LOGIKA BUBUK KOPI DAN WAKTU SEDUHAN KETIKA EKSTRAKSI KOPI

Rahasia kopi yang nikmat terletak ketika air seduhan mengekstraksi bubuk kopi menjadi secangkir kopi yang kaya akan rasa. Dan, sudah pasti semua ingin menyeduh kopi dengan ekstraksi yang optimal agar kopi memiliki rasa yang seimbang.

UNTUK mencapai seduhan kopi yang sempurna tentu harus memperhatikan ekstraksi, dengan memanipulasi ekstraksi kopi memungkinkan untuk kita menyajikan seduhan kopi dengan karakter rasa yang optimal. Hal ini terkait tentang hubungan antara waktu seduhan dan juga bubuk kopi, memahami hal yang demikian kemudian kita bisa memutuskan untuk meningkatkan atau mengurangi ekstraksi kopi jika pada seduhan pertama ekstraksi terasa belum maksimal. Dalam tiap sajian kopi, dua variabel tersebut menjadi yang utama memegang peranan untuk membangkitkan karakter asa yang ada pada kopi.

WAKTU SEDUHAN

Seberapa lama air seduhan mengenai bubuk kopi mendukung seberapa mampu air seduhan mengeluarkan karakter rasa yang ada pada kopi. Secara teorinya semakin lama air seduhan mengenai bubuk kopi, semakin banyak waktu untuk bubuk kopi diekstraksi karakter rasa yang terkandung di dalamnya. Namun, bukan berarti menambah waktu seduhan sama halnya menambah air seduhan.

Perkara waktu seduhan, ada dua hal pertimbangan mengenai air seduhan dan bubuk kopi. Pertama, kapan waktu yang tepat untuk mengekstraksi rasa dari bubuk kopi. Dan yang kedua, bagaimana hubungan antara waktu seduhan dengan bubuk kopi sehingga mampu mengekstraksi kopi secara maksimal.

Namun, perlu diketahui bahwa tiap karakter rasa yang terkandung pada bubuk kopi memiliki waktu ekstraksi yang berbeda, tidak semuanya larut dalam waktu yang sama. Ketika air seduhan mengenai bubuk kopi, ada 3 tahap ekstraksi yang terjadi tanpa kita sadari. Tahap pertama ketika air seduhan mengaliri bubuk kopi, karakter asam buah dan garam organik (karakter rasa buah) pertama kali diekstraksi oleh air seduhan. Kemudian tahap kedua aromatik dari proses Maillard reaction muncul dan diikuti karakter seperti kacang, karamel, vanila, cokelat, mentega, dll. Dan yang terakhir karakter rasa yang kurang bersahabat seperti rasa gosong, tembakau kering, dll. Hal ini juga mengacu pada teori peralihan green bean ke coffee bean ketika tahap roasting.

Scale Bonavita | credit: gearpatrol.com

Memanipulasi waktu seduhan maknanya, semisal ketika menyeduh kopi pada 15 detik awal dan air seduhan tertera pada scale 50gr, maka akan berbeda karakter rasa yang dihasilkan ketika menyeduh kopi pada 15 detik awal dan air seduhan masih di angka 30gr terlihat pada scale.

BUBUK KOPI

Seberapa kasar bubuk kopi akan mempengaruhi seberapa cepat air seduhan melarutkan karakter rasa, dan hal ini berkaitan dengan ekstraksinya. Mudahnya, semakin kasar bubuk kopi maka kemampuan air seduhan untuk melarutkan karakter rasa semakin lama, karena air seduhan perlu membasahi bubuk kopi secara menyeluruh untuk mengeluarkan karakter rasa yang ada. Tapi, belum tentu mengubah bubuk kopi menjadi halus membuat kopi menjadi lebih nikmat, malahan terlalu halus akan menyebabkan over-extraction dan karakter rasa kurang bersahabat.

Mengapa gilingan kasar membutuhkan waktu lebih lama untuk mengekstraksi rasa daripada gilingan halus, sebabnya air seduhan pada gilingan kasar akan membutuhkan waktu yang lama membasahi butiran bubuk kopi yang besar, sementara air seduhan pada gilingan halus akan membutuhkan waktu yang sedikit membasahi tiap butir bubuk kopi yang kecil. Namun demikian, harus dipertimbangkan waktu seduhannya ketika air seduhan mengaliri bubuk kopi.

Pada waktu seduhan yang sama, potensi karakter rasa yang keluar optimal setelah diseduh adalah gilingan bubuk kopi yang halus. Karena teorinya bubuk kopi yang halus potensi lebih sedikit citarasa yang belum terekstraksi dan gilingan bubuk yang kasar lebih banyak citarasa yang tertinggal karena air seduhan belum maksimal membasahi bagian dalam butiran bubuk kopi yang kasar.

credit: tokyu-hands.co.jp

Bagaimana pun metode sajiannya, yang paling penting mengerti akan hubungan gilingan bubuk kopi membentuk ruang permukaan untuk diseduh dan waktu seduhan ketika mengenainya bubuk kopi. Menemukan titik keseimbangan antara waktu seduhan antara bubuk kopi adalah rahasia seduhan yang optimal, karena semakin lama waktu seduhan kopi maka semakin potensi kopi diekstraksi namun jika berlebih cenderung karakter rasa tidak bersahabat. Sedangkan seberapa halus gilingan bubuk kopi maka semakin cepat air seduhan mengenai butiran bubuk kopi menyeluruh, namun terlalu halus juga menyebabkan karakter rasa yang diekstraksi kurang bersahabat.

src: baristahustle.com img: pebbleandpine.co.uk

2 Comments
  1. Artikel yg bagus yg melengkapi wawasan tentang metoda seduh dgn pour over. Saran saja, perlu diperjelas tentang makna “gilingan bubuk kopi” yg merupakan besaran partikel kopi yg didapat dgn setelan gilingan tertentu. Bravo admin, terus berkarya.

  2. Lieur ah… yang penting teguk..glek..naaah…rasa kopi pahit pasti lebih nikmat dari jamu pahit…nagarana oge lieur..ulah dibaca komentar ieu mah…

Leave a Reply

Your email address will not be published.