MENGENAL WAKTU IDEAL UNTUK EKSTRAKSI KOPI

Menyeduh kopi memerlukan perhitungan waktu agar kopi yang diinginkan memiliki ekstraksi kopi dengan hasil akhir; karakter rasa yang diinginkan.

Jika menurut beberapa orang menyeduh kopi yang nikmat itu adalah sebuah keberuntungan, bisa dikatakan hal tersebut merupakan statement yang salah. Seni menyeduh kopi, mengapa dikatakan seni, karena tiap orang punya cara pandang tersendiri tentang kopi. Dengan kata lain dalam hal menyeduh, tiap orang punya perhitungan tersendiri untuk menyajikan sebuah kopi.

Mungkin untuk beberapa hal umum seperti grind size dari coffee ground untuk diseduh, sama-sama mahfum grind size yang seperti apa yang dibutuhkan untuk metode seduh tertentu. Tapi, kenyataannya tiap barista sangat menyukai eksperimen, perhitungan mana yang tepat untuk metode seduhan tertentu dan single origin tertentu. Butuh pengulangan-pengulangan seduhan yang akan membuatnya menjadi perhitungan yang tepat.

Extraction is everything that the water takes from the coffee. Tidak sedikit yang mengambil kesimpulan bahwa kadar pada air yang berbeda juga mempengaruhi ekstraksi rasa kopi. Itulah sebabnya dikatakan seni menyeduh kopi, khazanah dari “third wave“, baiknya kopi bukan lagi komoditi tapi hal yang lebih dari itu.

Dari karakter rasa, seseorang yang ingin mencari waktu ideal untuk ekstraksi kopi mereka, ada beberapa tips terkait hal tersebut. Mengenai karakter rasa kopi, sedikitnya pernah dibahas disini. Dengan catatan, ground size, single origin, brew method anggaplah pada titik yang sama. Dan hal ini bukan menjadi acuan, hanya bahan pertimbangan untuk mengenal ekstraksi kopi dari karakter rasa, dan menyimpulkan a good time for coffee extraction.

credit: 500pxorg
credit: 500pxorg

Under-Extracted Coffee
Under Extraction terjadi apabila kamu merasa pada kopi seduhanmu, karakter rasa yang dihasilkan belum terlalu maksimal. Yang padahal, jenis kopi yang kamu seduh, memiliki karakter rasa yang belum dikeluarkannya. Biasanya ditandai;

Sourness. Mungkin hal pertama yang menjadi pertanyaan adalah, apa perbedaan sourness dengan acidity. Sederhananya, sour adalah asam yang tidak ramah di lidah sehingga mengerutkan wajah, dan acidity adalah asam yang memiliki kompleksitas yang seimbang dengan rasa lainnya dan membuatnya menjadi ramah di lidah.

Lacking Sweetness. Pernahkah mendengar sebuah kopi memiliki rasa manis? Kopi memiliki rasa manis yang mungkin tidak jelas, pada titik yang seimbang rasa manis menjadi samar. Namun ketika yang terasa manis yang kurang, cobalah evaluasi lagi waktu ekstraksi kopi saat diseduh.

Salty. Pada situasi tertentu, mungkin rasa asin tidak akan pernah terjadi. Jika pun keluarnya rasa asin pada sebuah kopi yang diseduh, lantas kita selalu menyalahkan para roaster, padahal bisa jadi biji kopi tertentu tidak bisa diseduh pada suhu air pada umumnya atau waktu brewing tidak bisa dengan waktu seperti biasanya.

Over-Extracted Coffee
Over Extraction terjadi, jika kamu merasa kopi yang kamu seduh terlalu bitter. Rasa tidak pernah membohongi lidah, pastinya pernah kamu merasakan kopi yang kamu seduh, seharusnya tidak terlalu mengeluarkan rasa bitter yang dalam.

Bitter. Untuk beberapa orang tingkat sensitif rasa berbeda, mungkin belum terlalu ramah akan karakter rasa pada kopi. Tapi bagi mereka coffee drinker, jika seduhan kopi yang seharusnya memiliki karakter rasa yang kaya, ternyata terasa hanya pahit. Mungkin ekstraksi kopi tidak terlalu baik.

Drying. Ini perihal tentang sensasi nyaman di mulut, over extraction mengaktifkan bahan kimia pada kopi yang membuat kopi tidak nyaman di mulut. Sederhananya, produksi air liur diikat oleh bahan kimia pada kopi dan mulut menjadi kering.

Ideally Extracted Coffee
Ideally Extraction sangat sulit didefenisikan, tiap orang memiliki kesukaan rasa yang hampir berbeda, tapi sebuah keseimbangan rasa adalah yang terpenting. Idealnya, ketika kamu mencoba kopi yang kamu seduh, dan tidak dapat mendeskripsikan rasanya namun kamu menikmati dengan senyuman. Itulah sebuah keajaiban dari waktu yang ideal bagi kopi untuk berekstraksi.

Sweet and Ripe. Mungkin diawal kopi terlalu cepat untuk bisa kamu deskripsikan, namun setelahnya berangsur mengeluarkan rasa manis. Inilah rasa manis yang seimbang yang sulit untuk dijelaskan bahkan. Manis yang kompleks hampir seperti rasa manis yang tertinggal setelah makan buah yang matang. Walau tipis tapi terasa jelas.

Acidity. Untuk menelusuri rasa asam yang seimbang, kamu akan mengetahuinya saat kamu dapat menjelaskan bahwa asam pada kopi ini, adalah rasa asam yang pernah kamu rasa. Asam dari buah yang pernah kamu makan, namun samar karena keseimbangan asam juga terpaut pada karakter rasa lainnya.

Clarity and Transparency. Pada hal ini, kamu masuk pada titik mengenal kopi bukan hanya rasa, tapi kamu sadar kopi yang kamu seduh berkaitan dengan proses biji kopi tersebut. Kamu dapat menarik garis lurus hubungan yang jelas antara kopi yang kamu seduh dengan proses sebelum kopi itu kamu seduh, karena kejelasan rasa inilah membuatnya tampak jelas.

Karakter rasa pada kopi yang seimbang, akan menjadikannya mudah untuk akrab oleh indra perasa. Rasa yang seimbang pada kopi, bukan dihasilkan dari sebuah kebetulan tapi dari perhitungan dan beberapa kali mengenalkan proses seduhan yang tepat pada si kopi.

src: baristahustle.com img src: 500px.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.