LOMI COFFEE SHOP & SISI LAIN PARIS YANG MENYENANGKAN

Apa yang membuat kamu jatuh cinta pada Paris? Mungkin jawaban kita berbeda, tapi saya tak bisa menolak bahwa kopi adalah satu alasannya.

ROMANTISME Paris yang digadang-gadang itu ternyata tak semuanya bisa saya rasakan. Memang kota ini memiliki sudut-sudut cantik dengan bangunan dan tata kota yang menyenangkan. Tapi jika melihat lebih dalam lagi, Paris juga memiliki sisi-sisi gelap yang meluruhkan romantismenya. Menurut saya justru itu yang membuatnya unik. Cantik dan kelam, dua hal yang kontadiktid namun menarik.

Selain kotanya yang penuh sejarah dan juga indah, Paris memiliki kedai-kedai kopi yang pada akhirnya membuat saya jatuh hati. Salah satu kedai kopi yang membuat saya bahagia itu adalah Lomi Coffee Shop. Kedai kopi ini berada di luar area turistik. Dibangun di sebuah gedung yang dari luar terlihat modert tetapi di dalamnya ternyata mengambil konsep unfinished industrial dengan pipa menjalar dan bata yang sengaja diekspos dan dinding-dinding semen yang menambah kekhasannya.

Tak sia-sia saya menyambangi kedai kopi yang dibuka pada Oktober 2012 ini. Kedai kopi ini begitu berciri dengan meja kayu yang sepertinya sudah menyaksikan beragam kisah dan dinding-dinding yang entah sudah lama menjadi saksi bisu para pendatang. Waktu saya ke sini Lomi Coffee Shop sedang ramai-ramainya. Beruntung kami masih dapat sebuah meja untuk ngopi dan menyelesaikan beberapa pekerjaan.Kebanyakan orang yang datang ke sini adalah mereka yang berkencan dengan laptopnya. Lebur dalam urusan sendiri-sendiri. Mungkin Lomi Coffee Shop memang cocok dijadikan kantor kali ya?

Tanpa pikir lama akhirnya saya mendatangi coffee bar yang sangat mencolok karena ditongkrongi mesin kopi La Marzocco Strada 2 Group berwarna biru klasik. Cantik sekali! Tentu didampingi dengan dua grinder Mythos One yang gagah itu.Saya memesan secangkir espresso dari single origin Finca El Savador (13.8€) yang cukup menendang saat diteguk. Tenang menendang yang dimaksud adalah pujian. Sebuah pahit yang cita rasanya menyenangkan.

Tak hanya espresso saya juga memesan filter coffee dari single origin Kenya Ichamama seharga 15.7€. Meski notes-nya floral, orange peel dan blackberry, tapi saya tidak dapat floral-nya. Tapi jujur kopi yang satu ini segar sekali. Tak ada pahit hanya fruity menyenangkan yang menagih. Saya jadi jatuh cinta sendiri.

Namanya ngopi pastilah ada hasrat ingin mencicip camilan yang manis-manis, akhirnya saya harus menyerah dan memesan cookie chocolate seharga 2.5€  dan chocolate cake 4.9€. Bolehlah dua camilan ini dinikmati sambil sesekali seruput kopi. Oh iya, di Lomi Coffee Shop ini ada coffee store-nya. Mereka menjual beragam alat seduh manual mulai dari Aeropress hingga Chemex. Saya juga melihat ada mesin kopi La Marzocco Linea Mini yang dipajang di tokonya.

Tak hanya memiliki toko yang menjual alat kopi, Lomi Coffee Shop juga merangkap roastery. Mereka menyangrai sendiri kopinya dan menjual bijinya juga. Oleh karena itu saya pun tergoda memboyong dua bungkus single origin. Satu single origin Ethiopia Duromina 13.8€ dan satu lagi Kenya Ichamama 15.7€. Yah, hitung-hitung dua kopi ini bisa mengobati kangen kalau-kalau saya pengin ngopi di Lomi Coffee Shop Paris lagi.

Jadi jika kebanyakan orang menganggap Paris menawan karena objek wisatanya, maka saya bisa menambahkan kopi sebagai salah satu alasan istimewa lainnya. Datanglah ke kedai-kedai kopinya dan kalau bisa mampir ke Lomi Coffee Shop. Kelak kamu akan mengerti betapa Paris ternyata tak hanya cantik difoto tapi juga diteguk.

Lomi Coffee Shop 

3ter Rue Marcadet 75018 Paris
Metro: Marx Dormoy (line 12)

Buka Setiap Hari 

10.00 – 19.00

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.