MENGINTIP RAHASIA TEKNIK DISTRIBUSI BUBUK KOPI

Kelihatannya sederhana menyajikan espresso yang nikmat, hanya seputar menggiling biji kopi kemudian meletakannya pada portafilter dan selanjutnya dialiri air untuk ekstraksi pada group head yang di mesin espresso. Namun ternyata tidak sesederhana kelihatannya untuk dapat menyajikan espresso yang nikmat.

DARI sajian espresso, ternyata banyak minuman dingin maupun panas yang tercipta, sebab espresso semacam base untuk membuat sajian kopi lainnya. Seperti sajian cappuccino, latte, affogato dan banyak sajian lainnya yang menggunakan espresso untuk melengkapi kesempurnaan sajian. Sebabnya kedai kopi mana pun yang menyediakan sajian kopi dengan susu, penting untuk memiliki pengetahuan dasar dalam menyajikan espresso. Jika tidak, maka komposisi sajian kopi susu lainnya tidak akan lengkap untuk menyempurnakan sajian kopi tersebut.

Beberapa kali sebenarnya telah kami singgung banyak tentang bagaimana membuat sajian espresso yang nikmat, dari mulai bagaimana tips untuk menentukan rasio espresso hingga wawasan bagaimana cara kerja mesin espresso dalam menyajikan sajian kopi yang nikmat. Nah kali ini, saya akan bagikan tips bagaimana meratakan bubuk kopi tanpa alat disribusi.

Sekilas tentang alat distribusi espresso, di era speciality kini banyak sekali alat yang memudahkan kita untuk mendekati titik kesempurnaan ekstraksi untuk menyajikan kopi yang nikmat. Seperti OCD: Ona Coffee Distributor, dengan cara kerja yang praktis dan mudah untuk digunakan, bubuk kopi sangat gampang diratakan dengan hasil yang konsisten untuk membuat sajian espresso berikutnya.

3 TEKNIK MERATAKAN BUBUK KOPI DENGAN JARI

METODE NSEW
NSEW ternyata singkatan dari north south east west, istilah ini familiar di kalangan barista, mungkin beberapa di antara kita sudah mengetahui gerakan meratakan bubuk kopi pada basket dengan metode ini. Sesuai penamaannya, gerakan metode ini seperti arah mata angin, dan umumnya menggunakan jari telunjuk. Ketika portafilter dalam keadaan rata dan bubuk kopi terlihat menggunung, meratakannya menggunakan jari telunjuk dan menyapunya dari bagian bawah (yang terdekat dari handle portafilter) kemudian ke atas dilanjutkan dari atas bagian bawah, selanjutnya menyapunya dari bagian kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.

credit: fivesenses

METODE SHYNDEL

Dengan metode ini, dalam meratakan bubuk kopi pada portafilter memerlukan keterlibatan 2 jari, jari telunjuk dan jari tengah membentuk “V” dan kemudian kedua jari ini menyentuh sisi tepi portafilter. Maka, selanjutnya gerakan memutar untuk merapikan bubuk kopi, setelah gerakan memutar jari sudah, maka putaran sebaliknya. Sampai ada bagian bubuk kopi yang menggunung, nah kemudian menggunakan dua jari yang dirapatkan lalu menyapu satu arah dari arah handle.

credit: fivesenses

METODE STOCKFLETH MOVE
Gerakan metode stockfleth saat distribusi kopi, merupakan teknik yang sulit untuk dilakukan, namun bukan berarti tidak bisa, dengan beberapa kali percobaan pasti akan merasa terbiasa. Teknik ini umum digunakan, pada barista yang mengandalkan dosing langsung dari grinder ke basket portafilter (berdasarkan intuisi dan pengalaman). Dan kemudian pada distribusi gerakan stockfleth, untuk meratakan permukaan bubuk kopi. Menggunakan bagian bawah ibu jari dan jari telunjuk yang membentuk “V” dan memulainya dari sisi tepi dan melakukan gerakan memutar, dan kemudian membalikan gerakan memutar tersebut. Nantinya bubuk kopi akan menggunung di bagian tengah basket, lalu diselesaikan dengan gerakan NSEW secara singkat untuk merapikannya.

credit: fivesenses

Bonus Teknik

CHICAGO CHOP

Dikenal juga dengan “Intelligentsia Method” metode ini banyak diterapkan oleh barista, karena terbilang tidak terlalu rumit, dan bisa dikatakan tidak terlalu memerlukan waktu yang lama. Metodenya, bubuk kopi yang overdose itu diratakan menggunakan sisi tipis yang rata seperti bagian datar dari pisau, kartu kredit, atau alat distribusi khusus metode ini. Gerakannya seperti memotong bagian bubuk kopi beberapa kali, dan kemudian diakhir menyapunya menggunakan alat yang sama.

Beberapa barista juga melakukan variasi untuk meratakan bubuk kopi, hampir mirip dengan metode ini, variasi alat distribusi Scottie Callaghan – Coffee Dosing Tools Set sangat membantu untuk meratakan bubuk kopi lebih detail.

credit: fivesenses

METODE WDT
WDT merupakan istilah dari Weiss Distribution Technique, sesuai namanya metode ini ditemukan oleh John Weiss, namun tidak ditemukan literatur mendetail tentang siapakah John Weiss, tapi metode ini menjadi sangat umum digunakan oleh barista. Mungkin untuk pertama kali mencobanya akan terasa agak ribet, karena harus membutuhkan funnel (seperti corong namun tidak terlalu mengkerucut) dan juga toothpick atau sejenisnya. Penerapan metode ini, pertama funnel membantu bubuk kopi untuk ditempatkan pada portafilter, dan selanjutnya menggunakan toothpick sedikit mengaduk acak bubuk kopi pada basket. Setelah selesai, funnel di lepas dari portafilter dan kemudian gerakan akhir ratakan dengan metode NSEW atau Stockfleth move. Tapi metede ini, untuk intensitas kedai kopi yang cepat jarang digunakan.

Mungkin dari kesemua metode ini, temen – temen barista lebih banyak pengalaman ketika menggunakannya, dan bagaimana metode yang sesuai untuk diterapkan saat membuat sajian espresso. Semoga artikel yang saya sadur ini, dapat menjadi referensi untuk memilih metode yang seperti apa yang nyaman untuk teman-teman barista.

src: The Professional Barista’s Handbook by Scott Rao, fivesenses.com.au img: veneziano coffee

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.