MENONTON KEBAIKAN DI “COFFEE FOR ALL”

Untuk kamu yang gemar menonton di Netflix, coba sesekali menonton sebuah film dokumenter tentang kopi berjudul Coffee For All.

SAYA awalnya tak sengaja menemukan film dokumenter ini di Netflix. Maklum hasrat bongkar-bongkar daftar film memang merupakan kebiasaan saya, dan judul Coffee For All ini tampaknya tersembunyi karena tak banyak peminatnya. Setelah saya lihat dan baca sedikit sinopsisnya, film yang dirilis pada 2017 silam ini ternyata bercerita tentang beragam manusia dan perjalanan hidupnya yang melibatkan kopi.

Selain itu juga berkisah tentang tradisi Caffe Sospeso yaitu sebuat tradisi yang turun-temurun dilakukan masyarakat di Italia. Caffe Sospeso atau dikenal dengan pending coffee adalah sebuah tradisi ketika seseorang membayar dua cangkir kopi tapi hanya meminum satu cangkir saja. Lalu apa yang terjadi dengan satu cangkir kopi lagi? Kopi ini diperuntukkan untuk siapapun yang membutuhkan kopi tapi tidak bisa membelinya.

Sebagai sumbangan untuk mereka yang membutuhkan nikmat kopi yang sama namun tak mampu membelinya. Kedai-kedai kopi di Italia memberlakukan hal ini. Jadi siapapun yang ingin menyumbang cukup membayar dua cangkir kopi dan menyimpan satu untuk orang lain. Dan orang yang membutuhkan kopi itu biasanya akan datang ke kedai kopi tersebut dan bertanya “ada kopi sospeso?” lalu sang barista akan memberikan kopi gratis untuknya.

Konon tradisi ini dimulai di kota Napoli, Italia. Dan tersebar di seluruh Italia bahkan di beberapa negara Eropa dan Amerika. Sebuah gestur kebaikan yang patut dilestarikan untuk sesama penikmat kopi di mana pun.

Tak hanya berkisah tentang Caffe Sospeso, Coffee For All mengangkat kehidupan beberapa tokoh. Mulai dari seorang perempuan yang kembali mengunjungi akar kehidupan sang ayah di Italia, laki-laki yang bangkit dari keterpurukan lalu menjadi barista, seorang penulis yang jadi penghuni tetap kedai kopi sampai seorang barista yang kehidupan malam harinya ternyata cukup mengejutkan.

Coffee For All untuk saya membuka tabir yang yang begitu indah tentang hidup yang tak melulu indah. Dan sebagai orang yang mengagumi kopi hingga tetes terakhir, saya terpesona betapa kopi bisa menjadi garis merah untuk banyak jiwa. Mempertemukan langkah, tatap muka hingga takdir di cangkir yang sama.

Bagi kamu yang penasaran dengan film ini, sila cek langsung di Netflix ya! Sebuah film dokumenter menyenangkan untuk kita semua yang mencintai kopi dengan kadar yang sama!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.