MENJOGJAKAN DIRI SENDIRI DI KOPI JOSS YOGYAKARTA

Bicara soal ngopi di Jogja pastilah tak bisa lepas dari satu jenis kopi yang sudah melekat erat pada kota ini: Kopi Joss yang nikmat benar rasanya.

TAK akan sah rasanya jika mengunjungi Yogyakarta tanpa menikmat satu kopi yang telah menjadi ciri kota ini. Dan setelah beberapa hari di Jogja saya akhirnya bisa juga mampir dan meneguk kopi nan fenomenal yang bersahaja ini. Maklum malam sebelumnya saya sudah mampir ke Angkringan Likm Man tapi karena waktu itu bertepatan dengan ulang tahun Kota Yogyakarta maka semua angkringan di sekitar stasiun tutup.

Beruntung di malam setelahnya Ankringan Lik Man dan sekitarnya sudah buka. Setelah keliling Magelang dan balik ke Jogja saya dan teman-teman pun mampir ke sini hampir tengah malam. Menurut mereka idealnya nongkrong di angkringan itu ya malam-malam. Kalau masih setengah malam kurang khusyuk ngopinya. Ha-ha-ha. Saya yang baru pertama kali mencicipi Kopi Joss pun excited sekali. Apalagi melihat jejeran tikar yang digelar di atas trotoar. Sebuah pengalaman minuman kopi yang jarang terjadi.

Kami memilih dudu di seberang angkringan dengan lesehan yang bersebelahan dengan pengunjung lain. Lalu teman saya mengajak saya untuk memilih aneka sate di angkringan sebagai camilan untuk Kopi Joss-nya. Saya memilih telur puyuh, bakso ikan, telur dan aneka nasi kucing yang macam-macam jenisnya. Aduh rasanya mau makan semua sesatean ini sangkin gemasnya.

Setelah memilih aneka camilan dan menunggu camilannya ‘dipanaskan’, maka saya pun memesan secangkir Kopi Joss Panas. Ternyata Kopi Joss ini ada macam-macam. Ada Kopi Joss Hitam Panas dan Dingin, ada juga Kopi Joss Susu Panas dan Dingin. Semua kopi ini dimasak sedemikian rupa dengan gula dan tentunya dibubuhi segepok arang. Arang yang membara ini disajikan di dalam cangkir selagi masih merah membara. Tak hanya berlaku bagi Kopi Joss Panas, namun juga berlaku bagi Kopi Joss Dingin.

Saya tentu memilih Kopi Joss Hitam Panas. Awalnya agak seram melihat arang hitam membara di dalam cangkir, eh tetapi pas diteguk ternyata rasanya manis dan tidak menyakitkan. Kopi Joss ini semacam kopi kampung yang mengingatkan kita pada perayaan seperti pesta dan syukuran di rumah. Memang paling enak dimakan bersama sate-satean dan gegorengan sambil lesehan dan ngobrol bareng teman-teman.

Selain mencoba Kopi Joss Hitam, saya juga mencoba Kopi Joss Susu Dingin punya teman saya. Rasanya lucu ya minum kopi susu dingin tapi ada bongkahan arang gitu di dalam cangkirmu. Ha-ha-ha. Meski bentuknya agak mengerikan, tapi rasanya oke juga. Menurut teman saya itu ini jenis kopi favoritnya dia. Jadi kalau ngopi di sini pasti pesannya ini.

Kesimpulannya jika kamu ke Jogja wajiblah ngopi di Angkringan Lik Man atau angkringan lainnya yang menyediakan Kopi Joss. Selain murah (karena harganya 4 ribu rupiah saja), suasana yang dibangun pun asyik sekali. Sambil menatap dunia berlalu di pinggiran kota, menyeruput kopi yang khas begini memang pengalaman yang tak bisa didapat di tempat lain.

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.