MACALLUM CONNOISSEURS & KENIKMATAN TAK BERBATAS

Jika selama ini kedai kopi dan kafe di Penang identik dengan desain dan interior khas peranakan, maka sebuah kedai kopi di kawasan Lebuh Macallum tampil gigantik dan menonjol dengan konsep berbeda.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Maccalum-Connoisseurs-penang

KEDAI kopi tipikal di Penang biasanya dibangun di atas gedung-gedung tua nan klasik dan antik. Sejauh kaki menjelajah, di kota ini kedai-kedai kopinya pastilah leburan dari dua konsep yaitu peranakan yang rustic dan industrial atau Melbourn-ish industrial yang ‘dikawinkan’ pada romantisme gedung tua yang sudah ada. Tapi, Maccalum Connoisseurs tidak termasuk pada keduanya. Coffee shop yang juga merangkap coffee academy and roastery ini membuat kedai kopinya seumpama gelanggan dengan high ceiling yang spacy. Begitu luas sehingga kesan ramai pun tetap mampu menghadirkan damai.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Maccalum-Connoisseurs-penang

Saya menemukan kedai kopi ini dari sebuah situs kuliner. Setelah dilihat-lihat Maccalum ini cukup menarik dan begitu sayang jika tak saya datangi. Berada di kawasan Lebuh Maccalum dan bertengger manis sebagai satu-satunya bangunan hitam dengan tulisan menonjol tentulah tempat ini sangat gampang ditemukan. Tak menyangka saat masuk ke dalam tempat yang seolah-olah mirip kontainer raksasa ini memang luasnya tak kira-kira. Seketika saya merasa seperti di dalam sebuah gelanggang tempat segala pertunjukan bisa ditampilkan. Saat membuka pintu saya langsung di sambut oleh coffee bar yang berada di tengah-tengan ruangan. Menjadi pusat dari segalanya.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Maccalum-Connoisseurs-penang

Sangkin luasnya saya dan sahabat sempat kebingungan mau duduk di meja yang mana. Akhirnya pilihan tertuju pada meja pojok di dekat tembok. Menepi dari keramaian. Di Maccalum kamu harus memesan sendiri di counter dan kemudian waitress akan mengantar pesanan kamu. Karena masih pagi dan perut lapar tak terkendali, maka kami memutuskan untuk makan sarapan besar dan tentunya ngopi. Saya senang sekali mengitari coffee bar segi empat di Maccalum ini. Setiap sisinya dipenuhi kegiatan berbeda-beda. Sisi espresso machine yang disibuki para barista meracik espresso base. Sisi depan dengan aneka cake berbaris-baris. Serta sisi manual brew yang mana para barista menyeduh kopi dengan sepenuh hati.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Maccalum-Connoisseurs-penang

Secangkir hot cappuccino jadi pilihan hati pagi itu. Ditambah dengan filter coffee dari single origin Kenya yang diseduh dengan Hario V60. Oh iya, Maccalum memiliki roastery sendiri jadi kopi mereka berasal dari company-nya sendiri. Untuk sarapannya saya sudah jatuh cinta dengan Maccalum’s Breakfast yang super yummy dan super besar! Sedang sahabat saya memilih pancake yang awalnya saya pikir bakalan biasa saja eh ternyata rasanya senikmat-nikmatnya pancake yang pernah saya coba. Pas dinikmati bersama secangkir kopi yang kami pesan tadi. Btw, single origin Kenya yang saya pesan tadi rasanya tiada istimewa meski tak buruk juga. Tapi saya harus acungi jempol untuk cappuccino-nya. Espresso blend mereka nikmat, jadi cappuccino-nya secara otomatis nikmat juga.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Maccalum-Connoisseurs-penang

Selesai sarapan saya masih belum puas mengitari coffee shop ini. Tiba-tiba mata tertuju pada cold brew yang nongkrong di lemari pendingin. Jadilah saya tergoda untuk mencobanya. Aduh untunglah saya memutuskan mencoba karena rasa fruity-nya yang segar ini tak bisa membuat lupa. Tak hanya mencoba cold brew, rasanya saya juga harus membawa pulang biji kopi yang menjadi oleh-oleh untuk diri sendiri. Awalnya tak berminat membeli, tapi rasanya rugi juga jika tidak membeli biji kopi dari sebuah tempat yang menyangrai sendiri kopinya. Di bagian kanan coffee shop memang ada sebuah ruang roasting yang di dalamnya terduduk manis sebuah roaster machine yang saya tidak mampu menebak apa mereknya.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Maccalum-Connoisseurs-penang

Tak hanya kopi, Maccalum juga menyediakan aneka teh. Bahkan ada meja khusus yang mana banyak aneka teh di pajang dan dijajarkan rapi di sana. Seorang pramu niaganya juga dengan sabar menjawab pertanyaan pengunjung mengenai teh-teh yang dijajakannya. Salah satu hal yang saya suka dari tempat ini adalah meski sangat ramai, riuh dan sibuk, para barista dan pelayan tampaknya asik-asik saja. Bahkan mereka tak keberatan diajak ngobrol dan disuruh berpose ini-itu. Sebuah nilai plus yang sangat penting untuk saya jika para pekerjanya ramah dan menyenangkan.

Maccalum-Connoisseurs-penang

Jadi kesimpulan dari mampir ke Maccalum Connoisseurs adalah tempat ini lebih dari sekedar tempat ngopi biasa. Tak boleh kamu lewatkan aneka menu sarapannya yang menjadi salah satu andalan coffee shop ini. Espresso base menu harus dicoba. Dan yang terpenting bebaskan dirimu untuk berkeliling dan ngobrol dengan pekerjanya karena mereka asik-asik semua. Jika kembali ke Penang (of course I will visit Penang again!), saya tidak akan melewatkan Maccalum Connoisseurs karena masih banyak menu yang menanti untuk saya cicipi satu per satu. Semoga kamu juga bisa merasakan nikmat dari segala nikmat dari tempat ini ya!

PAKET CAFE

 

 

 

 

 

199 total views, 3 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.