MENYERUPUT SIANG DI RUKO CAFE CANGGU BALI

Seperti yang kerap saya bilang, Bali adalah tempat yang tepat untuk menjelajah ratusan kedai kopi. Dan Ruko Cafe adalah giliran untuk dinikmati hari ini.

SETELAH puas mengobrak-abrik Hungry Birds Coffee & Roastery (bisa cek tulisan sebelumnya), kali ini saya melipir tak jauh dari sana ke sebuah kedai kopi bernama Ruko Cafe. Berbeda dari Hungry Birds, tempat ini jauh lebih kecil meski isinya tetap ramai manusia yang mendamba kafein.

Saya pikir saya bakalan berhenti ngopi karena di kedai kopi sebelumnya sudah puas ngopi, eh tapi godaan lagi-lagi tak menghalangi saya untuk ngopi di sini. Ruko Cafe ini sebenarnya tak luas, mungkin bagian indoor-nya hanya berkapasitas 16-an orang dan outdoor-nya sekitar 10-an orang saya, tapi entah mengapa saya justru nyaman dengan kedai kopi yang model kecil begini. Rasanya jadi lebih ‘rumahan’ dan terasa intim saja.

Tanpa berlama-lama saya akhirnya menyambangi coffee bar yang sibuk. Mesin espresso La Marzocco PB White 2 Group dan automatic grinder Fiorenzato dan Anfirm Putih berdiri gagah dijamah para barista. Saya memesan secangkir caffe latte yang setelah saya seruput espresso blend mereka terasa sangat nutty dan karamel. Belakangan saya tahu house blend-nya adalah perkawinan dari single origin Toraja, Aceh dan Bali Kintamani. Lumayan asyik juga!

Tak lengkap tentunya jika tidak mencoba coffee filter di sini. Saya cukup beruntung karena saya adalah pemesan terakhir karena paper filter mereka bersisa satu dan tak ada lagi. Habis katanya. Jadi saya berbahagia dengan single origin El Savador yang menurut saya cukup fruity, sweetness, honey, cokelat dan sedikit bebungaan ini. Sejauh ini saya cukup puas dengan kopi yang saya pesan. “Oke juga nih Ruko Cafe!”

Oh iya, meski tak memesan makanan berat di Ruko Cafe, saya sempat melihat meja kiri dan kanan saya yang memesan aneka makanan sehat. Kata teman saya yang orang Bali Ruko Cafe memang terkenal dengan aneka makanan sehat andalan mereka. Di buku menu ada banyak makanan sehat dan juga aneka pilihan smoothies. Bahan-bahan yang mereka gunakan juga organik. Itu kenapa Ruko Cafe selalu ramai didatangi penikmatnya di waktu-waktu brunch. 

Kebanyakan yang datang di sini adalah turis asing dan ekspatriat. Eh tapi ada juga beberapa turis lokal seperti kami ini yang ingin ikut serta mencicip kopi dan menu lainnya. Bagian yang paling saya suka dari Ruko Cafe selain kopinya adalah interiornya. Ada satu tembok yang dilukis (atau printed saya lupa!) berwarna merah muda dan biru yang sangat artsy. Serasa menghidupkan seisi ruangan. Keren sekali.

Dan saya juga suka dengan coffee bar-nya yang menunya ala papan tulis dan meja bar yang menggunakan bata terbuka dicat hitam. Rasanya cocok saja segala yang ada di sana. Terlihat begitu fotogenik juga. Jika Canggu tak terlalu panas mungkin saya akan duduk di bagian luar sambil menikmati manusia yang lalu-lalang. Tapi apa daya udara memang tak memihak sudah. Mungkin lain kali harus ngopi ke sini menjelang sore baru bisa adem.

So far, Ruko Cafe adalah kedai kopi menyenangkan yang meski tak luas tapi memberi kenyamanan yang tak terlupa. Kamu harus ngopi di sini!

Ruko Cafe

Jl. Pantai Berawa No.99, Tibubeneng, Kuta Utara,

Kabupaten Badung, Bali 80361

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.