MENYESUAIKAN KEBIASAAN NGOPI DI BULAN PUASA

Bulan Suci Ramadan dan disambut dengan suka-cita. Namun banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara menyesuaikan kebiasaan ngopi yang akan berubah drastis tak seperti biasa?

SEBAGAI perempuan yang candu kopi sekaligus menjalankan ibadah puasa, datangnya Bulan Suci ini tak menganggu kegiatan ngopi saya. Meski jam-jam ngopinya mendadak berubah dan kebiasaan ngopinya pun harus disesuaikan agar tak mengganggu ibadah saya. Banyak teman-teman sepengopian pun bertanya “bagaimana bisa tetap lancar ngopi tapi tak terganggu puasanya?”. “Atau apakah bisa puasa tapi tetap ngopi?”. “Apa benar tak apa-apa ngopi di Bulan Ramadan?”. Jangan khawatir, kawan. Menurut pengalaman saya beberapa tahun terakhir ngopi bisa berjalan mulus seiring dengan ibadah puasa kita. Berikut cara sederhana menyesuaikan kebiasaan ngopi kita di bulan puasa.

Ngopi Saat Sahur & Berbuka

Sudah pasti ngopinya saat sahur dan berbuka saja karena hanya pada dua waktu itu kita diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman selama bulan suci ini. Namun, tentu tak bisa sebanyak di bulan-bulan lain kadarnya. Jika dalam sekali ngopi kamu bisa menghabiskan 22 gram kopi atau 250 – 300 gram kopi yang sudah diseduh mungkin di bulan puasa ini bisa kamu kurangi setengahnya saja. Pada saat sahur minumlah sedikit kopi (setengah dari porsimu). Karena kopi memicu dehidrasi dan karena kamu akan menjalani puasa sehari penuh maka dehidrasi akan membuat kamu kehabisan cairan. Tentu mengganggu ibadah, bukan?

Credit : huffingtonpost.co.uk

Dan di saat berbuka juga minumlah kopi setengah dari porsi saja. Itupun harus terlebih dahulu mengisi perut dengan makanan dan air putih yang cukup. Jangan langsung minum kopi setelah berbuka. Tubuh membutuhkan asupan yang lain terlebih dahulu sebelum menerima kafein dan zat lain yang terkandung di dalam kopi. Percayalah, kopi takkan menyakitimu jika dikonsumsi dengan secukupnya dan sebaik-baiknya.

Pilih Jenis Kopinya

Disarankan memilih kopi dengan kualitas baik. Kopi instan, kopi siap minum dan kopi-kopi lainnya yang tidak diketahui asal-usulnya sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi selama bulan puasa. Tubuh kita mengalami perubahan dengan jadwal puasa ini. Jadi apapun yang masuk ke tubuh termasuk kopi harus benar-benar diperhatikan. Kalau kopi kualitas buruk dan tak tahu asal-usul jangankan bulan puasa, bulan-bulan biasa pun memang tidak disarankan dikonsumsi kan ya?

Juga jika tak tahan dengan kafein atau khawatir kafein akan mengganggu kinerja tubuh selama puasa, pilihlah kopi jenis arabika yang kafeinnya lebih rendah dari robusta, ya!

Credit : theodysseyonline.com

Keseimbangan

Makanan saja tidak akan cukup menyeimbangkan kebiasaan ngopi kamu. Jadi jika ingin ngopi, sebaiknya harus banyak minum air putih. Tubuh yang seharian kekurangan cairan akan semakin kurang cairannya jika kamu ngopi (ingat poin pertama soal dehidrasi ya?). Jadi jika ngopi secangkir balas dengan minum air putih lebih banyak. Pun banyak mengonsumsi yang bervitamin C agar tubuh terjaga kesegarannya.

Istirahat

Jika kopi membuat kamu tidak bisa tidur dan kurang istirahat? Maaf, kamu harus mengurangi kopi secara ekstra atau justru tidak ngopi sama sekali. Jika kamu selama ini tidak bisa ngopi di atas jam 7 malam, maka sehabis buka puasa kamu tidak boleh ngopi. Ngopi hanya untuk sahur saja. Karena bagaimana pun kondisi tubuh manusia berbeda-beda. Jadi untuk ngopi di bulan puasa kamu harus ‘mendengarkan’ tubuhmu. Mana yang baik mana yang nyaman.

Akhirnya, selamat menyambut bulan suci penuh berkah, ya!

Foto utama dari mexicalibariatric.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment
  1. Yup…sy ngopi sehabis makan sahur…dan minum air putih….plus vit c…alhamdulillah…puasa lancar…😉

Leave a Reply

Your email address will not be published.