MENGENAL ANEKA KOPI SUSU YANG BEREDAR DI PASARAN

Untuk saya kehadiran kopi susu yang merebak di mana-mana adalah fenomena unik yang layak diapresiasi. Karena rupa-rupa kreativitas hadir tumpah ruah di sini.

AWALNYA banyak yang meramal bahwa era kopi susu akan sirna dalam sekejap. Buktinya sudah beberapa tahun menjelang sejak munculnya Kopi Tuku keriuhan perkopisusuan masih saja ramai. Gerai-gerai kecil yang khusus menjual kopi susu pun terus bertumbuh. Kedai-kedai kopi spesialti pun turut serta mengeluarkan menu kopi susu signature mereka. Kopi susu hingga hari ini tetap berkibar di antara ragam jenis kopi yang katanya ‘serius’. Meski kopi susu tak kalah seriusnya.

Tapi kali ini saya tak ingin membahas soal fenomena kopi susu. Tapi ingin mengulik beragam-ragam kopi susu yang ternyata di mana pun kedai kopinya menunya hampir mirip dengan bahan dasar kopi, susu, es atau kopi, susu, gula, es. Selesai. Kopi susu pada masa lalu hadir dalam wujud caffe latte, cappuccino, machiatto, dan teman-temannya. Hanya kopi dan susu saja, tanpa gula tanpa sirup perasa. Pun secara tradisional kopi susu adalah kopi, SKM dan gula. Dua jenis kopi susu ini masih ada hingga sekarang. Tak tergeser laju waktu. Abadi seperti kerinduan tampaknya. Ha-ha-ha.

Namun kopi susu era sekarang didominasi oleh ‘cubitan rasa manis’. Yang rasanya asyik, mudah diterima bahkan untuk mereka yang tak mengerti kopi. Kopi susu ini dikenal dengan kopi susu aren. Kopi susu ini menggunakan campuran gula aren, gula jawa, gula merah, gula kelapa atau segala gula-gulaan selain gula pasir. Rasa yang dihasilkan memang beneran mudah dicintai!

Selain gula-gulaan, ada pula kopi susu dengan perasa. Paling dominan biasanya menggunakan pandan. Kopi Susu Pandan kemudian rame di mana-mana. Beberapa kedai kopi sukses meluncurkan kopi pandan yang enak. Sisanya hampir nyaris seperti menyeruput cendol atau kolak tanpa isian cendol dan pisangnya. Ya, setidaknya itu yang pernah saya alami.

credit: pexels.com

Selai gula dan pandan, ada pula kopi susu yang menggunakan kelapa. Entah itu air kelapa atau pula santan pada kelapa. Kedua bahan kelapa ini memang memberi sensasi yang menyenangkan jika tepat campurannya. Saya sendiri suka dengan kopi susu yang dicampur air kelapa. Rasanya segar tapi tak membuat eneg. Pun ada juga yang dicampur madu, krim, cokelat, dan banyak lagi. Favorit saya tetap kopi susu dengan gula aren. Begitu sederhana namun mengasyikkan.

Kopi susu boleh hadir dengan gaya dan rasa yang berbeda-beda. Namun hampir semua pelaku bisnis kopi susu ini setuju bahwa kopi susu mereka tidak akan pernah sama nikmatnya tanpa sentuhan robusta. Pemilihan ini mungkin karena karakteristik robusta yang bold dan body atau juga karena harga kopi ini yang relatif murah. Itu kenapa banyak yang menggunakan campuran robusta dan arabika untuk menciptakan formula coffee blend untuk kopi susu. Meskipun tidak semua, ya! Berterima kasihlah pada robusta yang sering dituduh memberi debar-debar berlebihan karena kandungan kafeinnya!

Bicara kopi susu, apa merek kopi susu favoritmu?

 

Foto utama dari wallpaper.com

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments

Leave a Reply to Iqbal Cancel reply

Your email address will not be published.