MEMPERKAYA CITA RASA DI KAYA KAYA CAFÉ

Malaka adalah sebuah kota yang kerap saya datangi berkali-kali. Bukan hanya karena cantik dan menarik, tapi kerinduan ini juga berakar pada makanan dan kopi yang ada di tempat ini.

Kaya Kaya Cafe yang berada di tempat yang sangat turistik.
Kaya Kaya Cafe yang berada di tempat yang sangat turistik.

SEBUAH kota yang membuat rindu untuk dikunjungi adalah rumah yang di sana kita tak pernah sekalipun merasa asing. Di Malaka Malaysia, saya jatuh cinta. Kota heritage yang tak begitu besar ini memang amatlah cantik. Bangunan penuh sejarah dan lorong-lorong kecil di Kawasan Heritage Jonker Street di China Town adalah alasan kenapa saya tak bosan-bosan main ke sini.

Selamat datang di Kaya Kaya Cafe!
Selamat datang di Kaya Kaya Cafe!

Saat mampir ke Malaka tentu tak lengkap tanpa mencicip makanan dan singgah ke kedai-kedai kopi lucu yang tersebar di seluruh kota. Petualangan kafein saya di kota ini sudah cukup sering. Meski begitu ada saja kedai-kedai kopi lucu yang terus menerus tumbuh. Salah satu kedai kopi yang saya singgahi dalam perjalanan kali ini adalah Kaya Kaya Café. Kedai kopi ini berlokasi di Kawasan Jonker Street Chinatown, tepatnya di Jalan Tukang Besi No. 32. Kebetulan saya menginap di satu jalan yang sama dengan kedai ini. Setiap harilah saya lewati tapi tak kunjung jua saya singgahi.

Interior semi-outdoornya yang nyaman.
Interior semi-outdoornya yang nyaman.

Pada suatu pagi karena rasa penasaran, akhirnya mampir juga saya ke sini. Perut juga sudah lapar pengin diisi dan keinginan ngopi rasanya tak terbendung lagi. Pukul 10 pagi Kaya Kaya Café ternyata masih sepi. Sedang di luar para turis dari berbagai negara sudah mulai berlalu lalang entah dari mana dan mau kemana. Kaya Kaya Café dibangun di sebuah gedung tua khas peranakan. Kafe ini tak luas, hanya terdiri dari satu lantai yang terpisah bagian indoor dan semi-outdoor-nya di sisi belakang. Interiornya khas peranakan.

Mural artsy yang mempercantik tempat ini.
Mural artsy yang mempercantik tempat ini.

Espresso machine and automatic grinder terduduk manis di belakang bar. Kursi-kursi terlihat begitu klasik. Dinding bata yang sengaja tidak disemen menjadikan tempat ini semakin unik. Rasanya di berbagai sudut sangat fotogenik sekali. Membuat saya gemas sendiri.

Mesin dan grinder kopi.
Mesin dan grinder kopi.

Seorang perempuan muda yang ternyata waitress-nya menghampiri kami dengan membawa menu. Saya pelajari menunya satu per satu. Menu kopinya hanya ada espresso base, tak ada seduh manual ala third wave coffee shop. Menu makanannya banyak ternyata. Mulai dari breakfast hingga aneka main course and snacks. Kalau dlihat-lihat Kaya Kaya Café ini lebih cenderung ke kafe ketimbang kedai kopi meski mereka memiliki mesin espresso dan menu kopinya cukup banyak. Well, setelah membolak-balik menu, akhirnya saya memesan secangkir cappuccino dan Malacca Breakfast sebagai teman mengawali hari. Teman-teman saya yang lain memesan secangkir café latte dan double shots espresso.

Cafe latte, guys!
Cafe latte, guys!

Sambil menunggu pesanan datang saya mengitari keseluruhan tempat ini. Di bagian semi-outdoor-nya juga tak kalah asik. Dekorasi peranakan dengan dinding yang dipenuhi lukisan dan mural menjadi daya tarik tersendiri. Entah kenapa saya suka sekali berada di sini. Pagi yang tenang dan sejuk. Pun ditemani suara puja-pujian dari kuil yang letaknya pas di depan Kaya Kaya Café. Sebuah harmoni menyenangkan yang tak mungkin bisa saya nikmati setiap hari. Damai ini tak berlangsung lama karena segerombolan turis datang dan sibuk berfoto ria. Sigh.

Ini nih yang bikin semangat mengawali hari: double espresso!
Ini nih yang bikin semangat mengawali hari: double espresso!

Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Kopi dan makanan mendarat selamat di atas meja. Saya tidak mau berekspektasi tinggi soal kopinya, eh ternyata tak seburuk yang saya duga. Cappuccino saya cukup enak dengan cita rasa unik yang tak bisa saya deskripsikan, mungkin pilihan espresso blend-nya kali ya. Dan Malacca Breakfast sungguhlah sebuah jackpot yang mengejutkan karena ukurannya yang besar sekali. Kayaknya cukup dimakan untuk 2-3 orang. Menu ini terdiri dari roti, sosis, telur, beef bacon, salad dan entah apalagi itu. Saladnya sungguh juara, sedangkan sosisnya sudah pasti sosis premium. Enak banget, guys!

Malacca Breakfast yang nikmatnya kebangetan.
Malacca Breakfast yang nikmatnya kebangetan.

Setelah puas makan dan ngopi, saya pun tak mau ketinggalan untuk foto sana-sini untuk keperluan artikel ini. Rasanya asal foto saja sudah terlihat bagus. Yang menarik perhatian saya lagi adalah boneka anjing yang terbuat dari rotan yang berada tepat di depan pintu masuk. Serasa mengajak siapa saja untuk mampir di Kaya Kaya Café. Hi-hi-hi. Kalau saya kembali ke Malaka lagi, Kaya Kaya Café adalah sebuah nama yang tak mungkin saya lewatkan. Mungkin kamu juga akan merasakan hal yang sama jika sudah pernah mampir ke sini.

What a cute puppy.
What a cute puppy.

Kaya Kaya Café

Jalan Tukang Besi No. 32, Chinatown,

75200 Malaka, Malaysia

Open : 08.00–18.00

 

PAKET CAFE

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.