MENGINTIP ISU TREN CRAFT COFFEE SEPERTI APA

Menikmati kopi bisa dibilang tidak hanya sekadar tren yang tumbuh atau pun juga tidak hanya karena orang-orang sadar akan kebutuhan kopi di tiap aktivitas harian. Lebih dari itu, kopi semakin dewasa tentang bagaimana pola kebudayaan yang ada, sehingga kebiasaan orang menikmati kopi akan berbeda di tiap negara. Jika di negara seperti Italia, peminum kopinya memesan espresso di kedai kopi dan sekali teguk kemudian pergi, di Indonesia belum tentu seperti itu, tentunya akan berbeda.

CRAFT coffee, siapa yang tidak penasaran jika mendengar istilah ini dilontarkan di tengah obrolan santai ketika minum kopi. Nah, lalu sebenarnya tren seperti apa craft coffee ini, apakah sebuah kerajinan tangan yang terbuat dari biji kopi, mungkin saja. Istilah ini familiar di negara maju dengan kebiasaan peminum kopinya yang aktif, populer sejak tahun 2014 untuk menyebutkan kebiasaan penikmat kopi, yang berangsur-angsur lebih memilih membuat minuman kopi mereka sendiri di rumah. CNBC adalah stasiun berita di Amerika yang mengungkapkan mengapa industri kopi menurun, dan kemudian muncullah istilah craft coffee untuk menggambarkan situasi penikmat kopi pada saat itu. Dijelaskan ketika melihat data statistik kedai kopi di Amerika yang mengalami penurunan pada saat itu, dan selanjutnya craft coffee merupakan salah satu penyebab penurunan tersebut.

Apa pun tentang kopi, sangat cepat menyebar di hampir seluruh negara yang memiliki penikmat kopi yang antusias. Walaupun, belum pasti tren istilah ini bermula tapi banyak negara yang menggunakan istilah ini, untuk menjelaskan penurunan pasar mereka akan kopi. Craft coffee bisa dibilang merupakan salah satu indikator menurunnya permintaan di industri kopi, di Indonesia istilah ini tidak terlalu populer karena penikmat kopinya tidak seaktif di negara maju. Orang yang datang di kedai kopi biasanya akan duduk berlama-lama mengerjakan suatu hal di sana, tapi jika suatu hari diantara orang tersebut memutuskan untuk memenuhi kebutuhan kopi mereka sendiri di rumah. Maka rantai industri kopi di Indonesia tidak terlalu berpengaruh, sebab budaya menikmati kopinya yang berbeda.

credit: autostraddle.com

CRAFT COFFEE TREN ATAU ISTILAH

Tren atau hanya sekadar istilah, saya pun kurang yakin untuk menyimpulkannya, banyak artikel yang menjelaskan craft coffee sebagai istilah, ada juga yang menggambarkan craft coffee merupakan tren di beberapa negara maju yang lebih memilih untuk membuat sajian kopi mereka sendiri di rumah. Di era third wave kini, tidak khayal membuat sajian kopi yang nikmat di dapur rumah, banyak sekali alat kopi yang dijual untuk memenuhi kebutuhan penikmatnya akan kopi di rumah. Alat kopi manual brew yang fancy, maupun mesin kopi dengan kinerja yang hampir mirip dengan mesin kopi di kedai kopi ternama.

Walaupun demikian, dengan adanya isu craft coffee yang berkembang, ini menandakan pasar industri kopi semakin meluas. Sebab mereka yang membeli kopi dan alat kopi, bukan hanya pemilik bisnis kedai kopi atau pelaku industri kopi lainnya, melainkan penikmat kopi juga menjadi pasar mereka para produsen alat kopi, yang ingin menyeduh kopi di rumah.

Mungkin istilah craft coffee muncul karena rasa jenuh menikmati kopi di kedai kopi konvensional, dan memilih untuk merasakan pengalaman sendiri ketika menyeduh kopi di rumah. Bagaimana dengan kita, pernahkah jenuh untuk minum kopi di kedai kopi?

src: cnbc.com Craft Coffee Demand by Brandon Bir, publised on CoffeeTalk Magazine img: andershusa

2 Comments
  1. Saya nggak jenuh, tapi sejak bisa menyeduh kopi sendiri di rumah menggunakan teknik manual brew, saya jadi sangat picky dalam membeli kopi di kedai kopi atau memilih mau ngopi2 di kedai kopi mana. Kalau kopi di kedai kopi yg dituju tidak lebih enak dari buatan saya, atau minimal sama enaknya dengan buatan saya, maka saya memilih untuk tidak ngopi di kedai kopi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.