MENGINTIP RESEP AEROPRESS PEMENANG JAPAN BREWERS CUP 2015

Pemenang Japan Brewers Cup di Tokyo baru-baru ini kembali menggunakan Aeropress sebagai gear andalannya. Tapi apa resep rahasia sang jawara?

WORLD Barista Championship 2016 memang baru akan diadakan Juni tahun depan. Tapi gegap gempitanya sudah dimulai dari tahun ini. Nah, sebelum para partisipan World Barista Championship mengikuti event bergengsi di dunia kopi tersebut, ada serangkaian jalan panjang yang (biasanya) harus mereka lalui terlebih dahulu. Salah satu syarat tidak tertulisnya adalah setiap partisipan “wajib” memenangkan kompetisi serupa di negaranya dulu. Barulah ia boleh melaju ke kompetisi tersebut.

Dari berbagai kompetisi barista yang telah diselenggarakan, Aeropress termasuk salah satu metode yang paling sering menang dalam kejuaraan semacam itu. Tidak heran jika Aeropress pun memiliki kejuaraannya sendiri. Beberapa waktu lalu, kami sudah pernah mengumpulkan resep-resep rahasia para pemenang World Aeropress Championship di sini. Namun kali ini, metode Aeropress kembali ‘berhasil’ memenangkan kejuaraan Barista sekelas Japan Brewers Cup 2015 yang digelar di Tokyo belum lama ini.

Disadur dari majalah Sprudge, sang pemenang Japan Brewers Cup 2015, Tetsu Kasuya dari Coffee Factory pun membagikan sekelumit resep rahasianya menggunakan Aeropress—yang menang di kompetisi itu, termasuk triknya untuk melaju ke World Barista Championsip di Dublin tahun depan.

 

Resep rahasia hasil juara Japan Brewers Cup 2015

Testu Kasuya JBRC presentation

-Aeropress dengan metode terbalik (inverted)

30 grams biji kopi digiling dalam level coarse. 

-120 gram air panas, dengan suhu 81°C

-Aduk selama 10 detik

-Set paper filter, lalu set Aeropress pada pourer

-Tunggu selama 40 detik

-Press selama 20 detik

-Tambahkan lagi 110 gram air (atau sesuai takaran terbaik menurut selera Anda)

 

Biji kopi yang digunakan

Testu_Kasuya_JBRC_presentation

Metode Aeropress yang dipakai sebenarnya cukup simpel. Namun itu juga tidak terlepas dari biji kopi yang digunakannya. Dalam Japan Brewers Cup yang dimenangkannya, Kasuya menggunakan biji kopi Kenya Kiamariga. Menurutnya, biji kopi ini benar-benar bisa membawa segala keistimewaan rasa dan karakter yang sangat bersih dari Kenya.

FYI, biji kopi Kenya Kiamariga ditanam di ketinggian 1800-2000 meter di atas permukaan laut. Aroma kopi ini konon sangat menarik bahkan sejak pertama kali sesap, diikuti dengan berbagai aroma/keharuman unik yang lain setelahnya. Taste kopi ini merupakan kombinasi antara brown sugar dan caramel, sedikit harum fruity citric, sedikit sentuhan bunga dan beberapa notes yang savory. Kadang, ada semacam honey juga yang melekat. Karena rasanya yang kompleks ini, tidak heran jika biji kopi Kenya Kiamariga ini pun turut memengaruhi kemenangan Tetsu Kasuya.

 

Jadi, sudah siap memraktekkan resep Aeropress rahasia sang Juara?

*Semua foto adalah courtesy dari majalah Sprudge.

aeropress

1,755 total views, 2 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.