MENJEMPUT NIKMAT DI NITRO COFFEE JAKARTA

Banyak yang beranggapan bahwa Jakarta adalah kota yang menyebalkan. Untuk saya, Jakarta memiliki sisi manis yang tersimpan rapi di setiap sudut kedai kopinya.

KEMBALI ke ibukota berarti kembali pada macet, riuh, modernitas, bisnis, perkembangan zaman, politik dan tentunya kedai kopi. Ajaib memang, selalu saja ada kedai kopi yang belum saya kunjungi meski kerap tak terhitung berapa kali mampir ke kota ini. Pertumbuhan kedai kopi di sini memang tak berhenti. Dan itu pula yang menjadi alasan kenapa Jakarta masih saja manis setidaknya untuk saya.

Setelah menyelesaikan beberapa urusan, saya mampir ke sebuah kedai kopi di bilangan Jakarta Selatan. Kedai kopi ini cukup ‘indah’ interiornya. Setidaknya itulah yang saya dapatkan saat lihat akun media sosialnya. Benar saja, Nitro Coffee ini memang sudah asyik dari padangan pertama. Di sambut dengan coffee bar letter U yang bertema mozaik menjadikannya ikonik. Kursi-kursi kayu menambah harmoni yang entah kenapa pas menjadikan kedai ini berbeda.

Suasana kedai menjelang sore adem ayem menyenangkan. Sejauh mata memandang hanya ada dua orang yang mengoperasikan kedai ini. Untuk kedai kopi yang nggak kecil dua orang adalah sebuah prestasi nan tangguh. Sudah mirip-mirip di luar negeri ya tidak memerlukan banyak orang untuk melayani para pelanggan. Barista, pelayan, kasir dilakukan oleh dua orang ini. Hebatnya semua terlayani dengan baik.

Sore itu saya memesan filter coffee single origin Gualtemala dari Smoking Barrel yang diseduh dengan Kalita Wave. Ada banyak sih metode seduh manualnya, mulai dari Kalita, Chemex hingga Hario V60. Tapi entah kenapa pilihannya jatuh pada Kalita Wave nan seksi ini. Filter coffee dibandrol seharga IDR 45.000 per cangkir. Untuk harga segitu saya rasa sangat worth it mengingat Guatemalanya bikin melayang. Maaf saya kesulitan menemukan padanan kata nikmat selain ‘melayang’. Ha-ha-ha.

Untuk menambah khidmat minum kopi saya memesan Salted Egg Croissant dan Butter Croissant. Kenapa dua-duanya croissant? Karena di sini tidak ada makanan lain. Jadilah dua croissant ini dipilih untuk menemani kopi. Oh iya, saya tidak sempat mencoba menu espresso base-nya meski mesin espresso yang jadi andalan mereka sungguh tak tanggung-tanggung: La Marzocco Strada 3 Group, saudara-saudara! Ganteng! Ya tentunya ditemani espresso grinder Victoria Arduino Mythos One 2 Unit dan Mahkonig EK43.

Well, untuk kalian yang suka ngopi asyik tanpa berisik atau ngopi sambil bekerja dengan semena-mena, Nitro Coffee adalah pilihan yang paling cocok. Saya saja sempat menyelesaikan beberapa kerjaan karena suasana di sini benar-benar nyaman sekali. Untuk yang merokok di sediakan juga bagian outdoor yang tak kalah nyaman dengan indoornya-nya. Jadi bisa merokok sambil ngopi dan berbahagia.

Bagian terbaik lainnya dari Nitro Coffee adalah mereka buka dari jam 8 pagi jadi untuk yang selama ini kesulitan menemukan tempat ngopi di pagi hari bisa langsung mampir ke sini. Hal lain yang terpikir di benak saya sebelum meninggalkan Nitro Coffee adalah “kenapa saya tidak pesan nitro coffee yang? Saya ‘kan di Nitro Coffee.” Yah, begitulah penyesalan memang datang belakangan. Lain kali berarti harus mampir lagi dan ngopi macam-macam.

Nitro Coffee

Jalan Ciranjang No.10, RT.2/RW.1, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan,

Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.