MENYESAP SEJARAH DI STARBUCKS KYOTO

Banyak yang mengatakan bahwa jika berkunjung ke Jepang, cobalah kedai kopi lokalnya. Itu sudah pasti kami lakukan. Tapi kali ini kami juga mau berkunjung ke Starbucks yang mungkin cuma ada satu-satunya di dunia.

Post from RICOH THETA. #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA

SEORANG teman pernah mengolok-olok peminum kopi yang tetap ngopi di Starbucks meskipun di suatu tempat baru banyak kedai kopi lokalnya. Untuk saya, ngopi mulai dari tubruk hingga Starbucks harus tetap didatangi demi pengalaman ngopi yang berbeda. Ada salah satu Starbucks yang memang sangat berbeda dan popular di Kyoto Jepang. Tentu saya yang sudah di Kyoto tak mau melewatkan kesempatan ngopi di sini.

Post from RICOH THETA. #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA

Starbucks di Kyoto ini berada di kawasan turistik Kiyomizudera yang kebetulan tak jauh letaknya dari kedai kopi popular lainnya % Arabica. Starbucks yang satu ini berada di rumah tradisional Jepang yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Konon katanya dulu rumah ini dipakai para geisha. Wah! Rumah yang penuh sisi sejarah dan sisi otentik Jepang ini dijadikan kedai kopi Starbucks tanpa perlu mengubah apa-apa.

Saat mampir ke sini suasana kedai sedang ramai sekali. Tanpa gentar saya dan teman-teman memberanikan diri ikut antri meski sudah bisa dipastikan kami takkan dapat tempat duduk. Saya memesan Americano dan mencoba Colde Yuzu Tea yang hanya ada di Starbucks Kyoto ini. Ini adalah teh yang wajib dicoba. Rasanya segar mirip dengan jeruk kasturi yang manis dan asam melebur jadi satu.

Sambil menikmati minuman dalam posisi berdiri karena belum juga dapat tempat duduk, kami mengitari kedai yang sungguh berbeda dari Starbucks lainnya. Para pengunjung yang beruntung mendapatkan tempat duduk akan duduk bersila di tatami yaitu tikar tradisional Jepang dengan sebuah meja kecil di hadapan mereka. Oh iya, pengunjung juga harus melepas alas kaki saat duduk di tatami.

Interior rumah Jepang yang unik ini semakin asyik dengan adanya taman di tengah-tengah bangunan yang khas masyarakat sana. Bangunan ini berlantai dua dan semua yang ada di sini tidak ada diberi sentuhan modern selain alat-alat kopi dan mesin yang menunjang kinerja kedai kopi ini. Hampir seluruh sisi bangunan terbuat dari kayu dan memberikan nuansa hangat karena di luar memang sedang dingin.

Sudah setengah jam menunggu sepertinya tidak ada tanda-tanda pengunjung meninggalkan tempat ini. Mungkin karena ngopi di sini terlalu nyaman atau terbuai dengan suasana kedai yang nyaman dan berbeda. Kaki saya juga sudah pegal berdiri meski di dasar hati masih betah dan mengagumi Starbucks Kyoto yang penuh daya tarik ini.

Jika ke Kyoto saya sarankan untuk mampir ke Starbucks Kyoto yang satu ini. Starbucks yang baru beroperasi 30 Juni 2017 ini membuktikan bahwa peleburan kedai kopi modern dan sisi otentik sebuah budaya bisa menjadikannya menarik sekaligus bernilai seni yang tinggi. Jadi, siapa bilang Starbucks tak bisa memberikan pengalaman berbeda?

Starbucks Kyoto

Ninenzaka Street, Near Kiyomizu-dera Temple,

Kyoto, Jepang

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.