MENGAYUH KEBAHAGIAAN DI WHEELER’S COFFEE

Situasi di Love Lane Penang memang tak melulu seromantis namanya. Tapi setidaknya lorong yang tersohor ini mampu membuat betah dengan aneka café, bar serta mural yang menghiasnya dengan indah. 

Selamat datang di Wheeler's Coffee!
Selamat datang di Wheeler’s Coffee!

PENANG itu kota yang manis. Keanggunan kota tua yang terawat serta nuansa asik yang ramah akan turis membuat kota ini layak dijadikan pelarian akhir pekan. Untuk saya sendiri, Penang adalah kota yang tepat untuk keluar-masuk kedai kopi. Berbagai coffee shop dan kafe di Penang menawarkan keragaman yang menarik. Masing-masing kedai kopi bersolek menarik perhatian penunjung dengan keistimewaannya masing-masing. Salah satunya adalah Wheeler’s Coffee.

Yuk ngopi dulu!
Yuk ngopi dulu!
Hiasan sepeda di sana sini.
Hiasan sepeda di sana sini.

Wheeler Coffee terletak di lokasi strategis tepat di jantung kota nan turistik. Jika kamu menelusuri jalan-jalan Love Lane (dan lebuh-lebuh lainnya), Wheeler’s Coffee akan mudah ditemukan. Kedai kopi ini menarik perhatian dengan papan nama dan sebuahs sepeda yang menggantung di sana. Wheeler’s Coffee dibangun di salah satu gedung heritage yang interiornya telah dipoles sana-sini. Tempat ini mengusung konsep bicycle dan menggunakan ornamen serta pernak-pernik sepeda. Ah, seketika membuat saya penasaran untuk ‘mengayuh’ kenikmatan kopinya juga.

Situasi di balik coffee bar.
Situasi di balik coffee bar.
What a cute mural.
What a cute mural.

Ini kali kedua saya mampir di Wheeler’s Coffee. Kali pertama dua tahun yang lalu. Tempat ini masih sama seperti bertahun lalu, masih penuh para turis yang sibuk dengan kepentingannya masing-masing. Outdoor area dipenuhi mereka yang asik tenggelam di dalam laptop sedang bagian indoor di dekat coffee bar pun sudah padat oleh mereka yang makan serta ngopi-ngopi lucu. Siang itu kami hanya pengin ngadem dan ngopi. Sengaja tidak memilih di lantai dua karena panas dan sedikit gelap (tak bagus untuk foto-foto :p). Karena tak banyak pilihan akhirnya kami memilih duduk di indoor bagian belakang. Ruangan kecil yang cukup private dan asik untuk quality time dengan para sahabat.

Ngopi sambil kerja, why not?
Ngopi sambil kerja, why not?
Situasi di lantai dua kedai.
Situasi di lantai dua kedai.

Surprisingly, menu di Wheeler’s Café cukup beragam. Mulai dari menu kopi panas dan dingin (espresso base), aneka teh, cakes and dessert sampai main course. Karena tidak ada pilihan menu kopi seduh manual, saya memilih hot cappuccino saja, sedang kedua sahabat saya memesan hot matcha latte dan iced café latte. Sambil menunggu minuman datang saya berkeliling mengitari kedai kopi ini. Wheeler Coffee terdiri dari dua lantai. Lantai satu penuh manusia, semakin riuh dengan kegiatan di balik coffee bar. Mesin espresso yang bekerja, automatic grinder yang menjalankan tugasnya serta riuh percakapan dari masing-masing meja. Lantai dua masih sepi sangat kontras dengan yang terjadi di lantai satu. Oh iya, di lantai dua disediakan juga dart game untuk mereka yang ingin seru-seruan.

Kedai kopi yang tak pernah sepi.
Kedai kopi yang tak pernah sepi.
Hot cappuccino
Hot cappuccino

Minuman yang dipesan datang. Hot cappuccino dengan permukaan bergambar hati yang menggoda itu rasanya biasa saja. Seperti berpapasan dengan lelaki tampan di jalan lalu melupa. Rasanya tak buruk tapi juga tak istimewa. Kata teman saya hot matcha latte pesanannya enak. Manisnya pas dan tidak menyakiti. Entah apa maksudnya. Ha-ha-ha. Sedangkan iced café latte-nya menurut saya lebih asik dari cappuccino-nya. Rasanya tak manis karena keseimbangan susu dan kopi yang diperhitungnya. Persentasenya juga cantik dengan gelas yang pas di genggaman. Suka!

My favorite iced cafe latte!
My favorite iced cafe latte!

Lagi asik-asiknya ngobrol salah satu sahabat ternyata merasa kurang jika tak mencicipi cake di sini. Kami memang sengaja tidak memesan main course karena masih dalam keadaan kenyang selepas makan siang. Tapi saya tak menyangka juga ternyata si sahabat ini masih pengin makan cake. Setelah dia ‘bersemedi’ di depan showcase penuh aneka cake terpilihlah chocolate cake yang rasanya ternyata istimewa. Cake bertekstur lembut dengan krim dan cokelat berlapir ini memang tepat disandingkan dengan kopi. Sedap benar!

Chocolate cake, anyone?
Chocolate cake, anyone?

Buat saya Wheeler’s Coffee begitu menarik karena lokasinya yang tak jauh dari penginapan dan interiornya yang begitu total. Di sana-sini pernak-pernik berbau sepeda disematkan. Kalau dihitung sudah berapa banyak sepeda yang ‘dikorbankan’ untuk menghiasi tempat yang satu ini. Untuk kamu yang menyukai tempat ngopi dengan suasana berbeda, Wheeler’s Coffee bisa menjadi pilihan jika mampir ke Penang. Untuk kamu yang menginginkan kedamaian yang tenang, Wheeler’s Café bukan jodohmu karena tempat ini sepertinya nyaris tidak pernah sepi. Apalagi di malam hari yang di sekitarnya berisik oleh musik dari bar-bar di pinggir jalan. Tapi buat saya, Wheeler Coffee tetaplah sebuah persinggahan asik untuk mengisi kembali amunisi kafein.

Kursinya lucu ya.
Kursinya lucu ya.

Wheeler’s Coffee

No. 67, Love Lane, 10200,

Georgetown, Penang,

Malaysia

PAKET CAFE

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.