News

MENGAPA MUSIM HUJAN BISA MERUSAK PANEN KOPI?

bagaimana-musim-hujan-bisa-merusak-tanaman-kopi


Dampak lain dari ketidak-jelasan perhitungan cuaca akibat perubahan iklim.

BEBERAPA waktu lalu kami pernah membahas tentang akibat perubahan iklim bagi ceri kopi di Sumatera di sini, namun kenyataannya, efek perubahan iklim tidak hanya itu. Meski perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia sedikit lebih beruntung, tapi tidak demikian dengan mereka yang ada di Amerika Selatan. Di negara seperti El Salvador, musim panen yang berada di jangka waktu antara November sampai Februari/Maret seharusnya mengalami musim kering, yang sangat ideal untuk memetik dan memanen ceri-ceri kopi.

Tapi akhir tahun 2016, musim panen di sana ditandai dengan banyaknya curah hujan yang turun hampir setiap hari. Bunga-bunga kopi mekar di pohon bersamaan dengan saat pemetikan (masa panen) ceri kopi, padahal mekarnya bunga kopi ini semestinya ‘pertanda’ bahwa pohon kopi itu akan mulai panen sekitar 3-6 bulan kemudian.

Kejadian ini bukan hanya sekadar bentuk keanehan fenomena cuaca saja, tapi juga kekhawatiran bagi banyak produsen dan petani kopi yang kemungkinan besar akan mengalami penurunan pendapatan dan hasil panen.

ceri-kopi

Ceri yang retak di pohon karena curah hujan yang tinggi.

Musim hujan memang berperan cukup penting dalam menghasilkan ceri kopi yang akan berbuah. Tapi jika musim hujan datang bersamaan di saat musim panen, maka itu juga berarti ancaman bagi ceri kopi yang sedang matur. Curah hujan yang tinggi bisa membuat ceri kopi berguguran ke tanah, yang jika dibiarkan dalam kurun cukup lama akan membuat ceri (yang jatuh) itu berfermentasi.

Risiko lain yang juga bisa terjadi, ceri-ceri kopi tetap tinggal di batang pohon tapi mengalami proses cracking—permukaan buahnya mengalami “retakan” yang cukup signifikan. Kondisi demikianlah yang sedang terjadi di El Salvador saat ini. Cracking terjadi karena terlalu banyaknya air yang diserap dengan terlalu cepat sehingga membuat sel-sel dalam kulit ceri yang sedang mekar itu ‘memuai dengan berlebihan’. Akibatnya, kulit ceri pun menjadi pecah.

Pada akhirnya, ceri kopi yang tidak sempurna ini akan menghasilkan cupping score yang rendah (karena lendiran manis dari ceri kopi banyak yang merembes keluar) selain berat ceri yang juga menurun dan lebih ringan. Dengan kata lain, karena cracking, ceri kopi bisa kehilangan cukup banyak daging buah yang umumnya memengaruhi faktor sweetness dari kopi yang akan diproses nanti.

img_7903_1

Kondisi ceri kopi yang mengalami cracking.

Masalah curah hujan yang berlebihan ini tidak hanya merugikan mereka yang bekerja di sektor pertanian kopi, tapi juga di proses pengolahan. Bagi mereka yang berkonsentrasi di bidang pengemasan dan pengiriman, hujan bisa mengakibatkan dampak yang lebih serius. Jika hujan datang begitu intens, ceri-ceri kopi perlu dijemur berkali-kali lagi dan tak jarang akan memerlukan proses pengolahan lanjutan. Semua ini tentu akan menimbulkan masalah pada kualitas kopi yang dihasilkan nantinya.

Seperti efek domino, kekacauan masa panen di El Salvador saat ini pun berisiko terhadap “timeline” masa panen selanjutnya. Karena bunga kopi sudah terlanjur mekar, kemungkinan mereka akan memulai proses panen berikutnya di bulan Agustus 2017, beberapa bulan lebih cepat dari waktu seharusnya.

Meski Indonesia bisa dibilang sedikit lebih beruntung karena tidak terlalu mengalami masalah seserius negara-negara di Amerika Latin, tapi bukan berarti perkebunan kopi kita otomatis terbebas dari ancaman dampak perubahan iklim. Berkaca dari kasus ceri kopi yang melompong di Aceh beberapa waktu lalu, barangkali efek perubahan iklim terhadap pertanian-pertanian kopi di Indonesia hanya menunggu waktu.

Dan sebetulnya kita bisa membantu mengurangi, atau setidaknya memperlambat, dampak perubahan iklim itu dengan mulai peduli lingkungan dan go green… kalau mau.

Disadur dari perfectdailygrind. Foto-foto diambil dari sweetmarias(dot)com, situs pencari dan adalah kredit Andres Salaverria.

cari-kopi

8,538 total views, 1 views today

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Lenny
    January 7, 2017 at 9:01 pm

    Ijin share ya 🙏🏻 Trm ksh.

  • Leave a Reply