MENIKMATI “SEROJA’ SI KOPI JAMU

Siapa yang bisa menolak khasiat jamu yang terbukti meningkatkan daya tahan tubuh kita? Namun apa jadinya jika jamu dipadu bersama kopi yang memang kita candu nikmatnya?

WABAH Covid-19 sedikit banyak membuat banyak orang sadar pentingnya kesehatan. Bahkan tak sedikit orang mulai mengubah gaya hidupnya. Mulai dari berjemur di pagi hari, berolah raga, tidur yang cukup, makan teratur sampai memerhatikan asupan gizi yang masuk ke tubuh.

Tak sedikit juga yang mulai mengonsumsi vitamin dan minuman herbal. Salah satu minuman herbal yang berkhasiat sejak dulu adalah jamu. Jamu yang terdiri dari banyak rempah memberikan ragam khasiat dan digadang-gadang mampu membunuh virus yang singgah.

Banyak pula kedai-kedai kopi mulai sadar akan hal ini. Mereka menciptakan menu minuman sehat siap minum untuk para pelanggannya. Namun, ada satu minuman yang unik. Minuman kopi jamu yang diracik khusus oleh tim Otten Coffee. Minuman yang diberi nama Seroja ini adalah perpaduan antara kopi, jahe dan kunyit. Seperti kita tahu bahwa jahe dan kunyit mampu meredakan peradangan, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan nyeri dan banyak lagi khasiat lainnya.

Kemarin saya berkesempatan mencoba Seroja ini. Dikemas dalam kemasan kaleng ekslusif 100 gram Seroja dibandrol Rp. 49.000 saja. Oh iya, komposisi Seroja adalah single origin Kerinci, gula merah, bubuk jahe serta bubuk kunyit organik. Keempat bahan dasar ini dilebur dan jadilah minuman kopi jamu yang menyehatkan.

Saya menikmatinya dengan gaya tubruk. Cukup dengan memanaskan air kira-kira 96’C dan menuangkannya di atas 20 gram bubuk Seroja. Aduk hingga rata lalu diamkan 3 menit hingga ampasnya turun dan siap untuk dinikmati.

Lalu bagaimana dengan rasanya? Jujur saya cukup kaget dengan rasanya. Saya kira bakalan ‘sangat jamu’. Rupanya tetap tak menghilangkan dominasi rasa kopi yang sedap. Mungkin lain kali saya harus mengurangi airnya. Karena jika lebih kental Seroja ini akan lebih nendang sedapnya.

Oh iya, selain ditubruk, Seroja juga bisa kamu seduh dengan cara beragam. Mulai dari pour over, french press dan viet nam drip. Tapi untuk saya tubruk memang paling sedap untuk kopi jamu tradisional begini. Bagaimana? Ada yang berminat coba?

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.