MENINGKATKAN HASIL PANEN KOPI DENGAN KELOLA AGRARIA

Water smart agriculture merupakan inovasi untuk meningkatkan hasil panen biji kopi.

SERING kali pada prosesnya, kemungkinan terbesar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kopi ada pada pengelolaan pertanian. Dan memang benar adanya, untuk fokus memperbaiki hasil dari panen biji kopi ada pada proses tanamnya, bukan pada tahap penjemuran, roasting atau pun teknik seduh kopi. Pasalnya, jika dari hasil panen buah kopi sudah kurang menarik, maka tahap selanjutnya akan sulit untuk memaksimalkan potensi yang ada pada gabah kopi tersebut. Maka menjadi penting tahapan pada masa tumbuh tanaman kopi, bagaimana kondisi tanah, bagaimana tingkat kelembapan tanah, bagaimana curah hujan dan sinar matahari, serta aspek lainnya yang perlu dikelola dengan teliti.

Sebuah proyek yang dilakukan baru ini, menemukan cara terbaik untuk mengelola masa tanam kopi lebih optimal. Dengan sistem water smart agriculture yang diterapkan di lebih 3.000 pertanian wilayah negara Mesoamerika. Proyek tersebut mampu menyeimbangkan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan bahkan melestarikan lingkungan. Beberapa wilayah negara produsen kopi sangat terbantu dengan proyek ini, karena langsung memberikan dampak positif seperti meningkatnya margin gross income dan pengelolaan air dan tanah yang efisien.

Seperti wilayah produsen kopi di Guatemala Timur, yang berjuang selama bertahun-tahun dengan iklim yang tidak stabil, serangan hama, dan biaya produksi yang tidak sebanding dengan income. Kemudian, tiga tahun lalu water smart agriculture di terapkan oleh CRS bekerja sama dengan sekolompok petani di Guatemala Timur, yang merupakan bagian dari inisiatif proyek ASA. Bertujuan untuk meningkatkan hasil gross income, dengan praktik pengelolaan tanah dan air secara berkelanjutan, sekaligus mengusahakan untuk membatasi kurva biaya produksi yang terjadi.

credit: asa.crs.org

Fokus dari penerapan Water Smart Agriculture adalah meningkatkan kesehatan tanah dari mulai komposisinya, ketersediaan nutrisi, dan juga aktifitas mikroorganik yang ada, serta meningkatkan daya simpan tanah terhadap proses penyerapan air, maka selanjutnya menghasilkan peningkatan produktivitas. Penerapan ini tidak berlangsung selama sebulan atau dua bulan, perlu dilakukan seperangkat praktik-praktik pengelolaan tanah dan air secara spesifik.

Water Smart Agriculture merupakan inovasi yang diteraplah oleh ASA. Agua y Suelo para la Agricultura (ASA) telah bekerja sama dengan banyak komunitas pertanian dan lembaga pertanian di seluruh Amerika Tengah dan Meksiko untuk memahami segala tantangan yang ada, praktik yang diterapkan dan juga kondisi lokal yang menyebabkan degradasi tanah secara masif. Selanjutnya dengan menganalisa variabel tersebut, ASA bersama para petani berusaha menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkannya.

Serangkaian uji yang dilakukan pada rentang 2 tahun, bekerja sama dengan sekitar 150 petani secara sukarela mempraktikkan 2 sistem yang berbeda. Water Smart Agriculture dan pengelolaan tradisional yang biasa diterapkan petani lokal, dan hasilnya sangat mengesankan. Dalam kurun 2017 hingga 2018, terjadi peningkatan margin gross income, hasil panen dan mengurangi biaya produksi.

Terpujilah para petani kopi yang selalu berusaha memberikan hasil yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan penikmat kopi dunia.

srt: dailycoffeenews.com img: ictcoffee.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.