MALI COFFEE LUANG PRABANG LAOS

Pagi pertama di Luang Prabang diawali dengan melipir ke Pasar Pagi Luang Prabang. Dan secara mengejutkan di pasar tersebut ada sebuah kios kopi yang menarik hati.

PAGI sekali kami sampai di Luang Prabang setelah perjalanan panjang dari Chiang Rai. Thailand Utara via darat. Karena tidak bisa check in di hotel karena masih pagi, maka kami melipir melihat Alm Giving Ceremony yang dilakukan para biksu. Lalu lanjut main ke Pasar Pagi Luang Prabang untuk mencari sarapan.

Pasar ini tidak terlalu luas. Hanya ada di sepanjang jalan kecil (lebih serupa gang) dan di sisi kanan-kirinya dipajang dagangan sayur mayur sampai dengan oleh-oleh. Ada juga makanan khas Laos yang menggugah selera. Saat asyik menikmati riuh pasar, mata saya menangkap sebuah kios kopi kecil yang di depannya dijejerkan dua meja berkanopi. Wow! Ada kedai kopi di tengah pasar rupanya. Sayang saat itu kami tidak mencoba kopinya dan berjanji akan kembali ke sini untuk ngopi di hari-hari berikutnya.

Dan akhirnya kini kami balik ke pasar ini hanya untuk mencoba ngopi di Mali Coffee. Meski kiosnya kecil, mereka ternyata menggunakan mesin espresso kecil. Saya memesan secangkir caffe latte yang persentasenya lumayan cantik. Latte art yang serupa ‘pohon natal’ ini rasanya enak juga dengan keseimbangan espresso dan susu yang pas. Sayang di sini tidak ada filter coffee meski Mali Coffee ini menjual bubuk dan biji Kopi Laos Organik yang biasa dibeli para turis untuk oleh-oleh.

Selain memesan caffe latte yang lumayan sedap ini, kami memesan Mango Smoothies with Yogurt yang tiba dengan ukuran mengejutkan. Besar sekali gelasnya! Alasan kami memilih minuman ini dikarenakan menurut owner-nya mereka memproduksi sendiri yogurt-nya jadilah kami tergiur. Yah apalagi belum sarapan jadi berharap smoothies ini bakalan bikin kenyang. Lalu bagaimana rasanya? Rasanya enak sekali dengan mangga yang manis dan yogurt yang asam segar. Kami suka!

Semua menu yang kami coba itu tidak bisa mengimbangi sedapnya ngopi di pasar. Bayangkan sambil menyeruput kopi pagimu kamu bisa melihat orang-orang Laos berinteraksi. Membeli ini-itu, menawar dengan cekatan sambil tertawa-tawa. Sebuah pemandangan yang tidak bisa saya nikmati setiap hari.

Sebenarnya kami sangat ingin ngopi berlama-lama di sini, tapi apa daya jumlah meja terbatas, di luar hanya ada dua dan di dalam hanya ada satu kalau tidak salah. Dan Banyak pengunjung lain yang ingin ngopi juga. Maka kami undur diri sambil tidak akan pernah lupa tentang Mali Coffee dan syahdunya ngopi bersama riuh rendah pasar. Bersama ibu-ibu yang melempar senyum karena itulah satu-satunya bahasa yang kami mengerti.

Mali Coffee

Pasar Pagi, Luang Prabang,

Laos

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.