MENGAPA BIJI KOPI SETELAH ROASTING PERLU RESTING

Banyak yang masih keliru waktu terbaik untuk menyeduh kopi, tidak sedikit yang mengacu pada tanggal roasting yang tertera pada kemasan biji kopi, yang kemudian memberi sedikit jeda degassing pada biji kopi yang baru mereka beli, sebelum mereka benar-benar menyeduhnya.

MEMANG masih membingungkan perihal resting setelah ritual roasting, sebab beberapa literatur berbeda pendapat, dan bahkan merekomendasikan untuk melakukan eksperimen untuk menentukan waktu resting yang optimal. Dan selanjutnya pertanyaan muncul yang menuntun saya untuk mencari tau, apakah resting sama dengan degassing pada biji kopi. Izinkan saya membuka bahasan yang kemudian disadur dari beberapa artikel dan hasil tanya jawaB dari roaster otten.

Degassing pada biji kopi semacam jeda waktu untuk memberikan kesempatan pada biji kopi melepaskan karbon dioksida yang terbentuk dari proses roasting, di menit-menit awal pelepasan karbon dioksida mengalami percepatan dan perlahan akan melambat, dan untuk beberapa biji kopi masih tertinggal. Sebabnya pada kemasan biji kopi pun ada jeda untuk memberikan waktu pada biji kopi untuk pelepasan karbon dioksida. Beberapa kali seputar degassing pada biji kopi kerap disinggung di artikel kami di sini. Kopi yang disimpan dalam bentuk biji lebih tahan lama daripada kopi yang sudah menjadi bubuk. Karena proses degassing dalam bentuk bubuk lebih cepat.

credit: coffee hit

Resting setelah roasting sendiri mengacu pada proses degassing pada biji kopi tersebut, bukan berarti pada masa resting kopi tidak bisa diseduh. Rentang waktu 4 jam setelah roasting, biji kopi sudah bisa dikonsumsi, hanya saja belum begitu nikmat. Sederhananya, untuk menentukan kapan tepatnya biji kopi menjadi begitu nikmat hanya dengan eksplorasi, karena saat kopi menjadi begitu nikmat tidak dapat dikatakan dengan pasti hitungan hari. Lebih jelasnya, setelah roasting biji kopi seperti ada peak season yang mana puncak kenikmatan berangsur meninggi kemudian menurun dan rasa kopi menjadi biasa.

Perihal rentang waktu proses resting ini untuk sebagian roaster punya perhitungan sendiri, sehingga tidak bisa digeneralkan berapa lama waktu yang tepat untuk biji kopi yang baru diroasting kemudian diresting dan siap untuk diminum. Namun beberapa referensi mengacu bahwa peak season puncak kenikmatan kopi ada pada rentang 1 sampai 10 hari setelah roasting. Bahkan, ada biji kopi tertentu yang terasa nikmat jika masa resting 2 sampai 4 minggu, hal ini tergantung kemampuan biji kopi pada masa resting prosesnya dapat dipengaruhi oleh kondisi suhu sekitaran kopi saat resting.

Jika di antara kita berpendapat bahwa biji kopi yang segar itu adalah biji kopi yang baru saja diroasting, maka pernyataan tersebut agak kurang tepat mengingat resting perlu dilakukan untuk lebih menampilkan lagi karisma biji kopi yang dimilikinya. Berikut manfaat yang paling terlihat jelas mengapa resting diperlukan untuk biji kopi yang baru saja diroasting.

credit: wired

MENGHILANGKAN RASA PEMBAKARAN NEGATIF
Untuk sebagian origin biji kopi berbeda penanganannya, bahkan ada yang hanya hitungan menit kopi sudah menampilkan kesan rasa yang istimewa. Biji kopi setelah disangrai, pada umumnya akan membawa rasa yang negatif, mengganggu profil rasa yang dimiliki si kopi. Sifatnya memang sementara, dan kesan rasanya tidak terlalu jelas, namun untuk mereka yang peka rasa negatif yang terbawa tidak dapat membohongi. Sebabnya resting perlu untuk memberikan jeda melepaskan rasa negatif yang terbawa.

credit: 

AGAR PROFIL RASA KOPI LEBIH OPTIMAL
Standarnya mendiamkan biji kopi setelah roasting sekitar 1 sampai 3 jam, namun hitungan ini tidak mutlak karena pastinya roaster memiliki perhitungan pribadi. Dari perbedaan origin biji kopi, dari perbedaan mesin roasting yang digunakan, dan dari banyaknya biji kopi dalam sekali roasting. Kopi tidak seperti komoditas lain, mengalami puncak kesegaran setelah dipanen dari tanaman, kopi memiliki proses yang sangat kompleks. Dan rasa kopi menjadi optimal dengan memberikan jeda untuk kopi melepaskan senyawa-senyawa negatif yang mengganggu profil rasa dari si kopi.

credit: coffeenavigated.net

MENGURANGI KADAR KARBON DIOKSIDA YANG MASIH TERTINGGAL
Pada hakikatnya, karbon dioksida yang masih tersimpan pada biji kopi mempengaruhi profil rasa, dan akhirnya ketika diseduh rasa kopi kurang nikmat sebab meminumnya bersamaan karbon dioksida. Resting di sini perlu, sebab memberikan waktu untuk biji kopi melepaskan gas karbon dioksida yang masih tersimpan, walaupun setelah resting karbon dioksida di beberapa biji kopi belum tentu hilang menyeluruh. Ketika di dalam kemasan, biji kopi masih mengalami pelepasan karbon dioksida walau pelepasannya tak secepat setelah diroasting, itulah mengapa pada kemasan ada katup udara satu arah.

Namun demikian, artikel ini semacam rangkuman karena tiap penikmat kopi pasti paling mengerti tentang bagaimana kopi yang mereka minum. Sebab malahan ada biji kopi yang butuh waktu lama ketika resting, dan ketika diseduh menjadi nikmat.

src: lenscoffee.com img: houseofcoffeebeans.com

4 Comments
  1. Mau nanya ni bang, kalo kopi yg kita konsumsi bikin perut begah (dengan suhu air 90derajat), apa itu bisa dibilang proses degassing-nya kurang memenuhi?
    Terimakasih..

  2. Jadi gak ada itungan yang pasti untuk mencsri kenikmatan kopi ya, harus ngelatih intusi kita donk paling enggak 1-10 hari pasca roasting kita bisa mencari titik nikmatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.