Aksesoris/Alat Kopi Brewing Method

MANUAL COFFEEMAKER: ALAT SEDUH KEREN YANG MENARIK PERHATIAN

manual-coffeemaker no2


Produk jebolan Kickstarter yang tak perlu desain berlebihan untuk membuatnya kekinian.

PADA 2014, Craighton Berman, seorang desainer yang bekerja penuh waktu di Art Institute of Chicago yang juga penggemar berat kopi, memutuskan untuk mengerjakan sebuah project rancang yang lain yaitu desain produk—yang di masa depan project semi perusahaan ini akan ia pimpin sendiri. Konon Berman sekaligus desainer pertama yang menggunakan Kickstarter, platform pendanaan umum terbesar di dunia, untuk meluncurkan produknya.  Ketika itu, produk yang dibawanya adalah sebuah alat seduh pour over berdesain minimalis yang terlihat sederhana tapi menarik. (Alat ini sempat dinamai Manual Goods sebelum diganti menjadi Manual Coffeemaker N°1 mengikuti keberhasilannya yang masif di kemudian hari). Hanya dalam 30 hari sejak Berman mengusulkannya di Kickstarter, alat seduh ciptaannya telah mendapat dana lebih dari 100.000 dolar AS dari 1101 backers. Sebuah prestasi yang menakjubkan.

Craighton Berman, mastermind yang berada di balik produk ini.

Craighton Berman, mastermind yang berada di balik produk ini.

Ide dibalik penciptaan Manual Coffemaker sebetulnya simpel saja: mengembalikan ritual seduh kopi kepada kaidah aslinya, slow dan tak terburu-buru. (Sedikit mirip dengan prinsip Slow Coffee Style yang diusung Kinto). Seperti yang dikutip dari laman resmi mereka, “Belakangan manusia semakin menyukai segala yang instan dan serba cepat. Proses menyeduh kopi yang seharusnya hikmat tidak lagi dianggap sebagai momen yang nikmat. Karena itu Manual Coffeemaker hadir untuk membuat siapapun yang menggunakan alat ini benar-benar menikmati momen menyeduh kopi, setiap detiknya.” Karena menyeduh kopi pun pada dasarnya bisa menjadi sarana peredam stres yang ampuh.

 

Konsep Manual Coffemakers

Menyertai tampilannya yang minimalis—alat ini benar-benar tidak memiliki tekstur atau corak melengkung apapun selain kaca transparan dan sebuah alas dari bambu—cara kerjanya juga sederhana. Enteng.

Pertama, Manual mengeliminasi pemakaian scale, atau alat penimbang kopi. Scale seringkali menjadi masalah bagi mereka yang baru belajar menyeduh kopi. Keharusan untuk memerhatikan keseimbangan antara waktu, lamanya penuangan dan gramasi dianggap terlalu teknis dan seringkali membuat pusing bagi yang tidak terbiasa. Maka sebagai gantinya, Manual Coffemakers menyediakan carafe (yang dijual satu paket dengan alat seduhnya). Pada permukaan kaca carafe, ada petunjuk dalam ukuran ml yang bisa membantu penggunanya mengatur takaran cairan kopi. Cara ini dianggap lebih praktis karena penyeduhnya hanya perlu melihat sudah sampai garis batas mana kopi yang diseduhnya. Selebihnya mengenai lama atau fase-fase penuangan, kembali kepada intuisi pemakainya sendiri.

Tidak perlu scale.

Tidak perlu scale.

Kedua, alat seduh yang tampilannya jelas berbeda dengan pour-over dripper kebanyakan. Manual Coffeemaker dengan percaya diri menyatakan bahwa mereka adalah ‘generasi terbaru’ dari alat seduh pour-over karena mendesain ulang pengalaman menuang kopi ke dalam bentuk yang baru. Jika alat seduh manual rata-rata memiliki bentuk dan desain nyaris serupa satu sama lain, tapi Manual Coffeemaker berbeda. Ia tidak memiliki pegangan, materialnya pun sepenuhnya terbuat dari kaca borosilikat. (Kaca jenis ini terbuat dari silika dan oksida boron yang merupakan bahan paling umum pada gelas laboratorium karena ketahanannya terhadap suhu tinggi dan bahan korosif).

Format kaca ini dikerjakan secara handmade pula. Dan karena tampilannya yang transparan itu, penggunanya bisa melihat dengan jelas “apa yang terjadi pada saat kopi diseduh” yang, pada akhirnya sesuai harapan mereka, bisa memberikan pengalaman berbeda.

Tampilan Manual Coffeemaker N°2 secara keseluruhan.

Tampilan Manual Coffeemaker N°2 secara keseluruhan.

Lalu, filter yang digunakan untuk Manual Coffeemaker bisa jenis apa saja. Mereka mendesain agar Manual bisa bekerja dengan filter berbentuk apapun, baik filter cone, wave dan juga V60. Dengan kata lain, siapapun tidak perlu menghabiskan biaya ekstra untuk membeli filter berbeda.

CoffeeMakerNo-2

Konsep Manual Coffeemaker yang menarik, ditambah desainnya yang mengikuti tren dan ide kekinian, barangkali menjadi alasan utama yang membuat Manual Coffeemaker N°1, seri paling pertama mereka, telah habis terjual—dan belum tahu kapan akan direproduksi kembali.

Sebagai lanjutannya, mereka menawarkan N°2 yang tidak terdapat perbedaan terlalu mencolok selain alas bambunya yang kini dipernish hitam. Alas bambu yang dipernish ini merupakan semacam ‘perbaikan’ untuk membuatnya lebih tahan air dan mudah dibersihkan.

manual coffeemaker

Menyeduh kopi sepertinya tak ada yang seindah ini.

Semacam catatan:

• Umumnya alat seduh Manual dibersihkan  hanya dengan mengelap bagian kacanya dengan kain lembut. Sebaiknya jangan menggunakan sabun atau pembersih yang mengandung deterjen ketika membasuh alat ini (karena akan memengaruhi aroma/hasil kopi yang diseduh berikutnya). Cukup bersihkan dengan air mengalir atau air hangat saja.

• Merawat alas bambu. Jika kalian sempat memiliki Manual Coffeemaker N°1, sebaiknya langsung bersihkan alasnya begitu terkena air. Untuk Manual Coffeemaker N°2, alas bambunya kini telah dipernish hitam dan meski telah tahan air, sebaiknya tidak merendam alasnya di dalam cairan atau dibiarkan lembab dalam waktu lama. Sebaiknya segera keringkan dengan kain lembut yang bersih.

 

Selamat menyeduh!

Semua foto diambil dari laman resmi Manual Coffeemaker, manual(dot)is.

 

manual-coffee

 

7,163 total views, 2 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply