MENIKMATI ME-TIME DI CART COFFEE

Mengunjungi kedai kopi ini seperti menepi sejenak dari keriuhan area perkantoran yang gila.

TEMPATNYA yang menyempil di sebuah kompleks perumahan dekat Plaza Medan Fair (yang sejujurnya memang nggak terlalu mencolok-mencolok amat) membuat saya dan Tika sedikit kewalahan mencari lokasi kedai kopi ini. Cart Coffee sendiri adalah cabang dari gerai kopi di Jakarta —saya tahu tentang kedai ini ketika melihat booth-nya di Tech in Asia Jakarta beberapa waktu lalu. Waktu itu baristanya memberikan cappuccino yang menurut saya oke (sekali) di lidah. Penasaran, saya menyambangi akun Instagram mereka yang kemudian dibalas dengan undangan menyinggahi cabangnya di Medan.

“Mampir juga dong ke kedai kita, ada di Medan juga,” undang mas Septian –salah satu head barista di Cart Coffee Jakarta via Instagram. Baiklah, saya mengiyakan. Terutama karena juga penasaran apakah cappuccino yang disajikan di cabang Medan ini akan sama oke seperti yang saya rasain waktu di Tech in Asia kemarin.

Setelah lebih dari sebulan, akhirnya kesampaian juga singgah ke kedai ini. Sebenarnya sih setelah mas Septian memberi clue bahwa lokasinya ternyata dekat sekali dengan kantor Otten Coffee. Haha…

Dan ternyata (lagi) tidak terlalu sulit menemukan kedai ini jika kita sudah memasuki kompleksnya. Hanya berjarak beberapa ruko dari gerbang depan, kita sudah bisa menemukan lokasinya. Ada desain huruf “C” besar di pintu depan yang menjadi penunjuk bahwa itulah Cart Coffee. Ketika kami masuk, suasananya cukup sepi. Sempat terlihat ekspresi agak kaget dari beberapa barista penghuni kedai itu. Belakangan kami tahu, dari Mas Adri (trainer baristanya yang didatangkan langsung dari Jakarta), bahwa sebenarnya tidak ada pengunjung dari luar kompleks yang datang ke kedai ini sebelumnya. Means, saya dan Tika adalah pengunjung pertama di luar kompleks Razak Mas yang datang ke sana. Ah, pantes.

meja bar
Bar di Cart Coffee

Saya dan Tika memesan cappuccino. Sambil baristanya menyiapkan pesanan kami, saya melihat-lihat isi kedai. Cukup artsy juga, meski luasnya terbilang… mungil. Interiornya bernuansa woody dan natural, menjadikan kedai ini terkesan hangat dan homey.

bagian dalam kedainya
Bagian dalam kedainya
bagian dalam kedainya
Bagian dalam kedainya

Oke, cukup dengan jelalatannya. Lol. Sekarang melongok ke bagian mesin espressonya. Saya ngerasa agak wow ketika menemukan bahwa mereka menggunakan mesin espresso La Marzocco plus dua grinder Nuova Simonelli. Kelihatan bahwa kedai ini tidak berniat main-main untuk urusan kopi. Atau, prediksi lain yang juga memungkinkan: pemiliknya sepertinya adalah coffee snob yang tidak mau sembarangan menyajikan kopi. Haha…

Setelah beberapa lama, cappuccino pesanan kami akhirnya datang juga. Pertama sesap, ah. Sejujurnya, rasanya tidak se-wow yang saya cobain di Jakarta kemarin. Foam-nya sedikit lebih tipis. Mas Adri sepertinya menangkap keraguan kami. “Iya sih,” katanya lalu meracik cappuccino yang lain dan memberikannya ke saya. Nah, yang ini mendingan. Huehehe…

Cappuccino pesanan saya. Latte art-nya cakep.
Cappuccino pesanan saya. Latte art-nya cakep.
Mas Adri in action. :D
Mas Adri in action. 😀

Btw, setelah ngobrol panjang dan ngalor ngidul, kami baru tahu juga bahwa Cart Coffee cabang Medan ini baru beberapa bulan buka. Cabang Razak Mas ini pun lebih seperti barista booth camp alias tempat pelatihan para baristanya sebelum diterjunkan ke medan pertempuran, bar sesungguhnya. 😀

Kehangatan tempat ini mungkin bisa menjadi penawar kalian yang galau. Haha...
Kehangatan tempat ini mungkin bisa menjadi penawar kalian yang galau. Haha…

Namun tempat ini tetap asyik dijadikan lapak untuk menyepi sejenak, terutama kalau berkantor di sekitar Gatot Subroto –Plaza Medan Fair. Atau, kalau lagi pengin kerja sendiri dalam suasana tenang dan cozy. Atau, kalau lagi galau dan pengin menikmati me-time dengan tenteram, nah kehangatan Cart Coffee mungkin akan bisa menawar kegundahan kalian. Haha…

P.S. Selain menyajikan menu-menu espresso-based, mereka juga menyediakan teh. Semuanya dengan harga yang ramah di kantong. :p

 

Cart Coffee

Kompleks Razak Mas

(09:00 – 17:00)

Sunday closed

 

mesin-espresso

53 total views, 18 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.