MENGENAL KOPI TORAJA SAPAN YANG EKSOTIS

Single origin lain dari Indonesia yang memiliki karakter luar biasa.

EMPAT tahunan lalu, kopi dari Toraja barangkali belum setenar kopi Gayo meski ia tidak bisa dibilang tidak populer. Di tahun 2012 lalu, single origin dari Toraja Sapan pernah mendapat nilai cupping tertinggi pada acara Lelang Kopi Asosiasi Kopi Spesial yang diadakan di Surabaya. Bisa ditebak, setelahnya kopi ini pun segera meroket pamornya dan, menurut saya, jadi mensejajari popularitas kopi Gayo yang sudah lebih dulu naik daun. Dan pada akhirnya ikut menambah satu lagi perbendaharaan single origin terbaik dari Indonesia.

Secara pribadi, single origin Toraja Sapan ini juga merupakan favorit saya untuk diseduh manual. Ada keunikan khusus yang membuatnya tidak cukup dijelaskan hanya dengan sekadar menarik, apalagi cuma ‘enak’. Kopi dari Toraja Sapan, seperti daerahnya yang istimewa, adalah kopi yang memiliki sejumlah karakter yang eksotis. Tidak heran juga kalau sebuah perusahaan penjual kopi online dari New Orleans memasukkan single origin ini sebagai salah satu item utamanya.

Cherry kopi Toraja yang baru dipetik.
Cherry kopi Toraja yang baru dipetik.

Tentang kopi Toraja Sapan dan wilayah tumbuhnya

Toraja, lengkapnya Tana Toraja, adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan dengan ibukota Makale. Penduduk di kabupaten ini umumnya tinggal di daerah pegunungan dan hidup sebagai petani dengan komoditi andalan seperti sayur-sayuran, cokelat dan terutama kopi.

Sapan sendiri merupakan daerah kecil yang menjadi tempat konsentrasi para pengumpul dan semacam koperasi kopi di Kabupaten Toraja Utara. Kopi-kopi Toraja Sapan ditanam di lereng gunung Sesean yang memiliki ketinggian sekitar 1.400 – 2.100 mdpl. Wilayah tumbuhnya yang tinggi dan sangat bagus inilah yang dianggap sebagai faktor penting yang membuat kopi-kopi Toraja Sapan kemudian melahirkan karakter-karakter ajaib yang khas.

Kopi-kopi Toraja umumnya diolah dengan proses giling basah, atau dikeringkan di bawah sinar matahari.
Kopi-kopi Toraja umumnya diolah dengan proses giling basah, atau dikeringkan di bawah sinar matahari.

Tasting notes

Kopi single origin Toraja Sapan setidaknya memiliki tasting notes yang sedikit mirip dengan tipikal kopi Afrika. Kopi ini memiliki body yang full, bright acidity yang segar seperti apel hijau, grapefruit atau strawberry. Dengan notes herbal dan cinnamon, plus after taste seperti dark chocolate.

 

Karena karakternya yang sudah mengagumkan, maka umumnya single origin Toraja Sapan ini cocok diseduh dengan metode brewing apa saja. Namun jika ingin menikmati rasanya dengan lebih jernih dan bersih, maka metode pour over adalah salah satu rekomendasi cara seduh terbaik.

Selamat minum kopi! 🙂

Foto-foto oleh: World Agroforestry Centre/Yusuf Ahmad

kopi toraja

 

 

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

9 Comments
  1. kopi dari daerah sapan ini memang enak
    dengan medium roasted dan diseduh dengan cara yang paling sederhana (tubruk) sekalipun
    secangkir kopi sapan ini cukup menyegarkan

    1. Setuju mas.
      menurut saya kopi toraja sapan arabika medium roast, well balanced ketika diseduh manual pake frenchpress.
      Enak, damai ketika disruput

Leave a Reply

Your email address will not be published.