlalu gembira di hari pertama sehingga melewatkan booth demi booth sekenanya—lalu kepuasan kami menjadi tidak kenyang—maka kali ini kami mau ‘santai’ saja. Sebagai salah satu pelaku industri kopi, tentu saja sangat menyenangkan melihat begitu banyak penemuan alat-alat baru dalam dunia kopi. Membuktikan bahwa dunia ini memang tidak akan pernah habis-habis untuk dieksplorasi.

dscf5145

Oji Cold Drip: cold dripper terkenal dari Jepang.
Oji Cold Drip, cold dripper terkenal dari Jepang.
Booth Simoneli, yang tampak di foto adalah VA388 Black Eagle putih dan 2 unit Mythos One.
Booth Simoneli (yang berdampingan dengan Victoria Arduino). Simonelli yang tampak di foto adalah VA388 Black Eagle putih dan 2 unit Mythos One.

Beberapa inovasi yang kami temui adalah mesin-mesin kopi yang desainnya semakin garang dan keren. Salah satunya adalah mesin Slayer Steam 3 Group yang konon didedikasikan untuk kedai-kedai (kopi) professional yang sangat sibuk. Mesin yang katanya dikerjakan hanya di Seattle ini memiliki teknologi core yang disebut Vaporizer (yang hak patennya sedang diproses). Teknologi Vaporizer ini merupakan sebuah pemanas super yang diklaim bisa mengubah “saturated” steam standar menjadi vapor (uap) yang bisa kelihatan jelas. Dengan kata lain, mesin Slayer Steam ini hanya memerlukan sedikit air dan, pada akhirnya, akan membawa penggunanya membuat latte dan cappuccino menuju satu langkah berikutnya.

New Slayer Steam, yang terkenal dengan steamer-nya yang sangat bagus.
New Slayer Steam, yang terkenal dengan steamer-nya yang sangat bagus.
Slayer Steam 3 Group yang bikin ngiler.
Slayer Steam 3 Group yang bikin ngiler.

Selain mesin espresso, kami juga menemui mesin otomatis untuk pour over bernama Ueshima Dripmaster Type 5000 yang diproduksi oleh UCC, salah satu perusahaan kopi terbesar di Jepang. Mesin ini adalah semacam sistem drip filter yang sepenuhnya otomatis dan kita bisa menggunakan berbagai rentang teknik penyeduhan dengannya. Sistem pengendalian suhu dan aliran airnya bagus, apalagi ditambah tampilan lampu-lampu yang terlihat fancy, membuat mesin ini semakin menarik.

Ueshima Dripmaster Type 5000
Ueshima Dripmaster Type 5000
New Hario Kettle yang temperaturnya bisa diset, mirip seperti Bonavita electric kettle.
New Hario Kettle yang temperaturnya bisa diset, mirip seperti Bonavita electric kettle.
Mesin espresso Strada versi baru.
Mesin espresso Strada versi baru.

Booth Ninety Plus masih tetap ramai seperti hari pertama bahkan semakin menggila. Para Juara dunia masih tampak sibuk menyeduh kopi-kopi yang kemarin lalu mengantarkan mereka sebagai Juara di negara masing-masing. Chad, Juara Brewers Cup dari Taiwan yang tampan itu masih berada di sini. Haha… Plus, Yoshikazu Iwase (Jepang) dan George Koustoumpardis (Yunani). Jika kemarin kami hanya sempat melihat mereka menyeduh dengan Chemex, maka kali ini kami betul-betul menikmati setiap detil prosesnya. Nah, salah satunya adalah, cara mereka melipat filter kertas Chemex yang sangat unik, mirip dengan seni origami.

Chemex Ninety Plus
Filter kertas Chemex yang dilipat dengan sangat unik.
Flyer Ninety Plus, ada pemutaran film di jam-jam tertentu.
Flyer Ninety Plus, ada pemutaran film di jam-jam tertentu.

Beberapa hari menjelang event ini, saya sempat bertanya kepada Tetsu, Juara World Brewers Cup 2016 yang kemarin sempat diwawancarai itu, tentang jadwalnya selama di SCAJ 2016. Waktu itu ia mengatakan bahwa ia akan ada di booth Hario pada hari terakhir, yang ketika kami temui ternyata ia sedang mendemonstrasikan teknik pour over kepada para pengunjung. Wah! Menyenangkan sekali akhirnya bisa bertemu dengan senpai ini. Haha… Sayangnya, kami hanya bisa bercengkerama sebentar karena ia sedang sibuk menyeduh dan tak berhenti. Ah, tidak enak juga kalau akhirnya jadi mengganggu. Kami berlalu setelah pamit minta diri.

Tetsu Kasuya yang tampak sibuk di booth Hario.
Tetsu Kasuya yang tampak sibuk di booth Hario.

Seperti yang disebutkan di hari pertama, pada SCAJ 2016 ini juga bersamaan sedang digelar beberapa kompetisi kopi se-Jepang. Japan Barista Championship sudah selesai di hari kedua kemarin, menghasilkan Miki Suzuki sebagai pemenangnya—untuk ketiga kali. Hebat nee-chan ini.

Di hari terakhir tanggal 30 September, Japan Brewers Cup (JBrC) adalah kompetisi yang tersisa. Sepertinya SCAJ 2016 memang sengaja menyisihkan JBrC sebagai kompetisi terakhir melihat begitu antusiasnya para pengunjung yang memadati arena lomba. Kami yang tadinya kesulitan mendekat semakin susah merapat. Nah di kompetisi brewing ini, Yasuhito Kobayashi keluar sebagai juara. Menarik melihat bagaimana ia menggunakan Aeropress sebagai teknik kemenangannya.

pemenang-jbrc-2016
Yasuhito Kobayashi memberikan presentasi di putaran final.

Secara keseluruhan, SCAJ 2016 benar-benar event luar biasa yang tidak salah dikatakan sebagai terbesar (sekaligus termeriah) di Asia. Tidak sia-sia rasanya menghabiskan waktu 3 hari di eksibisi ini. Seperti halnya Jepang yang menyenangkan, event ini juga memberikan kami (sebagai salah satu pelaku industri kopi) kesan yang tidak kalah memuaskan.

Sampai jumpa di event-event kopi lainnya. Salam kopi!

 

Foto tambahan pemenang JBrC adalah credit milik Tetsu Kasuya.

cari-alat2-kopi

 

 

254 total views, 4 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.